6. teh, first kiss dan bola

62 5 0
                                    

Yang belum baca prolognya yu baca dulu biar seru. Telat bikin wkwk. Udah di edit ke bagian awal👄

*

Apa kamu percaya takdir? Jika kalian bertanya padaku maka aku akan menjawab ya. Aku percaya. Lalu bagaimana dengan istilah "tidak ada pertemuan yang hanya kebetulan" ? Entahlah aku tidak mengerti apa maksudnya. Tidak, maksudku aku tidak mengerti tujuannya. Tujuan mengapa tuhan mempertemukanku dengan dia. Kita lihat saja. Sebagaimana tuhan telah mengatur alur ceritanya.

25 oktober 2014

Setelah kejadian itu. Dimana aku mengaitkan jari kelingkingku di jari kelingkingnya, dimana aku dan dia akan memulai semuanya, dimana aku dan dia mulai berteman, hubungan kami berjalan layaknya hubungan teman pada umumnya. Dia selalu datang ke kafe di kala jam makan siang, atau jam pulang kantor. Setiap hari, setiap hari. Dia bilang agar dia bisa bertemu denganku setiap hari.

Alasan konyol memang. Karena sebenarnya ia juga sering berkunjung atau sekedar menumpang makan dirumah ku. Aku mulai terbiasa berada di dekatnya. Aku bisa melihat perubahan sikapnya. Berbeda saat pertama kali aku bertemu dengannya. Wajah menyedihkan itu berubah menjadi wajah yang membuat siapapun ikut tersenyum melihatnya. Wajah bahagia.

"Veleria..." aku menoleh takala seseorang memanggil namaku. Pria beralis tebal itu berlari kearahku. Aku berhenti melangkah menunggunya sampai. Ia tidak terengah engah atau bagamana. Hanya sedikit mengatur nafas.

"Iyaa pak?" ia mengibas-ngibaskan tangannya keudara.

"Udah gue bilang jangan panggil gue pa. Tua banget kesannya" ia mengerucutkan bibirnya. Astaga lucu sekali

"Iya iya maaf. Terus apa dong? Ka Aldi? Mas Aldi? Bang Aldi?"

"Aldi, panggil aja nama gue" aku memagut magut. Aku tau apa tujuannya menghampiriku. Tentu saja mengantarkan aku pulang. Ini sudah menjadi kebiasaannya. Padahal aku tidak meminta.

Selama diperjalanan. Tidak ada percakapan yang berarti. Hanya pertanyaan pertanyaan biasa yang keluar dari mulut Aldi. Seperti udah makan? Tadi gimana kerjanya? Steffi ga bilang apa apakan?

Aku bingung dengan pertanyaan yang terakhir itu. Memangnya Steffi bilang apa? Mungkin terjadi sesuatu? Entahlah aku juga tidak ingin mencampuri urusan mereka

Setelah sampai. Aldi keluar dari mobil dengan cepat. Ia berlari kecil mengitari mobil lalu membukakan pintu untuk ku. Ah manis sekali

"Makasih yaaa Al" ia hanya tersenyum. Aku menawarkan aldi untuk minum teh dirumah. Karena suhu disini terasa sangat dingin dan ini baru pukul delapan malam. Lewat tiga puluh menit sebenarnya. Ia dengan senang hati menerimanya. Tanpa ada jeda sedikitpun ketika aku menawarinya. Ia terlihat bersemangat.

Aku mengaduk kedua cangkir berisikan teh dan gula bergantian. Lalu membawanya kedalam ruang tengah. Setelah menaruh kedua cangkir itu di meja aku duduk di samping aldi. Ia terlihat serius menonton dvd yang diputarnya. Film "first kiss" itu film thailand. Kau tau dia memiliki kesamaan denganku. Menyukai film romantis thailand. Aku sudah menontonnya berkali kali. Aku sudah hafal dengan jalan ceritanya.

Seorang siswa smu yang menyukai wanita karier yang cukup berbeda jauh dengan umur si pria. Berawal dari pertemuan mereka di bus yang tak sengaja merenggut first kiss sang wanita. Itu adalah ciuman pertama sang wanita walaupun umurnya sudah terbilang cukup umur. Berlanjut hingga mereka saling jatuh cinta. Si pria anak orang kaya. Sedangkan Di wanita hanya perempuan sederhana. Suatu ketika. Si pria mempunyai masalah dengan ayahnya. Membuatnya pergi dari rumah dan menginap di apartemen wanita itu. Kekuatan cinta sang wanita tergoyah karena menyadari umurnya dan umur kekasihnya berpaut jauh. Ia tak pantas menjadi kekasih sang pria. Namun sang pria meyakinkan bahwa mereka mengatas namakan cinta. Bukan Usia. Saat itu juga. Si wanita bisa merasakan kedewasaan yang dimiliki kekasihnya.

Pain (Secret Time)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang