#Flashback#
Mataku terasa berkunang-kunang dan pandanganku hanya tertuju pada gadis yang kini ada dihadapanku. Aku tak bisa melihat dengan jelas bagaimana bentuk wajah atau lekuk tubuhnya. Semuanya terasa buram.
"Yeon-ah.. Maafkan aku."
"Eung?? Maksudmu?"
Aku hanya mampu melihat satu bagian tubuhnya yang semakin lama semakin membuat pusing dikepalaku bertambah. Keinginan brengsek inipun semakin jadi. Double sial karena didekatnya seperti ini hanya akan semakin membuatku kehausan. Ya, aku haus.
"Aku haus. Apa yang harus kulakukan?"
"Jika kau haus.. lepaskan pelukanmu terlebih dahulu dan..." Gadis itu berhenti berbicara padaku. Aku tahu jika keadaan ini akan semakin membuatnya ketakutan. Taringku memanjang dan rasa hausku makin meningkat. Tapi aku tidak bisa meredam rasa hausku hanya dengan meminum darah sintetis sebanyak lima kantong seperti yang kulakukan tadi pagi. Hari ini mungkin aku akan mengingkari janjiku pada gadis ini. Aku mohon ampuni aku.
"Cho, kau..." Sooyeon menatapku, pandangannya bergetar. Ku tahu saat ini pasti ia sedang ketakutan. Tapi sekali lagi, rasa hausku mengalahkan ego dan perasaanku. Mataku tak mampu menatap dalam kearah gadis manisku ini.
'Sayang, kumohon maafkan aku..'
"Cho!! Apa yang kau.. argh!!!!"
Teriakan dari bibir kecilnya mengalun sendu ditelingaku seiring dengan aliran darahnya yang terus mengalir kedalam mulutku. Darahnya sangat menyegarkan seperti dugaanku. Hanya dengan menghirup feromonnya saja sudah membuat hasratku untuk meminum darah kembali bangkit. Tapi disatu sisi aku telah melanggar janjiku sendiri untuk tidak meminum darahnya sampai ia sendiri yang mengizinkanku.
Mataku terbelalak setelah sadar jika sudah terlalu banyak aku meminum darahnya. Kutarik taringku keluar dari lehernya dan aku dibuat kagum. Bagaimana bisa seorang manusia seperti dirinya mampu menutup luka bekas gigitanku secepat itu?
Belum sempat ku menerka-nerka, kulihat tubuhnya mengigil dan mengeluarkan banyak keringat dingin. Inilah efeknya jika seorang vampire menghisap darah manusia. Manusia itu akan merasakan demam dengan hipotermia menghampiri. Sungguh aku berhutang banyak pada gadisku ini. Gadis manisku. Sooyeon ku, milikku.
***
Tanganku tak henti-henti membelai surai cokelat terang miliknya. Menatap wajah cantik nan indah ciptaan Sang Maha Kuasa yang kini tengah tertidur pulas setelah aku memindahkannya kedalam kamarku.
Kuraih tangannya yang lembut dan ku genggam erat dengan kedua tanganku.
"Snezzfia." Itu adalah mantera penyembuh yang pernah kupelajari dari Choi Siwon, salah satu peramal sekaligus penyihir dan juga keturunan vampire Deroptran. Kini kualihkan tangan kiriku dan ku topang diatas kepalanya.
"Frozenetra Equartha." Dan mantera penghilang ingatanpun ku rapalkan pada gadisku agar ingatan buruk akan diriku yang telah menghisap darahnya tanpa izin hilang dari pikirannya.
Jika kalian bertanya mengapa aku tak menggunakan kekuatan vampireku yang mampu menghipnotis? Jawabannya sederhana. Karena hipnotis tidak bersifat abadi. Terbukti dengan Sooyeon yang kemudian mengingat kejadian dimana diriku menciumnya didalam apartemen sebelum ia diterima bekerja di perusahaanku.
#Flashback End#
***
Kim Ryeowook berjalan tergesa-gesa disepanjang lobby Cho Corp. Seluruh pasang mata menatap aneh pria dengan wajah imut tersebut, pasalnya Ryeowook berjalan sambil merapalkan beberapa kata yang tidak diketahui oleh orang-orang disana. Ah, bukan tidak diketahui, tapi saking cepatnya si pria itu berkata-kata, sampai-sampai apa yang diucapkan oleh Ryeowook tak dapat dicerna oleh orang-orang yang ada dilobby itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Blood Roses [Hiatus]
Vampiros'Mereka gila. Bagaimana bisa setangkai mawar bisa membuatmu tak ingin melepasnya? Bahkan mawar itu ada hanya 1000 tahun sekali' Kyuhyun tak habis pikir dengan sekumpulan Vampire yang ada disekitarnya. Lee Hyukjae -sahabatnya- pun sama seperti merek...
![The Blood Roses [Hiatus]](https://img.wattpad.com/cover/57468767-64-k957545.jpg)