Aku menatap kesal ke arah pria yang usianya tiga tahun lebih tua diatasku, dia mengajakku pergi dan setelah sampai ia sibuk dengan urusan pekerjaannya. Lalu, apa gunanya aku?
"Ck, terus aja." Sindirku sambil memainkan ponsel, ia melirik sekilas lalu menyesap kopinya.
"Kenapa, apa kamu cemburu lagi?." Ia bertanya seolah tidak bersalah. Astaga, haruskah aku menjawab pertanyaanya.
"Menurut kamu?." Jawabku ketus lalu mulai menyumpelkan headset di telinga kananku
"Kenapa?." Ia bertanya lagi, tangan kanannya mencegah tanganku yang hendak memasanh headset di telinga kiriku.
Aku menghela nafas panjang, lalu memutar bola mataku malas. Menatapnya dengan kesal dan mencebikkan bibirku. Ia mengerutkan dahinya lalu membenarkan posisi duduknya.
"Tanpa aku jelaskan, seharuskan kamu tau." Ia tersenyum padaku. Astaga, kenapa dia malah senyum, pacar marah itu harusnya dibujuk kek, dirayu, atau diapain gitu.
"Ck, terserah deh!." Ujarku lalu bangkit keluar dari cafe tadi. Samar samar aku mendengar ia memanggil namaku, kenapa cuma di panggil. Dikejar lah! Bodoh! Gumamku dalam hati.
Langkahku terhenti saat menyadari ada seseorang yang mencekal lenganku. Cepat cepat aku berbalik dan mengomel
"Kamu tuh, bisa kan peka. Aku juga butuh waktu sama kamu, ngehabisin waktu berdua sama kamu, aku udah sempet sempetin ketemu kamu saat aku sedang mati matian membuat skripsi." Omelku
"Ve, kamu ngapain?." Aku menolehkan kepalaku, tunggu. Tidak, tidak, jangan bilang hal ini terulang lagi.
Aku menoleh pada seseorang yang aku omeli tadi. Astaga! Benar saja, aku salah orang.
"Aduh.. Maaf ya pak, hehehe." Ujarku kikuk
"Hm, saya cuma mau balikin dompet mba yang jatuh. Oh ya, lain kali tolong ya mas, kalau ada masalah sama istrinya jangan dibawa keluar rumah, aib lhoh mas.." Ujar bapak tadi pada Kinan.
"Eh, iya pak. Makasih ya pak." Ujar Kinan sambil memeluk pinggangku.
Aku memastikan bapak tadi benar benar pergi
"Lepas! Ngapain sih?!." Ujarku ketus sambil melepaskan paksa tangannya
"Hahaha. Sudah berapa kali kamu salah orang terus Ve, hm?." Ia tertawa keras sampai memegangi perutnya. Aku mendengus kesal lalu melangkah pergi.
Aku menghempaskan tubuhku pada kasur empuk milikku. Menatap langit langit kamar dan terbayang kejadian memalukan tadi.
Ehm, sebelumnya kenalkan. Aku Jessica Veranda, aku seorang mahasiswi di salah satu universitas ternama di Jakarta. Saat ini aku sedang berusaha menyelesaikan kuliahku tepat waktu. Ku kira sudah cukup perkenalanku.
Aku mencari ponselku saat mendengar bunyi panggilan masuk, mengobrak abrik semua kamar, namun aku tak menemukannya. Aku menyerah, aku membuka tas milikku dan ternyata di sana benda itu berada
7 misscall from Kinan
14 messages from Kinan
Aku membuka satu persatu pesan darinya, yaa setelah siang tadi aku marah padanya aku pergi kerumah saahabtku, Shania untuk mengobrol dan.. Yaa kalian tau lah kalau cewek kumpul.
