NINTH

633 71 10
                                        

Author POV

Evelyn memasuki rumahnya dan melihat ayah dan ibunya yang sedang bersiap-siap akan pergi. Lalu tak lama kemudian, Fera turun dari tangga dengan penampilan yang sangat cantik.

"Kalian pada mau kemana?" Tanya Evelyn mendekat kearah ibunya.

"Ibu mau ada acara reuni. Kamu diam dirumah yah," ucap sang ibu sambil memasangkan anting-anting ditelinganya.

"Aku gak boleh ikut yah bu?" Tanya Evelyn menunduk sedih. Setiap ada acara apapun, pasti Evelyn hanya ditinggal dirumah. Dia juga ingin seperti sang kakaknya yang selalu dibawa kemana-mana oleh kedua orang tuanya.

"Kamu kan capek abis sekolah, mending kamu sekarang mandi dan jagain rumah yah.." Evelyn hanya mengangguk lemah menyetujui ucapan ibunya itu. Dirinya tau, kedua orang tuanya itu takkan mau membawanya kesebuah acara karena malu. Iyah, malu. Malu mengakui Evelyn sebagai anak mereka.

"Yaudah kalian hati-hati dijalan." Evelyn segera berlalu memasuki kamarnya. Tidak. Dia tidak boleh menangis dihari ini maupun besok. Karena besok adalah hari ulang tahunnya. Dan Evelyn ingin kedua matanya ini tidak mengeluarkan air untuk dihari spesialnya itu.

Deru suara mobil terdengar di indera pendengaran Evelyn. Keluarganya sudah pergi. Pergi meninggalkan Evelyn sendirian dirumah. Sekarang Evelyn bingung harus berbuat apa. Handphone dan laptopnya masih berada di tempat service elektronik. Dan akhirnya ia memutuskan untuk tidur saja.

Evelyn terbangun saat merasakan perutnya lapar. Gadis itu terbangun sambil melirik jam dimeja belajarnya. Pukul 23:56

Dirinya turun menuruni anak tangga sambil melihat keadan rumahnya yang masih sepi. Dan itu tandanya, dia masih sendirian dirumah ini.

"Mereka belum pulang juga ternyata," lirihnya sambil berjalan kearah dapur untuk mencari makanan.

Dan sekarang tepat pukul 00:00. Pukul dimana menentukan hari yang Evelyn tunggu. 23 Febuary, tanggal jadinya yang ke-18 tahun.

*

"Happy brithdays to you.. Happy brithdays to you, happy brithdays happy brithdays.. Happy brithdaysss.. To..you..."

Semua anak kelas menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk salah satu temannya.

Namun dipojokan bangku terlihat bahwa Evelyn sedang menundukan kepalanya dan tersenyum miris mendengarkan lagu selamat ulang tahun tadi.

"Selamat ulang tahun Zahra..." Ujar salah satu siswa sambik memeluk seseorang yang sedang memegang kue tart.

Yap. Hari ini adalah hari ulang tahun Evelyn dan Zahra. Mereka lahir dihari yang sama. Dan seperti yang kalian lihat, seisi kelas hanya akan memberi ucapan selamat kepada Zahra saja.

Padahal Evelyn yakin, mereka semua tau bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya juga. Tapi mereka lebih memilih berpura-pura tak tahu dan mengabaikannya.

Belum ada satu orangpun yang memberinya ucapan selamat dihari istimewa ini. Semua orang seolah-olah tak tahu menahu tentang hari jadinya itu. Bahkan keluarganya saja belum ada yang mengucapkan kata selamat tersebut.

Evelyn merasa bahwa hari pentingnya ini bukanlah sesuatu hal yang istimewa untuk orang-orang disekitarnya. Dia merasa lelah jika harus terabaikan seperti ini. Mereka seperti membatasi kebahagian gadis itu dengan cara mengabaikannya.

Memangnya apa yang Evelyn harapkan? Sebuah pelukan manis dihari ulang tahunnya? Sebuah kecupan hangat dari keluarganya? Sebuah nyanyian selamat ulang tahun dari kawan-kawannya? Haha.. bahkan dirinya itu hanya tertawa renyah membayangkan itu semua.

98 kgTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang