Losta Connecta by Andhyrama
www.andhyrama.com// IG: @andhyrama// Twitter: @andhyrama//FB: Andhyrama// Ask.fm: @andhyrama
***
Risa memakai rok kali ini. Aku amati dia tidak nyaman dengan roknya itu. Ya, pada acara-acara tertentu dia memang harus pakai rok. Aku jadi ingat saat dia tidak mau masuk sekolah selama seminggu gara-gara ditegur guru untuk memakai rok. Ayah dan ibunya datang ke sekolah dan menjelaskan semuanya, akhirnya Risa dibolehkan sekolah memakai celana tidak hanya saat praktik—seragam praktik cowok dan cewek semua memakai celana— saja, tetapi juga setiap hari.
Pikiranku kemudian kembali pada insiden tadi siang yang benar-benar memalukan. Saat istirahat di ruang OSIS aku sudah diolok-olok yang lain. Sella membuatku tidak nyaman dengan keadaan ini, terlebih make-up-nya yang luntur mengotori jas almamaterku. Untung saja sekarang semua tidak ada yang menyindirku lagi karena sedang sibuk evaluasi untuk MOS pada hari ini.
"Hari pertama ini kalian sudah bekerja dengan baik, hanya saja tadi ada penundaan jadwal games karena waktu istirahat yang memanjang. Selain itu ada beberapa panitia yang bercengkrama dengan siswa yang bukan panitia saat istirahat tadi padahal seharusnya kita memantau peserta dan bergiliran menjaga ruangan ini. Tolong jangan diulangi untuk besok! Fokus pada pekerjaan kalian masing-masing, mengerti?" tanya Radit.
"Mengerti," jawab beberapa orang.
"Untuk bagian bimbingan mentalnya tadi kurang, banyak peserta yang masih terlihat menyepelekan kita. Cari-cari kesalahan mereka untuk bisa jadi bahan bimbingan! Jangan sampai ada peserta yang tidak disalahkan, semua harus mendapat hukuman. Khususnya untuk sie materi, kalian sebagai jantung MOS ini harus menjadi paling keluar. Kalian harus bisa marah yang benar-benar marah!" lanjut Radit menghadapkan pandangannya ke arah bagian materi.
"Kami pun butuh support dari yang lain. Aku tadi mendapati ada panitia yang menahan-nahan tawa saat kami sedang mulai melakukan itu. Seharusnya kalian juga ikut andil saat kami melakukan pekerjaan mulia itu! Beberapa juga ada yang melakukan gema. Jadi saat aku bilang, 'semua yang tidak pakai sabuk push up sepuluh kali!' Tiba-tiba di belakangku ada yang gema-gema, 'sepuluh kali, sepuluh kali!' Itu sama sekali tidak lucu!" ucap Kina yang kemudian menggebrak meja.
"Santai dong, Kin! Gue yang tadi bilang gitu, abis lu lucu teriaknya," sahut Gio tiba-tiba.
"Hei Gio! Jangan mentang-mentang kamu ganteng dan aku suka sama kamu! Kamu bisa enak-enaknya melakukan itu, ya!" teriak Kina menunjuk ke arah Gio.
"Ciye!" teriak yang lain tiba-tiba disusul tepuk tangan menggema sedangkan aku hanya melirik ke arah Gio dengan menahan tawa karena wajahnya memerah.
"Oke, diam semua! Intinya sekarang kita harus saling support jangan saling menyalahkan! Saling mengingatkan juga. MOS ini untuk mendidik adik-adik kita, untuk kelas sebelas jangan malu-malu mengeluarkan aspirasinya. Jeli juga untuk lihat bibit-bibit pengganti generasi kita, mengerti?" sahut Radit menengahi.
Semua mengiyakan kata-kata Radit itu kemudian rapat dilanjut dengan pembacaan agenda untuk besok oleh bagian acara. Sedangkan aku tidak begitu memerhatikan karena pikiranku sekarang ada pada Hana. Semoga Hana besok tidak telat lagi! Walau aku tidak khawatir dia dibentak lagi oleh Kina—secara dia punya jawaban tidak terduga jika ditanya—walau begitu aku tetap kasihan jika dia diperintah untuk lari-lari memutari lapangan.
"MOS Bunga Bangsa Sembilan Belas!" teriak Rani tiba-tiba.
"Tebarkan senyum gembira! Satu hati, satu jiwa!" teriak kami berdiri sembari tangan melakukan gerakan-gerakan aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Losta Connecta 「END」
Ficțiune adolescenți[12+] Semua akan menjadi sulit jika kami berdua Losta Connecta. Pemenang THE WATTYS 2016 kategori #CeritaSosial Goblok! Tidak ada yang membuatku menjadi segoblok ini selain hanya jatuh cinta! Hana Paramita! Di...
