Pralos (chap 2)

324 30 4
                                    

Enjoy the story :)

***

Aku duduk di bangku kelasku bersama Rossa -Sahabat baruku, mungkin-

Tiba tiba terdengar teriakan cempreng memanggil namaku.

Pasti Syfa.

Aku menghela nafas gusar melihat kelakuan kembaranku yang gak punya malu. Rossa yang melihat kelakuan ku mengubah raut wajah yang tadi senang menjadi penasaran.

"Lo kenapa kok gitu?"

"Mm...gak papa kok, cuma malu aja sama kembaranku." Jawabku sambil nepok jidatku.

Brakk!!

"Esha!!! Gila penampilan lo keren banget. Bangga gue punya kembaran kayak lo." Kata Syfa dengan penuh wajah cerianya.

"Bisa gak buat gak gebrak pintu? Kasian ntar pintunya." Gurauku.

"Eh...oh iya. Tadi lo pake gitarnya siapa?"

"Oh tadi aku pake gitarnya kak alden."

"Alden? Ya ampun Esha, lo kok bisa akrab gini sama orang. Jangan jangan Jooooo..."

"Ng..nggak kok, tadi Rossa yang minjemin ke kak Alden. Kak Alden kan kakaknya Rossa." Sahutku cepat.

Jika aku tidak menyautnya, sudah di pastikan semburat merah akan muncul dipipiku dan Syfa akan menertawaiku.

"Oh jadi lo Rossa. Salam kenal ya, gue Syfa kembarannya Esha."

"Iya, gue Rossa. Seperti yang dikatakan Esha."Jawab Rossa.

"Tadi gue pikir lo yang minjem, eh taunya temen lo. Gak habis pikir gue sama sifat lo yang pendiem."

Aku hanya diam menanggapi ucapan Syfa.

"Oh ya, minggu depan ulang tahun gue. Jadi gue undang lo berdua buat deteng ke party gue jam 7 malam."
Undang Rossa.

"Oke, kita bakal dateng kok. Makasih ya udah ngundang kita." Kataku dan tersenyum manis.

******

Hari ke-2 pralos.

Hari ini pengumuman pemenang lomba karaoke dan akan diadakan lomba catur dan rubik secara bersamaan.

Lomba rubik dan catur diadakan di Aula sedangkan pengumumannya ada di lapangan.

Terlihat anak osis yang bolak balik nyiapin lomba.

kak Alden.

Entah kenapa saat menyebut namanya aku merasa aneh dengan perutku. Rasa ini tak pernah kurasakan sebelum nya

Aku melihat kak alden lagi nyiapin mic buat pengumuman dan saat itu juga mata kami bertemu.

Dia tersenyum kecil kepadaku dan aku hanya diam melihatnya. Terlihat seperti orang bodoh yang tidak tau apa apa.

Aku takut jika senyum itu bukan buatku.

"DIMOHON UNTUK PESERTA YANG MENGIKUTI LOMBA KARAOKE B. INGGRIS DAN INDO SEGERA KUMPUL DI LAPANGAN."

Dengan semangat aku menghampiri lapangan. Ya, saat ini aku sendiri. Rossa dan yang lainnya sibuk untuk menyuport teman kami di Aula.

Aku duduk diantara segerombolan anak anak yang ada di lapangan.

Semua anak sudah berkumpul. Dan kak Alden maju ke atas panggung dengan membawa gitar yang kemarin ku pakai.

"Tes... oke, jadi sebelum diumumin pemenangnya. Gue mau nyanyiin sebuah lagu buat kalian yang ada disini."

Baby Girl [Hiatus Dulu]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang