Happy reading~~
•••••••••••
07.56
Diandra PoV~
Gatau kenapa, sekarang setiap ngeliat Aldi gue gak betah. Bukan karena gak suka, tapi mungkin kebalikannya. Iya, gue akui. Gue suka dia.
Tapi dilain sisi, gue tau kalau Dina juga suka sama Aldi. Btw, Dina itu teman sekolah Bella waktu SD dan sampai sekarang pun begitu. Gue juga gak enak hati sama Dina.
Plis siapapun bantu gue
oOo
"Hoi Di! Ngelamun aja lo, masih pagi juga. Kenapa sih?" kata Bella ke gue.
Sekarang lagi jamkos, alias jam kosong di pelajaran Bahasa Indonesia. Kata ketua kelas sih, gurunya lagi izin gak masuk.
Udah dikasih tugas juga, tapi udah pada selesai. Tugasnya mudah banget, cuma disuruh buat lawan kata sama persamaan kata gitu.
"Eh, nggak. Ini gue lagi pikirin ibu Sari aja kenapa nggak masuk" gue balas pertanyaan Bella dengan bumbu kebohongan.
Tapi kayaknya dia tau deh, soalnya kelihatan dari mukanya yang gimana gitu. Gak bisa di deskripsi.
"Bohong banget. Biasanya juga lo kalau jamkos gini main sama yang lain sambil cerita cerita tentang idola kalian. Cerita aja geh"
Apa iya gue cerita ke Bella? Tapi nanti dia malah ngeledek gue
"Eumm... Gue kepikiran sama, Dina" ucap gue ragu-ragu. Takut Bella malah teriak dan buat seisi kelas kepo.
-----------
Author PoV~
"Eumm... Gue kepikiran sama, Dina" ucap Diandra ragu-ragu kepada Bella.
"Kenapa? Masalah Aldi ya?" Pas banget!
"Kok lo tau?" tanya Diandra kayak orang mati penasaran.
"Yailah, Dina cerita sama gue. Katanya dia suka sama Aldi, tapi lo juga suka kan sama Aldi?"
Yes
"No, bukannya suka. Aduh, gimana ya bilangnya?" bingung. Itu yang dirasakan oleh Diandra saat ini.
"Udah, cerita sama gue. Gue janji bakalan jaga rahasia lo. Atau kita perlu pinkie swear?"tanya Bella. Diandra tersenyum.
"Oke. Jadi, gue saat ini suka sama dia. Tapi setelah tau Dina juga suka, gue pengen buat diri gue gak suka sama dia lagi. Dan asal lo tau, gue awalnya gak suka tau sama dia. Tapi karena mau bantu Fani aja" penjelasan Diandra mampu didengar baik oleh Bella. Namun saat kalimat terakhir, Bella mengerutkan dahinya heran.
Karena mau bantu Fani? Maksudnya apa? -Bella
"Ya kenapa lo gak minta tanggung jawabnya si Fani aja? Kan dia yang udah--"
"HAH? MINTA TANGGUNG JAWAB? KALIAN NGAPAIN?"
Ucapan Bella terpotong oleh teriakan David, otomatis seisi kelas ini menoleh kearah suara. Anjir emang.
"Busetdah woi apaan sih lo. Biasa aja kali!" tutur Diandra dengan ekspresi sedikit kesal.
"Tau nih! Nyambung aja. Kamvretoh" Bella menggerutu kesal -lebih kesal dibanding Diandra-.
"Lagian lo ngapain coba? Pakai bilang minta tanggung jawab. Lo dihamilin?" ekspresi David dibuat-buat. Najis.
"A-MIT A-MIT gue astagfirullah. Jangan nyebar fitnah dong kalau gak tau aslinya. Lagian Bella kan belum selesai ngomong, lo nya aja yang otaknya gesrek"puncak kekesalan Diandra berhasil muncul. Kalau udah gini, biasanya ada perang dunia ke-3!
-----------
Aldi PoV~
"Hahahahha"
"Oke! Sekarang lo Van yang putar spidolnya"
"Aldi! Lo kena. Truth Or Dare?" tanya Vandi ke gue.
Karena daritadi Dare nya aneh aneh, gue jawab Truth.
"Siapa cewek yang lo suka di kelas?" tanya Affa, anak yang lumayan pintar di MTK, sampai kadang gue suka nyontek ke dia.
Pas lagi mikir mau jawab apa, tiba tiba..
"HAH? MINTA TANGGUNG JAWAB? KALIAN NGAPAIN?"
Gue dengar David teriak. Kaget, ngapain coba dia teriak begitu?
Setelah gue fokuskan mata gue ke sumber suara, ternyata disana ada Diandra dan Bella.
Ada apa? Tanya gue dalam hati.
"Busetdah woi apaansih lo. Biasa aja kali!" Diandra ngejawab ucapannya David, kayaknya kesel gitu.
"Tau nih! Nyambung aja. Kamvretoh" kini Bella yang teriak. Sahabatnya Diandra, gue tau dari Affa. Dia yang cerita tanpa gue minta.
"Lagian lo ngapain coba? Pakai bilang minta tanggung jawab. Lo dihamilin?" David ngejawab lagi. Kayaknya dia gak setuju gitu dibilang kamvret ha ha.
"A-MIT A-MIT gue astagfirullah. Jangan nyebar fitnah dong kalau gak tau aslinya. Lagian Bella kan belum selesai ngomong, lo nya aja yang otaknya gesrek" oke suara Diandra naik 1 oktaf. Gue bisa dengar perubahannya karena semenjak David teriak, kelas hening.
"Ya maaf deh, gue kirain kenapa"
Liat ekspresi David, kok gue mau muntah ya? Dia sok imut gitu minta maafnya. Ibarat kata tuh kayak boneka chucky.
Shh.. Bukan, kayak boneka hello kitty gitu sok kyut.
"Gue maafin, makanya lain kali jangan sok tau. Malu dikit kek kalau salah" Diandra maafin David. David dengan tampang malu-malunya pergi lagi ngerusuhin tiap sudut kelas.
Gue pernah liat Diandra marah, emang sih ngalahin singa. Tapi kenapa sekarang malah dimaafin gitu ya?
Tiba tiba gue liat Fani pergi kearahnya Diandra. Fani kayaknya nanya kenapa Diandra bisa gitu. Gue masa bodo, akhirnya gue lanjutin buat main ke temen temen lagi.
-----------
Author PoV~
"Lo kenapa Di? Minta tanggung jawab siapa?" Fani bertanya dengan wajah keponya.
Diandra menggeleng.
"Dia gue suruh minta tanggung jawab ke lo. Soalnya karena lo, dia jadi beneran suka sama Aldi. Padahal awalnya biasa aja" jawab Bella frontal gak pakai basa basi lagi.
Diandra yang mendengarnya hanya dapat melongo seperti nobita yang baru ketemu doraemon di film stand by me doraemon. Melotot sama buka mulut lebar lebar. [Check Mulmed]
"Masa sih Di? Aduh maaf deh, gini aja. Sebagai gantinya gue bantu lo juga deh" Fani merasa bersalah.
"Gak perlu" jawab Diandra dengan jawaban yang sesingkat singkatnya.
"ALDI DIANDRA SUK--mpphh"
•••••••••••
Bersambung doeloe hehe
Vomment yaa, thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Stupid Girl [COMPLETED]
Teen FictionDiandra Calissa Putri, cewek yang bisa dibilang cuek dengan hal apapun, namun kadang juga bisa kepo banget dengan hal apapun. Diandra suka sama teman sekelasnya, Aldi Carel Darma. Awalnya cuma asal ceplos bilang ke temennya, tapi lama-lama suka bene...
![Stupid Girl [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/59693065-64-k338004.jpg)