Senyum Diantara Mereka

34 2 0
                                        

Melihat sang pria tengah menunjuk Boneka tersebut, Spontan Mikha tersenyum gembira akan hal itu.

"Uum !" Ucap Mikha mengiyakan keinginan nya, "Yos.. Ayo kita dapat kan boneka itu" Ucap sang pria sambil berjalan mendekat ke arah pemilik tenda, setelah memberikan uang nya, paman tersebut menyerahkan tiga bola ke pada sang pemuda, sambil melirik kaleng di hadapannya pemuda itu mengayunkan tangan nya sambil menggenggam erat bola yang tengah di genggam nya.

Sekali lempar kaleng pun berjatuhan hingga menyisakan 4 kaleng yang tengah berdiri tegak, dengan segenap kemampuan nya dua, tiga lemparan di arah kan nya ke kaleng tersebut hingga menyisakan satu kaleng yang masih tersisa, "Sial" Gumam dalam benak sang pemuda, tak mau membuat sang gadis kecewa, Sang pemuda kemudian mengulangi permainan tersebut sebanyak enam kali.

"Sial..sial..sial" Ucap sang pemuda yang tengah putus asa, melihat ekspresi sang pemuda, Mikha pun beranjak dari tempat nya dan berjalan menepuk bahu sang pria yang tengah tertunduk kesal, "Tentang lah !" Pinta sang gadis yang tengah tersenyum hangat menenangkan Yuu, setelah menenangkan sang pemuda gadis itu pun beranjak berjalan ke arah paman yang tengah tersenyum girang karena kekalahan sang pemuda.

"Paman aku ingin mencoba nya" Pinta sang gadis sambil memberi kan Uang nya ke pada pemilik tenda.

" Hahaha..Aku akan memberikan empat bola ini untuk mu" ejek nya sambil tersenyum licik kepada sang gadis.

Melihat kaleng tersebut, seketika Sorot mata sang gadis terlihat berbeda memandang tajam ke arah kaleng yang tengah tersusun tegap bah Benteng yang tak mungkin roboh. Sambil menarik nafas panjang satu dua bola pun di lempar nya ke arah kaleng tersebut hingga merobohkan kaleng yang tengah tersusun rapi tersebut, Spontan melihat hal itu, raut wajah sang paman seketika berubah tak percaya dengan apa yang baru di lakukan sang gadis.

"Bagaimana mungkin?" Ucap sang paman yang tengah terdiam lesu.

"Anone..?Uumm...Paman Ini ku kembalikan bola nya" Ucap sang gadis sambil menyerahkan kan sisa bola ke pada sang pemilik gem.

Setelah mengambil hadiah nya ke dua remaja tersebut melanjutkan perjalanan mereka sambil melihat lihat tenda festival yang larut akan keramaian pengunjung, "bagaimana mungkin ?" Gumam Yuu yang tengah tersipu malu karena tak mampu mendapatkan Boneka untuk sang gadis, sambil melirik lirik tempat itu reflek mata Yuu tertuju ke tenda yang menjual kan aksesoris wanita.

Melihat hal itu spontan Yuu menarik tangan sang gadis menuju tempat tersebut, "Apa yang kita lakukan di sini ?" Tanya Mikha pada sang pemuda yang tengah panik karena ucapan nya.

"Eto?....begini..hahaha Aku ingin memberikan hadiah untuk Nana hahaha" Jawab Yuu mengalihkan pertanyaan sang gadis. "Apa kau bisa membantu ku untuk mencari kan hadiah yang cocok untuk nya ?" Mendengar kan permintaan teman nya, mikha pun berjalan meninggal kan sang pemuda sambil melihat lihat aksesoris yang ada di hadapannya.

"Bagai mana dengan ini?" Teriak sang gadis sambil menunjukkan ikat rambut yang tengah di genggam nya.

"Umm! Kelihatan nya itu bagus" Ucap Yuu sambil tersenyum hangat ke arah sang gadis, setelah membeli barang tersebut mereka melangkah ke luar melanjutkan perjalanan mereka sambil sesekali tertawa lepas karena candaan yang tengah di bahas oleh mereka.

»»»»»»»»>

Selang beberapa detik wajah sang gadis di jauh kan dari sang pemuda yang tengah terdiam kaku dengan ekspresi kosong seakan tak percaya dengan apa yang baru di lakukan oleh sang gadis, melihat sorot mata sang pemuda spontan Nana mengayunkan tangan nya menepuk bahu sang pemuda.

"Bodoh! Tadi itu ciuman persahabatan apa kau belum pernah melakukan nya dengan teman wanita mu ?" Jelas Nana, yang tengah tersenyum lepas mengalihkan perhatian sang pemuda.

Love Transcends TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang