Yuki melihat Stefan di seberang
jalan. Yuki membalikan badanya,
dia tidak ingin bertemu dengan
Stefan.
Tin. . Tin. . Tin
"Agkh!" teriak Yuki yang tak sadar jika sebuah mobil melaju dengan cepat ke arahnya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Stefan menatap Yuki lekat, Yuki masih terkejut dengan kejadian ini. Hampir saja dia tertabrak mobil jika Stefan tidak mendorongnya ke pinggir jalan.
"Kita impas, kau tidak perlu
berterimakasih" ucap Stefan tegas
"aku tidak berniat akan berterima kasih" ucap Yuki tegas, Yuki berdiri, lalu meninggalkan Stefan
"Hei, aku tau kau berusaha
menghindariku. Tapi aku akan
memberi informasi padamu jika
aku tidak akan mengganggu mu
lagi" ucap Stefan tegas, Yuki terus berjalan dan tidak menghiraukan Stefan.
Yuki terus berjalan sambil
menutupi hidungnya. Air mata
sudah mengalir dengan derasnya.
***
Stefan menuju ke rumah sakit
terbesar di ibu kota. Stefan
memasuki lift dan menuju ke
ruang UGD. Lift terbuka, Stefan
mematap seorang pria yang
sedang menunggu lift. Stefan
berjalan melewatinya tanpa ada
sapaan khusus.
"Apa kau sudah memikirkan nya?" tanyanya menghentikan langkah Stefan. Stefan membalikkan badan malas.
"Nemikirkan apa? Apa kau
berfikir akan mendapatkannya?"
tanya Stefan senyum evil
"Aku selalu mendapatkan apa
yang aku inginkan, jadi berhati-
hatilah" ucap Al tajam
"Jau mengancam ku?" tanya
Stefan terkekeh sumbang
"Kali ini berbeda, aku akan
menyadarkan mu jika kau tidak
akan mendapatkan apapun dari
yang telah kau lakukan" ucap
Stefan tajam
"Aku memegang rahasia keluarga mu" ucap Al tegas
"Apa kau yakin aku berkata jujur
padamu?" tanya Stefan senyum
evil, lalu melangkah melewati Al
yang tersenyum kecil.
***
"Bagaimana kondisinya? Apa
lukanya parah?" tanya Stefan to
the point
"Ibu baik-baik saja, hanya saja dia masih shock karena benturan" ucap Maxime tegas
"Kalau begitu, aku pergi" ucap
Stefan tegas
"Jau tidak mau masuk dan
melihat keadaan nya?" tanya
Maxime heran
"Ibu tidak membutuhkan ku,
setidaknya dia baik-baik saja" ucap Stefan meninggalkan Maxime. Maxime merasa ada yang aneh dengan adik kesayangannya itu.
***
Revado dan Eriska sudah
berpisah selama 3 tahun. Saat itu
Yuki berusia 13 tahun. Dan saat itu Yuki sangat terpukul tentang
keputusan dari orang tuanya. Dia
tinggal bersama ibunya, dan
semenjak dia masuk ke SMA dia
memutuskan untuk pergi dari
rumah.
"Hei anak baru!" teriak seseorang menghentikan langkah Yuki. Si pemilik suara menghampiri Yuki dan menatapnya tajam.
"Bagaimana perasaan mu di
cintai oleh dua orang pria yang
bersaudara?" tanya Ariel tajam
"Apa maksud mu?" tanya Yuki
dingin
"Kau jangan pura-pura tidak
mengerti. Maxime dan Stefan. Apa kau belum mengerti juga?" tanya Ariel tajam
"Kau tidak punya pekerjaan lain
selain ikut campur urusan orang
lain. Aku tidak mengerti seperti
apa orang tuamu mendidik mu"
ucap Yuki tegas, Yuki melangkah
melewati Ariel. Dengan sigap Ariel menjambak rambut Yuki.
"Agkh!" teriak Yuki menahan
tangan Ariel
"Hentikan Ariel!" teriak Gio
datang, Ariel melepaskan tangan
nya, Ariel sempat terkejut karena
rambut Yuki rontok parah di
tangannya
KAMU SEDANG MEMBACA
Honesty (END)
FanfictionJudul : Honesty Genre : Drama Author : @latifahNF_23 Cast : 1. Yuki Kato As Yuki Eriska Revado 2. Stefan William As Stefan Bayu Domani 3. Prilly Latuconsina As Prilly Mahendra 4. Aliando As Ali Bisma Handoyo 5. Al Ghazali As Pandu Al Hakim 6. Giorgi...
