Vote dulu ya, thanks.
Happy reading~~
•••••••••••
Author PoV~
06.35 wib
"Diandraaaa!!!"teriak Eina
"Ape lo" jawab Diandra dengan menatap sinis Eina. Pagi-pagi sudah teriak saja, batin Diandra.
"Tadi Aldi nyebrang loh, dia dari arah belokan yang didepan sekolah. Emang rumahnya dimana sih? Tadi gue liat dia jalan gitu" tanya Eina kepada Diandra.
"Lah mana gue tau, lo kira gue emaknya? Lo tanya aja sama dia atau Caca, atau tanya langsung sama emaknya noh" ucap Diandra masih dengan nada sinisnya.
"Pms ya lo? Sinis mulu liat gue. Masih pagi juga"tanya Eina 'lagi'
"Pala lo botak! Lo pikirlah ngapain juga lo teriak-teriak gitu? Masih pagi nyet! Untung aja yang laki2 pada keluar, yang geng nya Caca pada di kantin. Kalau nggak gue yang malu lo teriak sambil nanya-nanya dia"
"Dia siapa maksud lo, Di?"
Diandra menghela nafasnya kasar. Dengan satu tarikan nafas, Diandra menjawab pertanyaan Eina, si sahabat aneh-nya.
"Yang lo tanyain ke gue dimana rumahnya barusan" terlihat setelah Diandra berucap itu, Eina membulatkan mulutnya. Bukan kaget atau sejenisnya, tapi mengerti. Eina mengerti siapa yang dimaksud dia oleh Diandra.
"Segitu pengen move on nya lo dari onoh sampai lo gamau sebut namanya? Jahat amat dah"ucap Eina.
"Bukan gitu!! Gue males ah ngomongin dia. Kayak gak ada pembahasan yang lain aja"jawab Diandra sedikit kesal
"Oh ya, Bella sama Kina mana?" tanya Eina. Hobi nanya ni orang, anak siapa seh?
"Au, paling lagi dijalan"
-----------
2 bulan kemudian
"Eh nak, sini dulu kamu. Kamu pura-pura buang sampah itu ya, nanti ibu foto" ucap seorang guru yang jika dilihat usianya sudah sekitar 40-an lebih.
"Eh, saya malu buk" ucap Diandra.
"Nggak apa-apa kok"jawab ibu itu meyakinkan Diandra, padahal bukan itu alasannya.
"Bella aja buk, sama itu tuh, Meli" ucap Diandra dan ngacir pergi kedalam kelasnya, 9F.
"Hei, kamu ini. Cepat"amarah ibu itu mulai naik.
Dengan segenap keberanian, Diandra keluar lagi dari kelas. Daripada nggak lulus gara-gara ngebantah guru, batin Diandra.
Ckrek.
Sesegera mungkin Bella dan Diandra masuk ke kelasnya. Untung aja sekarang lagi jam tambahan khusus kelas 9 disekolahnya. Jika jam umum, matilah mereka menahan malu.
"Hahaha woi itu buat dimasukin ke yearbook nanti loh, hahaha"ucap Caca tertawa meledek namun dicampur bahagia dan lucu.
"HAH? DEMI? YAALLAH!" pekik Diandra dan Bella. Bagaimana bisa masuk ke yearbook angkatannya? Huh, sudah tau muka Diandra gak cantik. Kenapa malah ditaruh di yearbook?
"Iyaa, tadi aja adik kelas ada yang disuruh foto, pura-pura nyiram tanaman gitu. Nanti ditaruh di yearbook angkatan kita"jelas Caca
"Yaudah jangan bosan ya liat muka gue nanti. Soalnya kan gue udah foto yang edisi kelas 9F, terus exkul pramuka, terus foto yang tadi juga. Hahahahaha" ucap Diandra over-PD, lalu pergi keluar kelas. Mungkin juga sambil menahan malu karena biasanya Diandra hanya bersifat PD kepada sahabatnya.
"Anjir lo Di, PD bgt"ucap Bella yang ikut Diandra ke kantin.
"Itu refleks monyong! Lagian gue masih malu tadi, ada doi malah difoto gitu"ucap Diandra. Doi yang dimaksud adalah Aldi. Ya, setelah beberapa bulan sebelumnya Diandra tak mau memanggil nama Aldi, sekarang ia sudah berani memanggil namanya dan menyebut Aldi dengan sebutan doi.
"Anjir jadi lo malu gara-gara itu?!"
"Iya hehe"ucap Diandra malu-malu kucing. Ewh!
-----------
Diandra PoV~
Entah kenapa semenjak gue kelas 9 ini, gue jadi kayak gapeduli lagi sama Aldi. Yes, akhirnya gue bisa juga sebut nama dia. Haha.
Setelah dikelas 7 dan 8 dia mengabaikan gue, gue rasa itu cukup.
Mulai sekarang gue yang coba untuk mengabaikan dia. Makasih ya Ald, kamu sudah menjadi alasanku berjuang, haha.
Tapi masih berusaha sih, belum sepenuhnya mengabaikan.
Kalau dulu gue suka jaga sikap tiap deket dia, sekarang ya masih sih tapi kadang guenya bodo amat. It's my life, lah?
Di kelas 9 ini kelas gue dan Aldi nggak sebelahan, tapi kayak berhadapan gitu. Jadi dari tempat duduk gue di pojok depan kelas, gue bisa liat kelasnya Aldi --walaupun cuma pintunya, tapi setidaknya gue tau dia keluar kelas apa nggak wkwk--
Eh, kan. Kenapa jadi gini.
Oke kembali ke misi.
Jadi misi gue menjauh dan melupakan Aldi.
Tapi kalau pelajaran lagi berlangsung dikelas gue, gue suka ngeliat keluar kelas gitu. Eh tau-tau pas banget si doi lagi keluar kelas juga. Jadi kelihatan deh.
Gak jarang sih gue liat Aldi melihat kearah kelas gue juga.
Di sini nih gue bingung mau move on apa nggak, tapi pengen banget move on guenya
Ah apasih gue. Labil dasar!
Harus move on!
-----------
07.57 wib
Sekarang lagi jam pelajarannya pak Yono, guru fisika sableng. Pikirannya jorok, tiap masuk langsung nyuruh muridnya maju kedepan tanpa diterangin pelajarannya dulu. Terus kalau nggak maju, dianggap alfa. Udah gitu suka tiba-tiba ulangan.
Dia ada murid kesayangannya, namanya Joko, ketua kelas 9F. Tiap ulangan tuh Joko dikasih tau jawabannya, yang lain kagak. Sableng emang, ngeselin parah.
Alhasil karena gue bosen, gue liat keluar kelas. Biasanya tuh ada kejadian indah. Soalnya rata-rata tiap gue liat keluar kelas, bel ganti pelajaran bunyi. Indah kan? Huftt.
Tapi sekarang, bukan bel ganti pelajaran yang gue dapat. Melainkan doi.
Tuh doi berdiri di deket tong sampah, jadi ya agak mirip sih. Hehe. Maaf ya Aldi Carel Darma wkwk.
Kringg
Dan yes!!!!
Akhirnya bel kesurgaan sekolahku bunyi juga.
•••••••••••
Vote + comment !!!!
Satu vote sangat berharga yaa❤ trimakasih:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Stupid Girl [COMPLETED]
Novela JuvenilDiandra Calissa Putri, cewek yang bisa dibilang cuek dengan hal apapun, namun kadang juga bisa kepo banget dengan hal apapun. Diandra suka sama teman sekelasnya, Aldi Carel Darma. Awalnya cuma asal ceplos bilang ke temennya, tapi lama-lama suka bene...
![Stupid Girl [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/59693065-64-k338004.jpg)