Perasaan Yang Mulai Tumbuh

105 6 0
                                        

Hari-hari itupun terus berlanjut, aku makin dekat dengan kak Seanada. Jika bertemu dimanapun, dia selalu menyapaku. Selalu meng-SMSku duluan. Bahkan dia meng-Invite pin bbmku. Padahal aku tak pernah memberitahunya. Aku juga tak pernah minta promote ke siapapun. Jadi, darimana dia mendapatkannya? Hmm... tetapi biarlah. Yang penting aku bisa makin dekat dengan kak Seanada! Aku sangat menyukainya. Dia baik,sopan,dan yang paling utama adalah, dia seorang yang dikenal guru karena kePintarannya. Aku tau, bukan aku saja seseorang yang mengaguminya. Banyak perempuan, terutama di jurusan boga dan busana, yang sangat ngefans kepadanya. Aku tau itu, karena saat kak Seanada bermain futsal di lapangan, pasti ramai anak jurusan boga dan busana. Tapi setelah kak Seanada berhenti bermain, seketika lapangan menjadi sepi penonton. Bahkan ada seorang perempuan, yang saking sukanya sama kak Seanada, sampai-sampai nekat mendekatinya dikerumunan anak-anak tehnik listrik, lalu dia memberikan minuman dingin ke kak Seanada, sampai akhirnya dia diledeki alias di cie ciein. Mungkin niatnya baik, tapi enggak banget deh caranya.....

Pada saat perempuan itu pergi, aku melihat kak Seanada sama sekali tidak membuka minuman dingin itu, dan malah memberikannya pada teman-temannya. Aku yang sedari tadi duduk didepan kelas sambil memperhatikannya, tiba-tiba tersadar akan satu hal.
Kak Seanada mendekat kearahku, dan langsung duduk di sampingku.

"Hey Se. Kamu ada minum nggak? Seret nih" dia berkata sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Tadi dikasih anak boga kok ga diminum?" Ledekku sambil tertawa melihat tingkahnya.
"Kakak gasuka aja. Kakak ga minta soalnya. Kecuali kalo kakak minta. Kayak kakak minta ke kamu nih. Dikasih ga?" Lagi-lagi dia mengedip-ngedipkan matanya.
"Iyanih. Abisin aja kak, gapapa kok"
Baru selesai berbicara, ku lihat botol minumku sudah kosong. Padahal tadi sebelum dia minta, botol itu masih penuh. Lalu aku kembali berbincang-bincang dengannya. Dan tiba-tiba, dari balik kaca jendela kelas. Ada seperti suara-suara. Dan ternyata itu adalah teman-temanku.

"Oh ini se yang namanya seanada. Kok putihan dia daripada kamu se?"
Itu suara Zinan. Aku tau itu, karena dia sangat senang membully seperti itu. Wajar kulitku coklat. Aku kan wanita penghantam lapangan, alias anak paskibraka. Yang kerjaannya dari pagi hingga malam berada dilapangan pada saat hari latihan.
Aku langsung cemberut, tapi kak Seanada hanya tersenyum sambil tertawa kecil. Dan itu membuat hatiku tentram.

"Se, makasih ya minumnya. Kakak ke kelas dulu, mau makan bekal. Lain kali makan bekal bareng yuk? Mau kan?"

Aku mengiyakan. Lalu dia pun pergi sambil tersenyum kepadaku. Dan suara suara ledekan itu muncul lagi dari balik jendela. Teman-temanku itu sungguh rusuh.

Aku masih duduk didepan kelas. Sambil senyum-senyum. Lalu ada seseorang perempuan menghampiriku.

"Seaaan! Ciee siapa tuh tadi? Mesra banget kan, sampe bikin anak anak busana sama boga bertanduk, haha."

Yap. Suara itu, itu adalah temanku. Teman dekat selain 7 kuproy yang berada dikelasku, dia Dari kelas Tav 3. Namanya Zara. Dia cantik,baik,pintar,bijaksana dan rajin menabung, dia adalah teman pertamaku di sekolah Ini waktu MOPD, tapi ternyata, setelah pembagian kelas, kita terpisah, tetapi kita masih dekat.
Entah kenapa, banyak yang suka curhat ke Zara, mungkin karena dia adalah pendengar dan pemberi nasihat yang baik.

Eh, tunggu. Apa katanya tadi?? Anak boga dan anak busana, bertanduk? Setelah sadar akan kata-kata Zara. Aku langsung melihat ke gedung Boga dan Busana. Benar saja, mereka sedang memelototiku. Aku jadi agak takut. Seram sekali perempuan jika sedang cemburu. Bukan hanya satu atau dua. Banyak weh yang bertanduk! O.o

Melihat tingkahku yang kaget itu, Zara langsung menarikku ke kelasnya. Dan berbicara mengenai kak Seanada.
"Jadi, dia sudah meng-SMSmu?"

"Sudah? Apa maksudnya sudah? Kamu yang ngasih nomorku,Ra?" Tanyaku bingung.

"Yang minta ke aku itu Asyifa. Tapi ada dia juga waktu pas Asyifa minta nomormu itu. Dia sepertinya suka sama kamu Se."

Lalu aku mengelak, "ah, aku ini biasa saja. Orang setampan dia impossible bisa suka sama aku"

"Kamu itu cantik Se. Lugu, baik, manis, walaupun kalau belum kenal itu, terlihat sinis. Tapi kalau sudah kenal, pasti langsung nyaman deh." Puji Zara. "Kau tau? Sewaktu kau sedang tak melihat kearahnya pada saat bermain futsal. Dia memperhatikanmu sambil tersenyum." Lanjutnya.

"Zara, kau sampai memperhatikannya seperti itu?"
"Iya se, aku memperhatikan dia. Aku ingin tau saja, kalau gebetannya itu benar-benar kau." Sambil mencubit pipiku.

Aku hanya bisa tersenyum. Dan kembali memikirkan kak Seanada. Apa benar dia menyukaiku? Aku takut ke-PeDean.. huuuh.

BelieveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang