Losta Connecta by Andhyrama
www.andhyrama.com// IG: @andhyrama// Twitter: @andhyrama//FB: Andhyrama// Ask.fm: @andhyrama
***
Rapat terakhir sebelum MOS ini dilakukan setelah technical meeting yang berjalan cukup lancar itu. Alih-alih mendengarkan Radit berceramah aku memilih membayangkan Hana. Bahagianya diriku bisa melihatnya lagi. Dia lucu sekali dan juga menggemaskan. Astaga! Aku tidak mengalihkan diriku dari senyumnya.
Saat teman-teman sekelompoknya bingung berkomunikasi dengan Hana, aku justru tersenyum-senyum di pojokan sampai tidak sadar Sella memanggilku beberapa kali. Aku bisa menjelaskan pada mereka tentang apa yang mereka tak tahu dari penjelasan bagian materi walau memang ada beberapa hal yang harus disembunyikan dari mereka.
Kelompok yang aku bimbing tampak antusias walau aku dengar pembimbing lain terlalu cuek dengan kelompoknya sehingga wajah-wajah anak baru itu tampak kurang senang. Bagian materi terlebih, mereka dilarang untuk menjadi pembimbing dan mereka terlihat mulai berteriak-teriak pada anak baru.
Salah satu faktor kemarahan bagian materi yaitu saat anak-anak baru terlalu banyak bertanya hal-hal yang sudah dijelaskan. Bagi kami itu memang menyebalkan. Satu hal lagi yaitu para cowok yang rambutnya tidak mau dicukur dua senti karena takut kehilangan ketampanan mereka. Aku juga senang dengan hilangnya jambul Roni itu, muka songongnya sangat pantas dengan gaya rambut barunya itu. Sebenarnya aku juga dulu seperti itu, aku selalu menyukai rambutku yang rapi dan klimis walaupun panjang, tetapi tidak urakan seperti Eldo apalagi berjambul seperti Roni. Rambutku itu juga dicukur sehingga ada kekecewaan walau aku tahu itu memang untuk mendisiplinkan kami.
Bagaimana dengan Hana? Untung saja dia lebih sibuk mencatat dari pada bicara sehingga tidak begitu membuat kesal yang lain. Aku rasa memang dia lebih baik diam dari pada bikin pusing yang lain, tetapi kalau bersamaku saja aku ingin dia bercerita. Dia sepertinya tidak mengingatku padahal kami sudah bertemu sebelumnya, tetapi aku tidak mempersalahkan itu setidaknya sekarang aku tahu namanya sekaligus mendapatkan nomor teleponnya. Selamat datang cinta yang baru! Aku siap berusaha lagi!
Bagaimana dengan Ratna? Aku ucapkan selamat bersenang-senang dengan cowok modal duit orang tua itu! Dia memang semakin cantik, tetapi jika aku harus membandingkannya dengan Hana ia bukan apa-apa. Hana punya kecantikan natural walau aku belum tahu kelebihan apa yang dipunyai Hana selain wajah menawan dan senyum yang menggetarkan jiwa itu. Aku berharap dia gadis yang baik.
"Ngga! Lu dari tadi bengong, kenapa?" tanya Gio yang ada di sebelahku.
"Sedang berpikir," jawabku asal.
"Lah emang lu bisa mikir?" tanya Gio meledek.
Aku hanya melihatnya dengan memasang tampang sedatar yang aku bisa.
"Lu kan biasanya dipikirin ama gue," ucapnya kemudian mencubitku dengan genit.
"Jijik!" ucapku menghindar.
"Oh ya, kenapa si Risa lihat lu terus ya, Ngga?" tanya Gio tiba-tiba menghentikan candaannya.
Aku menoleh ke arah Risa, di ada di bagian konsumsi. Aku lihat dia sedang memainkan ponselnya. "Dia sedang mainan," kataku.
"Itu pengalihan, tadi pas lu belum melirik, matanya tertuju ke lu," kata Gio yang sepertinya serius.
"Ya, emang kenapa kalau dia lihat ke arahku?" tanyaku bingung.
"Dia suka lu tahu!" jawabnya membuatku sedikit kaget.
"Dia tak mungkin suka sama aku, aku bukan tipenya, lagi pula dia sahabatku," kataku menyanggah pendapat Gio.
KAMU SEDANG MEMBACA
Losta Connecta 「END」
Teen Fiction[12+] Semua akan menjadi sulit jika kami berdua Losta Connecta. Pemenang THE WATTYS 2016 kategori #CeritaSosial Goblok! Tidak ada yang membuatku menjadi segoblok ini selain hanya jatuh cinta! Hana Paramita! Di...
