5. IcedBoy

54 12 0
                                    

Author POV

Jam pelajaran pertama sudah berakhir. Karena setelah pelajaran ini adalah pelajaran MTK yang merupakan neraka dunia bagi Unara.Unara segera bangkit ingin cepat-cepat pergi dan cabut dari pelajaran tersebut.

Ia melihat cowo yang sedang duduk dibangku sebelahnya sambil memakai earphone berwarna hitam dengan mata terpejam dan kepala yang di sandarkan pada kursi sehingga pandangannya menengadah keatas walaupun matanya terpejam.
Berhubung Unara dan Dave duduk di kursi paling pojok belakang yang sisi kirinya menempel pada tembok, mau tak mau Unara harus menyuruh si Dave untuk berdiri dan keluar terlebih dahulu, baru Unara juga bisa keluar.

Tapi, seakan-akan Unara bisa membaca kejadian selanjutnya jika ia berbicara pada Dave, Unara mengurunkan niatnya untuk berbicara pada Dave agar dia mau menyingkir untuk membiarkan Unara keluar.

"Kalo gue ngomong sama nih, anak. Bukannya gue bisa keluar dengan cepet malah pasti tambah ribet urusannya." batin Unara, lalu melirik sinis kearah Dave yang masih sibuk dengan mata terpejamnya sambil mendengarkan musik lewat earphone nya.

Tiba-tiba Unara menemukan ide --yang sedikit gila-- agar bisa keluar dari bangkunya.

Ia langsung melompat kearah meja --dengan gerakan seperkian detik-- keluar dari bangku yang berada di paling pojok. Lebih tepatnya menaiki meja agar bisa keluar.

Kelakuan Unara berhasil membuat Dave membuka matanya dan berhasil dibuat terkejut olehnya. Sedetik kemudian Dave langsung mengubah mimik wajah nya kembali seperti normal --alias es batu-- takut keburu ada yang melihat perubahan wajah Dave.

Dan tanpa rasa berdosa sama sekali Unara melengos keluar dari kelas dengan santai.

"Gila tuh cewek! Oh tidak. Tunggu. Bahkan untuk kata manusia aja dia gak pantes apalagi Cewek! Cowok aja belom tentu kelakuannya kayak dia itu" celetuk Dave dalam hati.

Dilain sisi Unara sudah menduduki salah satu tempat duduk di kantin sekolah nya itu. Ia lebih memilih duduk di bangku paling pojok dan paling belakang. Entah kenapa Unara merasa lebih nyaman duduk disini. Dibangku ini tidak terlalu menjadi pusat perhatian, dan sepertinya angin juga lebih banyak berhembus lewat sini, membuat rasa nyaman yang sangat di inginkan oleh Unara.

Tiba-tiba terdengar suara dentuman langkah seseorang yang seperti nya sedang berjalan kearah meja Unara. Oh tidak. Mungkin saja berjalan kearah meja lain. Unara saja yang sepertinya menganggap terlalu pede.

Tapi, sepertinya tidak. Suara dentuman langkah seseorang itu makin terasa jelas dikuping Unara. Ya. Orang itu sedang berjalan kearah Unara.

Tiba-tiba Unara sudah melihat sepasang kaki di bawah meja makan --kantin-- nya itu sedang berdiri dihadapan nya. Dengan perasaan malas Unara menengadahkan kepalanya untuk melihat siapa yang menghampirinya barusan.

Dan...

"Hai..."

---------

PIC DAVE ADA DI MULMED OKE.

Oke tambah lama tambah acak ya nih cerita. Okelah gakpapa bagi yg masih mau baca cerita gak jelas ini dipersilahkan kok. Jgn lupa vomment nya yaps!

This Is My Love LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang