"anneyong haseyo. Lee Hyeri imnida." Ucapku
"Hye...Hyeri-ah..." kyuhyun tergagap melihat Hyeri tepat dihadapannya.
"Nde bisa kita mulai meeting nya Kyuhyun-ssi" kata Hyeri dengan senyum tipis dipaksakan.
Ada rasa sakit yang mendesak hatinya mendengar wanitanya tak lagi memanggil dengan sebutan 'oppa'. Ada bagian yang hilang dari hatinya. Bodoh. Bukankah itu bermula sejak kau memilih wanita dari masa lalumu? Lalu untuk apa kau berharap pada nyatanya kau telah menyemayamkan luka di harinya. Sudah jelaskan siapa yang bodoh.
"kyuhyun-ssi... kyuhyun-ssi gwenchanayo?"
"Ah nde gwenchana. Ba...baiklah...ayo kita mulai meeting."
Kyuhyun tak sepenuhnya sadar mendengar penjelasan Hyeri tentang kerjasama kedua perusahaan mereka. Laki-laki itu begitu sibuk membandingkan rekam wajah Hyeri yang dulu dengan Hyeri yang semakin nampak anggun, cantik, dan mempesona. Binaran matanya tak sama. Itulah letak perbedaannya. Tak ada binar cinta. Yang ada tatapan penuh intimidasi dan luka.
Aku benar tak mengerti arti tatapan kyuhyun saat ini. Dari penilaianku itu adalah tatapan yang sarat akan kerinduan. Hey Lee Hyerin. Sadarlah. Mimpi saja kau berharap begitu artinya. Tak akan pernah ada masa dimana kau dan dia akan seintim dulu. Tak akan pernah.
Pada kenyataannya sudah jelas. Dia memberikan keputusan finalnya dengan surat cerai dulu. Menetapkan hati hanya untuk wanita yang ia cintai dari dulu. Dari masa lalunya. Jadi jangan pernah menganggap bahwa kau pernah menguasai hatinya walau hanya sebentar. Alur cerita yang dulu indah dalam persepsiku hanyalah lakonannya Hyeri. Bangun dari masa lalumu.
"baiklah kyuhuyn-ssi sepertinya kita sudah mencapai kata sepakat. Jadi mari sukseskan proyek kerja sama ini. Senang berkerja sama dengan anda kyuhyun-ssi." Aku mengakhiri rapat dengan baik. Kuharap ptoyek ini benar berjalan baik.
"Nde Hyerin...ssi senang bertemu kamu kembali" kyuhyun bangun dari lamunannya. Dia masih belum puas menatap wajah Hyerin yang sudah lama tak dilihatnya secara nyata.
Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan kyuhyun.
"Hyerin-ssi mau minum kopi bersama? Aku sudah lama tidak minum kopi bersamamu di cafe biasa kita kunjungi"
"kyuhyun-ssi saya akan mencoba bersikap profesional masalah pekerjaan kita. Namun keluar dari konteks pekerjaan, maaf saya tak bisa. saya tak mau berpura-pura bersikap sopan di depan anda. Tempat saya berdiri dengan tempat anda berdiri sudah tak sama lagi. Semua sudah diputuskan bukan beberapa tahun lalu? Waktu boleh berlalu, keunde kyuhyun-ssi bagaimanapun saya pernah menjadi pihak yang sakit karenamu. Ingatan itu tak pernah pergi sekalipun saya berusaha mengusirnya. Jadi tolonglah bersikap layaknya partner. Kita bukan teman yang bisa menghabiskan waktu keluar bersama. Lebih dari itu. Inilah bagian paling saya sesalkan. Keurom..." cukup cepat aku ungkapkan semua yang tidak aku persiapkan sama sekali. Semuanya ucapan tersebut mengalir begitu saja. Aku lega mengatakan bahwa aku sakit karenanya. Dengan menundukkan sedikit kepala berlalu meninggalkannya diam di tempat.
Kyuhyun hanya membeku di tempat. Mencerna kembali ucapan Hyerin yang penuh dengan luka. Benarkan. Semua sudah tidak sama lagi. Bodoh. Apa yang kau harapkan dari wanita yang telah kau sakiti.
Beberapa hari kemudian.
Kyuhyun menyambangi sebuah sekolah. Dari dalam mobil ia memperhatikan kerumunan anak-anak kecil keluar. Menunggu jemputan orang tersayang mereka. Bukan hal yang tidak sengaja kyuhyuhn berada disini. Ia ingin bertemu dengan anaknya. Yang dulu akibat kesalahannya ia melewatkan berita bahagia tentang bayi yang berada di kandungan Hyeri.
Bocah laki-laki dengan sikap dingin berjalan menuju taman sekolahnya. Menunggu sang paman menjemput. Ia belum memiliki teman satupun. Karena sifatnya persis seperti ayahnya. Hanya ramah dan manis bersama orang yang kenal dekat dengannya. Duplikat kyuhyun.
Kyuhyun keluar dari mobil dan mendekati bocah kecil tersebut. Menatap lekat bocah itu. tatapan yang sarat akan kerinduan. Dia melewatkan banyak waktu sia-sia tentang kehadiran Ri Hyun dan pertumbuhannya.
"Aku seperti bercermin. Kamu persis seperti diriku waktu kecil" ujar kyuhyun tanpa sadar. Bahkan kini ia tepat berada di depan bocah itu.
"Aku berharap benar-benar tidak persis dirimu mister. Stop staring at me." Balas Ri Hyun dingin.
"oh ya maafkan aku bocah kecil. Tapi kau memang persis seperti diriku."
"No, i'm not. My mom said dont talk with stranger."
"I'm not stranger. Dont worry. I really good person"
"you're not" lirih Ri Hyun dengan benci.
Mereka bicara dalam diam. Kyuhyun yang begitu ingin memeluk anaknya. Begitu pula Ri Hyun. Bagaimana ia marah dan benci dengan perlakuan ayahnya. Tetapi tetap ia seorang anak yang merindukan kasih sayang seorang figur ayah.
"Are you ever fallin love mister?" tanya Ri Hyun tanpa sadar. Memecahkan kesunyian yang tercipta. Pertanyaan ini mengejutkan bagi kyuhyun.
"yeah. Why you asked like that boy?" kyuhyun penasaran dengan pertanyaan tiba-tiba Ri Hyun.
"did you really love her" tanya Ri Hyun lagi berbisik tapi cukup didengar oleh Kyuhyun.
"of course I did" balas kyuhyun dengan mantap.
"you're liar." Ucap Ri Hyun di dalam hatinya.
"my mom fallin love and merried. She loved him so much. But you know, i think she fallin love with wrong guy cause that guy choose his past more than anything. My mom broken. she said having me is the best gift. But guess whats, everytimes she look at me i knew she's sad. Because she saw that guy on me. She always said mom okay son. Mom always loving you. Dont leave me. Now i know my mom really broken into pieces."
"I love my mom. I'll be everything to her."
Kyuhyun tergugu. Ia tahu laki-laki yang dimaksud oleh anaknya itu adalah dia sendiri. Kehadiran wanita masa lalu yang dulu sangat dicintai itu membuatnya gamang menentukan hati. Hingga keputusan akhirnya adalah ia salah dalam memilih.
Dan itu menghancurkan wanita yang tulus mencintainya.
"Son, if you know that guy was me. I'm sure you will be mad. Sorry..." gumam kyuhyun begitu pedih.
Keheningan kembali menjalar. Jemputan Ri hyun belum kunjung tiba. Dan kini kyuhyun malah sibuk berdebat dengan pikirannya untuk mengatakan yang sebenarnya. Tapi belum saatnya. Cukup saja begini dulu. Perlahan-lahan.
"whats happen with your face mister? Did I say something wrong?" tanya Ri Hyun setelah mengamati raut wajah kyuhyun. Dia tahu, Ri Hyun tahu bahwa itu efek dari cerita mengenai ibunya.
"No its not. Just remember a few thing that I didn't finish. You know my works. hahaa" kyuhyun salah tingkah dan tertawa garing mengingat kebohongannya. "Well little boy, I should go. Sebentar lagi jemputanmu pasti akan datang." Kyuhyun pun berlalu meninggalkan Ri Hyun yang masih menatap punggung appanya dengan tatapan luka.
"You did this to us. So don't show up with your regret face." Bisik Ri Hyun seolah menyampaikan pesan lewat hembusan angin kepada pria yang menuju ke mobil.
"Hey boy maafkan hyung terlambat menjemputmu. Ehm you know have a little problem on the road."
"you're so damn late ajusshi." Umpat Ri Hyun kesal.
"words boy... bisakah kau saring kata-kata kasar yang kau dapatkan di hollywod sana. Kita berada di Korea. and like I said before call me hyung not ajusshi. Its sounds old to me boy."
"nagging again... buzzing like mosquitoes. Stop it. Dont you know i'm so hungry. Please take me home hyung"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love drown me into a deeply hurt
Fiksi PenggemarKisah menyakitkan hyeri tentang percintaan dan rumah tangganya bersama seorang cho kyuhyun. kisah yang hyeri rajut tanpa mengetahui dia bukanlah wanita penuh menguasai hati kyuhyun. namja itu masih berada dibayangan wanita pertamanya.
