Part 7 - Ri Hyun

149 8 0
                                        

Hi sorry for late update *bow


you know, not one idea come out from my big head. well i'm stuck. But, couple days ago i wrote one chapter for the next story about Hyeri and Kyuhyun. Thanks god help me out


Are you anxious to find out whats happen next between them ??

Read it out....


Enam tahun berlalu. Banyak hal yang telah berubah dari sosok Lee Hyeri. Wanita itu sungguh anggun dengan status singleparent nya. Sungguh dikagumi dengan status yang didampuk menjadi penerus Lee Dept Store. Lee Dept Store tidaklah seperti dulu lagi. Jangkauannya tak terbatas. Hyeri menjadi business women yang dipuja oleh laki-laki pengusaha. Baik itu orang tua yang ingin menjadikannya menantu atau pengusaha muda dengan semangat bergelora mencoba mendekatinya.

Tak ada yang mampu mengetuk hatinya lagi. Jauh sejak ia mendeklarasikan bahwa ia mencintai seorang kyuhyun. Sejak itulah luka mulai mekar. Dan sejak itulah cinta yang besar bergeser sedikit demi sedikit menjadi benci. Menciptakan dinding penuh kabut hitam dan kokoh. Inilah jalannya itu membentengi diri untuk tidak jatuh lagi.

Hyeri tak akan membuka kesempatan itu. sekarang pasokannya hanya satu cukup pangeran kecilnya Lee Ri Hyun. Letihnya lenyap. Kecewanya lenyap. Sakitnya pun lenyap dengan melihat betapa lucunya pangeran kecilnya. Lee Hyeri bersyukur hal itu.

Hebatnya hyeri tetap mengatakan siapa ayah bocah itu. betapa dia mencintai kyuhyun. Memang Ri Hyun tak pernah mengungkit soal ayahnya. Bocah kecil itu terlalu takut melihat ommanya larut dalam sedih. Ri hyun tau karena pernah tak sengaja mendengar obrolan Siwon dan Hyemi tentang appanya. Tentang betapa terpuruk ommanya dulu.

Berbekal obrolan yang tak sengaja ia dengar, Ri Hyun mulai mencari tau apa yang terjadi tepat enam tahun lalu. Internet. Semuanya ada disana. Bocah itu sungguh pintar, tidak dia jenius. Dia boleh bocah kecil di depan siwon, hyemi dan sungmin. Dia boleh diagungkan pengeran kecil yang tampan oleh ommanya. Tapi tidak dengan pikirannya.

Artikel-artikel lama mulai tampak dilayar komputer Ri Hyun. Artikel tentang asal mulanya hubungan omma dan appanya. Keromantisan omma appanya. Wanita bernama Park Jaena. Rajutan cinta lama appanya. Drama tipuan yang dimainkan appanya. Tersisihkan wanita terkasihnya, omma. Kehancuran idolanya, omma yang terpuruk. Itulah kesimpulan berbagai macam artikel yang ia temui.

Sejenak Ri Hyun terpaku menatap foto Kyuhyun di komputernya. Betapa ia begitu persis dengan laki-laki jahat itu. Ri Hyun meringis.

"Omma pasti melalui waktu yang berat memerangi lukanya. Karena aku tumbuh persis seperti laki-laki ini. kini aku menyesal mengagumi ketampanan yang nyatanya turunan seorang laki-laki brengsek. Appaku." ya, Ri Hyun telah mencamkan laki-laki itu jahat melukai ommanya. Mata itu tampak berkabut. Dipenuhi amarah yang besar. Kekecewaan. Kehancuran. Kepedihan. Segala yang menyesakkan hatinya. Apalagi hati dari seorang wanita lembut ommanya. Kalau bisa ia ingin menepis kodratnya yang terlahir sebagai keturunan Cho Kyuhyun.

"Ri Hyun-ah, adeul... omma pulang..." teriak Hyeri menggema. Dengan cepat Ri Hyun menutup semua artikel itu. menghapus catatan history browsernya. Ia tak mau ommanya tau apa yang ia temukan. Karena Hyeri selalu memeriksa dan mengontrol penggunaan komputer Ri Hyun. Bocah itu tak mau melihat ibunya terluka lagi.

"eoh omma. Bagaimana harimu omma, melelahkan?" ya Ri Hyun selalu menyambut Hyeri ketika pulang kantor. Menanyakan hari ommanya, memberikan senyuman dan memeluk hangat. Sebuah kebiasaan yang manis antara ibu dan anak.

"Ne adeul, hah untunglah omma punya kau, siwon sungmin ajjushi dan hyemi imo. Kalian selalu menyemangatiku."

"Keurom, aku pangeranmu. Aku mencintaimu omma. Saranghae nomu saranghae." Ucap Ri Hyun lirih. entah kenapa ia ingin mengungkapkan betapa besar rasa cintanya pada Hyeri.

"wua omma seperti mendengar pernyataan cintamu adeul." Goda Hyeri dengan mencubit pipi Ri Hyun yang gembil.

"Ommaa..." rajuk Ri Hyun manja.

"Geure... omma lebih mencintaimu Ri Hyun-ah. Uri adeul." Hyeri tersenyum hangat memeluk Ri Hyun. Sedangkan Ri Hyun terdiam, mencoba menyelami pikiran ommanya. Hanya satu yang ia temukan, bahwa ia sangat berharga bagi ommanya. Bahwa ia berjanji tak akan melukai Hyeri layaknya laki-laki brengsek itu.

"Omma"

"Hmmm"

"Omma cepatlah mandi. Aku lapar. Ajumma Ahn sudah dari tadi menyelesaikan masakannya." Menyadarkan Hyeri dari lamunannya.

"Keure.. kalau begitu makanlah terlebih dahulu adeul." Ujar Hyeri dengan tersenyum lembut.

"Ani... aku mau makan malam bersama omma. Aku tak mau melewatkan momen kita makan bersama berdua" protes Ri Hyun dengan aegyonya.

"aigoo.. anak omma sangat romantis. Baiklah omma akan mandi. Mandi kilat. Biar uri adeul tidak semakin kelaparan." Hyeri beranjak pergi ke kamarnya setelah mengecup singkap pipi anaknya.

Ruang Kerja Hyeri...

"Hyeri-ah kali ini kau harus kembali. Aku tak mampu lagi mengontrol orang-orang yang ingin mengambil alih kepemimpinan ajjushi. Jika kau disana, mereka tak akan meragukanmu." Jelas siwon hati-hati.

"Oppa..." bisik Hyeri lirih

"Naega arra Hyeri-ah. Kau takut bertemu kembali dengannya bukan? Jebal ini sudah enam tahun. Hoksi kau masih mencintainya?"

"ak..ak..akku hanya takut kembali terluka ketika bertemu dengannya kembali oppa." Cicit Hyeri begitu lirih.

"Hei Hyeri, korea itu luas. Dia sibuk. Kau juga luar biasa super sibuk. Mana mungkin ada kesempatan kalian akan bertemu, hm?" pujuk Hyemi meyakinkan Hyeri.

"tenanglah... ada oppa, siwon dan Hyemi. Dan apa kau tak kasian dengan Ri Hyun yang sangat penasaran dengan Korea tempat lahir ibunya, ajjuushi dan imonya? Dia selalu memintaku bercerita saat menghantarkannya tidur" kata sungmin menengahi.

"Aku takut jika suatu saat kyuhyun mengambil Ri Hyun dariku. Aku tak mau. Aku tak bisa. Ri Hyun anakku oppa" ucap Hyeri yang hampir histeris.

"Hei hei tak akan kubiarkan dia mengambil keponakanku darimu. Kupastikan itu" ujar siwon berjanji. Kalau bukan masalah perusahaan. Ia takkan memaksa Hyeri untuk kembali.

Sedangkan dibalik pintu ruangan, Ri Hyun tak sengaja mendengar perdebatan itu. ia tak sengaja mengintip dibalik celah pintu yang sedikit terbuka. Menyaksikan langsung raut ketakutan ommanya. Ri Hyun terpekur untuk pertama kali melihat ommanya menangis histeris.

Lagi Ri Hyun menekatkan diri akan menjauhkan omma dari laki-laki brengsek itu. menjauhkan dirinya jika laki-laki brengsek itu mengahampirinya. Ia harus memberikan pelajaran pada laki-laki brengsek itu melukai ibunya. Mengabaikan dia sebagai anaknya. Cukup sudah benci itu memupuk hebat.

Ri Hyun kembali berpura-pura baru pulang dari sekolah masuk ke ruang ibunya.

"Omma aku meminta ajjushi Ahn mengantarkanku kesini. Aku bosan di rumah. Eh ada ajjushi dan imo. Hai ajjushi imo apa kabar?" Hyeri kalang kabut menghapus jejak air matanya. Siwon sungmin Hyemi tersenyum canggung salah tingkah.

"Eh uri Ri Hyun. Bagaimana sekolah hari ini sayang. Apa ada gadis cantik yang mendekatimu hm?" ucap sungmin asal mengalihkan perhatian Ri Hyun dari Hyeri.

"Ajjushi jebal jangan menanyaiku lagi tentang gadis-gadis menyebalkan yang selalu mengikutiku. Aku tidak suka oke."

"Aigo anak omma yang tampan banyak pengemarnya hmm, adeul ingat jangan melukai hati gadis-gadis eoh." Ucap Hyeri setelah bisa mengendalikan dirinya. Dan menggoda anaknya.

"aku memang tampan omma. Kan aku pangeran jadi harus tampan. Aku tak melukai mereka, mereka yah cuma menyebalkan yah menyebalkan." Ujar Ri Hyun manis namun hatinya bersuara "Aku tau omma, omma tak ingin aku menjadi laki-laki jahatkan. Seperti laki-laki brengsek itu. Dan aku tau omma tak ingin gadis-gadis itu merasakan luka yang sama sepertimu. Aku mencintaimu omma."

DnU

Love drown me into a deeply hurtCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang