Siswi remaja berambut panjang bergelombang tersebut berjalan santai melintasi setiap koridor - koridor kelas sambil sesekali bersenandung kecil yang menandakan suasana hatinya dalam keadaan baik ditambah lagi dengan sejuknya udara pagi semakin menambah cetakan senyum indah diwajahnya.
Tak jarang juga ia menyapa setiap siswa yang ia temui.
Mata indah berbinar miliknya meniti setiap inci bagian lingkungan sekolah yang ia lalui, pandangannya jatuh kearah tanaman pohon berdaun rimbun.
Seketika raut wajahnya berubah drastis, yang awalnya tercipta tarikan indah melengkung perlahan berubah menjadi tarikan datar yang tak terbaca.
Disana pohon rimbun itu berada.
Tepat disamping kursi taman yang sering dijadikan tempat untuk beristirahat para murid dikala mereka lelah ataupun disaat jam istirahat tiba.Buruk.
Sangat buruk.
Seakan rotasi kepingan - kepingan masalalunya berlomba - lomba menyatukan kembali memori yang tak pernah ingin ia ingat kembali.
"Kak, tolong ambilin mangga yang itu dong !! " kata siswi remaja yang tak lain adalah dirinya sendiri.
Seorang pria yang sedang beristirahat di salah satu dahan kuat pohon itu hanya mengguman tidak jelas.
Merasa diabaikan siswi tersebut tak henti - hentinya mengguncang tubuh lelaki tersebut.
Lelaki tersebut jengah, lalu mengerjapkan matanya perlahan dan tanpa aba - aba melompat turun dari dahan pohon besar tersebut.
"Ambil sendiri sana. Gue ngantuk, pengen istirahat di UKS" kata lelaki tersebut lalu menjejalkan kedua tangannaya kedalam saku celana abu - abu yang ia kenakan dan berlalu meninggalkan siswi yang tadi terus saja mengganggunya.
Siswi tersebut kesal.
Lalu dengan indahnya tangannya melayangkan lemparan buah mangga hijau ditangannya kearah lelaki tersebut.
Lemparannya tepat mengenai lengan lelaki itu, ia tersenyum bangga.
Lelaki tersebut meringis, Tangannya beralih memungut mangga yang tergeletak manis ditanah lalu mengacungkannya keatas dan tersenyum.
"Gue rasa mangganya enak dibuat rujak, terima kasih"
"Lo nyebelin banget tau nggak, gue benci ama lo Faizal" geram siswi wanita tersebut.
"Gue juga sayang elo Rena" serunya.
Rena.
Ya, dialah siswi wanita tersebut.
Rena menggeleng cepat, berusaha menghilangkan kepingan memori yang baru saja melintas dikepalanya.
Rena mempercepat langkahnya menuju kelas.
Pandangan matanya tertuju pada tali sepatunya yang lepas, dengan kesalnya ia berlutut kebawah untuk mengikat tali sepatu converse hitam miliknya.
Brukkk..
Tubuhnya berjingkat kedepan.
Oh tidak, seseorang baru saja menabraknya.
Dengan kesalnya ia bangkit, tak lupa pula sumpah serapah yang terus ia ucapkan. Rena benar - benar kesal, moodnya hancur.
Rena berbalik kebelakang, kearah seseorang yang baru saja menabraknya.
Kilatan tajam yang tadinya terpancar dari kedua mata hazelnya kini perlahan meredup saat kedua manik hitam pekat milik seseorang bertemu pandang untuk seperkian detik dengan manik hazel indah miliknya.

KAMU SEDANG MEMBACA
[1] SECRET MISSION
Подростковая литература[Slow Update] Kalian mungkin akan mengira secret mission ini berkisah tentang laga action seperti dalam film atau buku yang sering kalian baca atau tonton. Tapi, Secret Mission kali ini bercerita tentang kisah labil remaja SMA masa kini. Persahabata...