6. Who him?

44 10 0
                                    

"Hai..."

Sapa seseorang tadi --yang berdiri di depan meja kantin Unara-- yg ternyata adalah seorang cowo.


Unara hanya memasang tetap wajah dinginnya.

"Gue boleh duduk sini ya?" tanpa persetujuan Unara lelaki tersebut sudah menduduki kursi yang berada dihadapan Unara. "Gue Gavin?" lanjutnya sambil menjulurkan tangan.

Unara hanya menatapnya tangan tersebut dingin tanpa berminat untuk membalas uluran tangan tersebut.

"Gue Unara" ucap nya singkat, padat dan jelas --tanpa membalas uluran tangan Gavin--.

"Eh iya"jawab Gavin kikuk lalu menurunkan tangannya.

"Lo pindahan ya?" tanya Gavin, Unara hanya mengangguk. Gavin hanya ber-oh ria selanjutnya.

Dan sekarang hanya keheningan yang mengisi keduanya. Baik Unara maupun Gavin tidak ada yang berbicara setelahnya.

"Nih dek pesanannya" ucap pelayan kantin memecah keheningan diantara keduanya. Unara hanya tersenyum lalu mengangguk dan memberikan sejumlah uang.

"Nih cewek kalo senyum cantik bener anjir." batin Gavin terkagum.

Unara menatap Gavin--yang sedang menatap Unara terang-terangan-- dengan bingung. Sedetik kemudian Unara sadar apa yang sedang Gavin pikirkan di otaknya. Unara segera menatap Gavin dengan tatapan apa-lo-liat-liat?!.

Gavin yang tersadar ditatap seperti itupun langsung terbangun dari lamunannya dan hanya nyengir gak jelas.

"Gue tau gue cantik. So, biasa aja." ucap Unara datar tetapi tepat.

"Hah? Eh- gak ada yang bilang lo cantik kok." elak Gavin kikuk.

"Mulut lo gak. Tapi pikiran lo yang bilang. Jangan dikira gue gak tau."

"Sok--"

"Gue bisa baca pikiran orang." potong Unara cepat. Gavin membelalakan matanya kaget dengan sedikit menganga kan mulutnya.

Unara memutar matanya malas "Biasa aja, kali"

"Hah? Eh, gue kekelas dulu ya. Bye, Unara" ucap Gavin kikuk kemudian pergi meninggalkan Unara.

"Ya."

---------

Unara memasuki kelasnya yang ternyata sedang tidak ada guru sekarang. Ia berjalan kearah meja belajarnya. Matanya bertemu pandang dengan Dave.

Dari mana aja tuh cewek bodoh.

Ucap Dave dalam hati yang berhasil dibaca oleh Unara.

"Perhatian amat sampe nanyain" celetuk Unara.

Dave hanya mengangkat alis tak mengerti mendengar Unara bebicara seperti itu.

"Gue bisa baca pikiran orang, bodoh." ucap Unara seperti tau apa yang ingin ditanyakan Dave. Oh tidak. Unara memang tau.

Dave hanya menghela napas nya. Sedetik kemudian wajahnya kembali dingin.

"Minggir gue mau masuk."

Dave beranjak dari tempatnya dan membiarkan Unara masuk dengan layak. Hahaha.

Dave duduk kembali dikursinya sesudah Unara duduk juga dikursinya.

"Eh pinjem earphone dong" ucap Unara datar sambil menghadap kearah Dave.

Dave membalikan juga badannya menghadap Unara masih dengan sikap dingin nya.

Kayak gue punya aja.

Dave baru ingin bersuara tiba-tiba Unara sudah memotong terlebih dahulu "Gue udah tau lo gak ada earphone"

Dave mengerutkan keningnya. Sedetik kemudian ia teringat Ah, iya. Dia melupakan satu fakta bahwa perempuan disebelahnya ini bisa membaca pikiran orang.

---------

Okefix gue tau chap ini gaje bgt, buntu bgt gue tiba-tiba. Btw ini blm ada konflik sm skali wkwk. Btw yg di mulmed foto Gavin ya key.

Jgn lupa vomment ok!

This Is My Love LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang