Teman Baru

3.8K 176 1
                                        

Voment guyss!!

Happy reading~~

•••••••••••

Diandra PoV~

Hari kedua.

Gue dapat teman baru yang asalnya dari kelas 7E dulu. Namanya Eina. I think she is not bad, because she is a smart girl, maybe.

Berteman sama semua orang itu asik. Tapi sih menurut gue, kita harus cari sahabat yang benar-benar bisa ada disaat kita senang ataupun sedih.

Jujur, cari sahabat itu gak susah menurut gue. Gampang. Asalkan lo gak ada niat lain selain menjadikan dia teman kepercayaan lo. Kalau lo gak ngerti ucapan gue ini, tanya sama yang ngerti ^̮^

-----------

Author PoV~

"Eiinnn, kantin kuy" ajak Bella dan Diandra yang berjalan kearah Eina

"Kuyy!! Hehe. Eh by the way gak apa-apa kan nih bareng sama kalian?" jawab Eina. Diandra dan Bella tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya.

"Eh iya, Ein, lo dari kelas mana sih? Setau gue lo itu jarang kelihatan. Atau bahkan gak pernah kelihatan" tanya Diandra saat mereka berjalan ke kantin

"Astaga Di, dia itu dari kelas 7E dulu, trus pindah ke 7J. Yakali! lo udah setahun kelasnya sebelahan sama dia, eh malah gak tau dia."

"Eh maaf. Gue kan gak tau. Gue mana pernah sih kenalan sama orang kecuali dia emang menarik buat dijadiin temen, atau kecuali dia duluan yang kenalin dirinya. Kayak gak kenal gue aja lo Bel" sewot Diandra karena merasa disalahkan --mungkin--.

"Eh iya aduh gue kan gak kenal lo. Lo siapa ya? Anak mana? Kelas? Aduh lupa" ucap Bella menjawab pernyataan Diandra yang sedang kesal.

"Tau ah gelap" ucap Diandra.

Bermaksud bercanda, tapi malah dianggap serius sama Diandra.

"Pms kali yak? Biasanya juga dia yang sering bercandain gue" tanya Bella kepada Eina. Eina yang merasa bahwa Bella berucap padanya pun menganggukkan kepala.

Eina merasa asing karena masuk kedalam persahabatan Bella dan Diandra.

*author : preett hahaha* --> abaikan

-----------

Sudah hampir 5 bulan Diandra, Bella dan Eina bersahabat. Bisa dibilang persahabatan dengan perkenalan yang singkat.

Ya, tanpa pengkhianatan dan kemunafikan. Diandra terbuka kepada Bella dan Eina, begitu pula Bella dan Eina yang terbuka kepada Diandra.

06.21 wib

"Dii, gimana lo sama Aldi?" tanya Eina. Diandra menoleh kearah Eina, menatapnya bingung namun dengan ekspresi bertanya kenapa masih nanya?

"Gak apa-apa sih. Cuma pengen tau aja. Lagian menurut gue dia nggak ganteng-ganteng banget. Standar" ucap Eina yang mungkin mencoba menyadarkan Diandra.

"Entahlah. Setau gue, waktu suka sama Chandra -teman SD- juga dia item plus jelek. Tapi bedanya yang SD itu pinter, Aldi sih gue gak tau pintar apa nggak, dan gak mau tau" jawab Diandra

"Ohh gitu. Emang nya lo gak pernah gitu komunikasi sama dia?"

"Menurut gue, cuma 2 kali dan itupun secara gak resmi. Bagi gue komunikasi sama dia ibarat menggapai bintang yang bersinar. Mustahil gitu"

"Kenapa?"

"Bentar. Sebelumnya gue mau tanya. Misal nih lo pinjam pena ke temen lo dan lo udah bilang mau pinjam gitu, tapi temen lo belum jawab dan lo langsung pergi. Menurut lo, itu komunikasi gak?"

Belum sempat Eina menjawab, Diandra memberikan pertanyaan lagi.

"Terus kalau misalnya lo sama teman lo bilang ke seorang cowok ada yang suka dia, tapi dia jawab kayak cuma ke temen lo gitu. Itu dibilang komunikasi juga nggak?"

"Nggak"

"Nah, itu dia! Berarti gue salah. Cih"

"Kenapa sih Di?" tanya Eina kepo.

"Gue salah. Gue kira kalau begitu namanya komunikasi"

"Jadi lo gak pernah ngomong sama Aldi? Apa yang buat lo suka sama dia?"

"Soal dengan jawaban ganda yang dikasih Fani. Dia nanya siapa yang gue suka dan kasih pilihannya Aldi, Cakra atau Ghani" Diandra menatap Fani yang sedang tertawa dengan Caca, sepupu nya Aldi.

"Gue ngerti. Oke. Terus kenapa bertahan sampai sekarang?"

"Karena sampai sekarang pula gue gak tau gimana perasaan gue sebenarnya untuk dia. Gue bilang gue suka dia, tapi orang bilang gue cinta dia. Gue masih kecil, gila aja cinta-cintaan" lirih Diandra, ada sedikit kebingungan di dalam hatinya.

"Anak kelas 4 SD aja sekarang udah pacaran sampai panggil Ayah-Bunda. Dan lo bilang lo gak mungkin cinta-cintaan? C'mon. Udah 2015 ini" ucap Eina kaget.

"Bukan gitu Ein. Gue bingung ah"ucap Diandra

"Hm yaudah. Sekarang tunggu Bella datang aja. Soalnya udah tinggal 10 menit lagi bel bunyi" kata Eina sambil melihat jam dinding yang ada di kelas 8F.

-----------

Diandra PoV~

Benar yang dikatain Eina. Apa yang buat gue suka Aldi? Ganteng? Gak juga sih kalau dilihat. Pintar? Gak, dia emang jago sih tapi gak pintar kayak si Eina yang sekali liat guru nerangin langsung ngerti. Cool? No. Dia gak cool, tapi cold. Ya, dia dingin. Sikapnya dingin, gak terlalu dekat sama cewek.

Apa karena sikapnya yang begitu buat gue suka?

Tapi kan, kenapa sikap dia sama Fani dan yang lainnya beda ke sikap dia ke gue?

Seolah gak pernah kenal. Seolah gak pernah ketemu sebelumnya.

Dan gue inget kata Bella waktu kelas 7 kemarin

Biasanya kalau dia memperlakukan lo sama Fani atau yang lainnya beda, dia suka sama lo
-
Dari cara dia liat lo, itu beda. Beda dari cara dia liat gue atau Fani atau Kania atau Elisha atau juga lainnya. Tapi gue masih belum bisa jelasin gimananya. Tatapan dia ke lo susah ditebak
-
Ada dua kemungkinan. Antara senang dan sakit buat lo. Dia bersikap begitu karena suka sama lo atau karena dia pengen berteman sama lo. Lo tau kan dia sama lo gak pernah ngomong biasa gitu, sekedar nanya pr pun gak pernah

Sakit emang kalau orang yang kita suka itu cuek ke kita. Tapi kata orang, kalau seorang wanita bersedih karena seorang pria. Langkah pria itu akan dikutuk sama malaikat. Gatau sih bener apa nggak. Tapi semoga bener
-
Setiap lo berusaha, pasti akan ada balasannya. Mungkin sekarang bisa dibilang lo suka sama dia dan dia mengabaikan lo. Suatu saat, akan kebalik. Dia yang suka lo dan lo mengabaikan dia. Karma on the way

Yah, emang deh kata-kata mutiara seorang Bella Shania gak ada yang bisa tandingi--menurut gue-- walaupun dia dapat kata-kata itu juga dari sosmed. Tapi semoga aja kata-katanya Bella ada yang bener ya, hehe.

Dan semoga gue cepat sadar kenapa bisa bertahan buat suka sama dia.

Sakit nih. Nih hati bukan mainan bang.

•••••••••••

Keep vote and comment mas, mba.

Stupid Girl [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang