Paginya Abel hampir terlambat karena begadang mengerjakan pr matematikanya.
'Seharusnya gue ga fangirling ria tadi malem' batinnya kesal.
"Lo ngaps nyet ngos - ngosan gitu?" Tanya Vanya
"Lo abis dikejar banci lampu merah ya mbing?" Tanya Rea.
"Oh gue tahu! Pasti tadi lo panggilan alam di ponten tapi gak bayar kan?! Hayo ngaku lo njing!" Tuduh Neta.
"Lo berisik amat kayak ibu - ibu mau lahiran kembar 20! Sebutin aja satu - satu hewan yang di Ragunan!" Sembur Abel kesal.
"Emang ada ya ibu - ibu lahiran sampe kembar 20?" Tanya Neta dengan muka polosnya.
"YA KAGAK ADA LAH GOBS!"
***--***
Bunyi bel istirahat akhirnya berbunyi juga. Abel, Vanya, Rea, dan Neta pun langsung ngacir ke kantin dan memilih tempat di pojok kantin agar bisa melihat para cogan tanpa ketahuan.
"Eh itu ada si Rendra. Tumben amat dia ke kantin." Seru Rea.
"Eh iya tumben bet tuh si culun ke kantin, biasanya tiap hari bawa bekal." Kata Vanya.
"Alay lo pake bahasa gaul segala njing." Komentar Abel kepada Vanya.
"Yee suka - suka gue dumz, gue kan emang gahoel bet" kata Vanya sambil mengibaskan rambut gelombangnya.
"SEMERDEKA LO!" Komentar ketiga temannya.
"Tapi girls gue kepo max sama si Rendra. Soalnya kan si culun gak pernah menginjakkan kaki di kantin tercinta ini." Kata Abel.
"Lo juga alay pake ngatain gue segala! Eh tapi iya juga sih girls gue juga kepo. Gimana kalo kita ikutin dia aja?" Saran Vanya.
"SETUJU!!" Kata mereka kompak.
Mereka pun mengikuti Rendra. Ternyata Rendra menuju gedung belakang sekolah yabg rumornya angker banget.
Sesampainya di gedung, Rendra meletakan bakso & es tehnya di atas kursi kosong dan seperti berbicara sendiri.
"Eh gue kok jadi merinding gini ya?" Bisik Neta.
"Guee jugaaa" kata mereka serempak.
"Gimana kalo balik aja?" Saran Abel.
"Yaudah yuk"
***--***
"Darimana saja kalian?!" Kata-bentak- bu Ayu. Bu Ayu adalah guru IPA kelas X-A - X-D, dan Abel dkk adalah kelas X-A. Namanya sangat berbanding terbalik dengan keadaanya. Bu Ayu termasuk dalam list 'guru killer' seantero SMA Garuda Bangsa. Ia bertubuh gendut, berjilbab, berkaca mata, dan sangat disiplin jika tentang waktu.
"M-maaf bu, kami tadi dari toilet." Kata Abel.
"Di kelas yang saya ajar tidak ada yang boleh ke kamar mandi berjama'ah! Sebagai hukuman, kalian harus membantu pegawai kantin mencuci piring hingga jam saya selesai! Mengerti?" kata bu Ayu panjang x lebar.
"Mengerti bu." Jawab mereka serempak.
'Dasar bu Ayu tong tong tega amat! Perasaan emak gue ga gitu gitu amat!' Gerutu Vanya. Saat mereka jalan menuju ke kantin, mereka baru menyadari sesuatu.
"Guys lo tadi liat gak kalo Rendra ada di kelas?"
