13] BAKSO

11.1K 1.3K 1K
                                        

Losta Connecta by Andhyrama

www.andhyrama.com// IG: @andhyrama// Twitter: @andhyrama//FB: Andhyrama// Ask.fm: @andhyrama

***

Aku dan Hana ada di Kafe Hujan, dia duduk di hadapanku dengan pakaian yang bagus. Dia tersenyum padaku dan aku pun tersenyum padanya. Aku memegang kedua tangannya di atas meja. Memandang matanya yang lurus pada mataku. Aku gemetaran, bulu kudukku serasa berdiri semua.

"Aku khawatir padamu," kataku.

Ia hanya tersenyum.

"Kamu jangan sakit lagi, kamu harus jaga kesehatan," ucapku menasihatinya.

"Kenapa rumah sakit namanya bukan rumah sehat? Padahal di sana orang-orang ingin sehat bukan ingin sakit," kata Hana dengan wajah bingung.

"Kalau aku, ingin kamu sehat, aku tidak suka kamu sakit," kataku padanya.

"Aku juga tidak suka kamu," jawabnya.

Aku terkejut dan hatiku rasanya sangat sakit mendengar dia berkata seperti itu. "Lalu, aku harus bagaimana untuk membuatmu suka padaku?"

"Aku juga tidak suka kamu sakit," katanya lagi.

Seketika aku langsung tersenyum, pintar banget dia bikin aku galau. "Aku sakit kalau kamu pergi dariku, kamu jangan pergi," kataku.

"Pergi ke Bandung atau ke Surabaya?" tanya dia.

"Pakai kereta api?"

"Kebakaran."

"Iya. Hatiku kebakaran kalau lihat kamu sama yang lain."

"Lain-lain atau de-el-el."

"Bukan dunia lain."

"Kamu duniaku," ucapnya yang kemudian mengangkat tangannya dan ditempelkan ke pipiku.

"Kamu juga duniaku," kataku kemudian melakukan hal yang sama padanya.

Aku bisa merasakan pipinya yang halus, tangannya yang hangat di pipiku. Aku bisa melihat senyumnya, tatapan matanya padaku. Aku bisa merasakan kehangatan yang membuatku begitu bersemangat untuk hidup. Walau ini hanya mimpi, setidaknya aku sudah senang.

Nala sudah menyiapkan sarapan untukku. Karena dia sudah memasak, aku tidak enak untuk tidak ikut makan walau aku ingin berangkat lebih cepat. Jadi, aku makan dengan dengan adikku di ruang tengah sembari nonton televisi.

"Kartun aja, ganti," kataku pada Nala yang menonton berita pagi.

"Kayak anak kecil nonton kartun," ejek Nala.

"Kalau pagi-pagi itu butuh yang menghibur," kataku menasihatinya.

"Kalau pagi-pagi bagusnya otak juga dikasih sarapan dengan wawasan," jawabnya seperti tak mau kalah.

"Terserah deh," kataku yang tidak ingin melanjutkan debat, tetapi bisa aku lihat Nala tersenyum menahan tawa.

Aku menonton berita kebakaran karena korsleting listrik. Di Jakarta memang seperti itu, banyak banget kebakaran, banyak yang lalai. Akan tetapi, bicara tentang kebakaran aku jadi ingat mimpi tadi malam. Iya aku akan kebakaran kalau aku melihat Hana dengan yang lain. Kata-kata Tante Mila juga kembali teringat. Hana sudah ada yang mengantar untuk hari ini.

Siapa ya dia? Apa anak dari sekolahku. Kalau belum pacaran aku akan bersaing positif saja, kalau sudah sepertinya aku harus menunggu mereka putus. Ah kenapa jadi seperti ini? Aku benar-benar bitaran. Ketika aku sudah berhasil berpindah hati dari Ratna, tetapi hati yang ingin aku tempati ternyata juga ingin ditempati orang lain. Bukan satu tetapi banyak, katanya.

Losta Connecta 「END」Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang