hai semua, sebelumnya aku mau ngucapin makasih banyak karna selalu antisipasi FF abalku, aku terharu FF ini dapet 30 Vote di Bagian Frolog . hueee *nangis* keep Vote for this FF guys.
i really thankfull guys .
_______________
Hove you like it^^
Sorry For any typoo^^
Happy Reading^^
___________________________________
Author POV
Takdir ? Who is know ? just God Who is know it. Jika cerita hidup kita telah di tulis oleh takdir tidak akan ada yang bisa merubahnya, sekuat apapun kita berusaha, sehebat apapun kita menyembunyikanya semua itu akan kembali lagi pada takdir kita yang telah di tulis.' Quotes By: Khunpimook Bhuakul .
Bangkok Thailand .
Seorang laki laki manis terus mondar mandir di kamarnya, di belakangnya. Seorang perempuan yang lebih kecil dari laki laki manis itu tuterus mengekor di belakangnya dengan memegang ujung kemeja yang di kenakan sang lelaki manis , perempuan itu terisak, entah karna apa.
"Phi'Bam , Haruskah Phi Pindah ke Korea?.. Hiks"
Laki laki manis yang bernama Bambam itu menghela nafas, sebenarnya ia tak tega jika harus meninggalkan adiknya, tapi ia juga lebih tak tega pada kakanya di korea sana yang memintanya untuk tinggal bersamanya, berhubung di Thailand masih ada kaka nya yang lain untuk menjaga adiknya, ia menyetujuinya.
"Baby, apa kau tak kasihan dengan P'Khun? Hmm.. dia tidak memiliki saudara disana, dan dia akan menikah, jadi ijinkan P'Bam untuk tinggal bersamanya sementara waktu" Laki laki manis itu memegang bahu adiknya-Baby, dengan lembut, dan membarikan tatapan memohon pada adiknya.
Sang adik menatapnya lebih memelas, "Lagipula Phi ingin memulai hidup baru, menemukan suasana baru disana, untuk melupakan semua yang telah terjadi disini" Bambam membelai kepala sang adik, kemudian memeluknya ketika adiknya kembali terisak.
*****
'Seoul Korea Selatan'
Black Lamborgini melaju dengan kecepatan tinggi di tengah kepadatan kota Seoul, sang mengemudi tak menghiraukan Klakson mobil lain yang memperingatinya, ia hanya memasang wajah datarnya. Waktu sudah menunjukan pukul Sembilan pagi dan Black Lamborgini itu baru akan memasuki pekarangan Hanlim High School. Sang pengemudi menghembuskan nafas kasar ketika melihat pintu gerbang sekolahnya sudah di tutup. Pria tampan sang pengemudi Black Lamborgini menekan kalkson mobilnya dengan kencang. Membuat sang penjaga sekolah segera membuka gerbang itu dengan tergesa gesa.
"Jika sekolahan ini bukan mulik ku, sudah ku bakar beserta kau sekalian" sang penjaga sekolah hanya menunduk mendengar bentakan si pemilik mobil, kemudian mobil mewah itu kembali melaju memasuki area parkiran sekolah, sang pemilik keluar dengan wajah datar, membuat semua mahluk yang melihatnya berteriak histeris, ia mengambil blazer berwarna biru dongker miliknya dan berjalan memalui koridor menuju sekolahnya. Semua mata tertuju padanya ketika ia berjalan di sepanjang koridor, Namja maupun Yoeja menaruh Attention lebih pada pria tampan berambut merah itu.
"Hai Mark, Tumben sekali kau masuk kelas" Sapa temanya ketika ia memasuki kelasnya tanpa permisi, bahkan dengan guru yang sedang berdiri di depan kelasnya.
Pria tampan bernama Mark itu hanya membalas dengan senyum miring mendengar sapaan yang malah lebih terdengar seperti ejekan dari temanya.
****
'Inncheon international Airport'
Seorang pria berwajah tampan tanpa celah terus melirik Jam tangan yang menempel di pergelangan tangan kirinya, tiga puluh menit hampir ia habiskan dengan berdiri menunggu seseorang , 'seharusnya ia sudah sampai tiga puluh menit yang lalu' Gumam pria tampan itu ketika orang yang di tunggunya belum juga menampakan batang hidungnya. Ia semakin khawatir karna cuaca saan ini sedang buruk.
YOU ARE READING
Crime In School
Fanfictionkedatangan Bambam Kesekolah Barunya membuatnya harus merasakan kekriminalan cinta dengan seorang pemimpin sekumpulan orang populer yang selalu mencari gara gara dengan sekolah lain, membuatnya mau tidak mau ikut dengan hal tersebut. Markbam * Pe...
