Chapter 43

82 21 1
                                        

Begitu aku melihat ke arah belakang, aku mendapati seorang perempuan dengan rambut pendek berwarna pirang mengenakan kacamata hitam berjalan mendekatiku.
Ia lalu melepaskan kacamata hitam yang di pakainya ketika menyadari bahwa aku tidak dapat mengenalinya.

"Ehh??! Ito Lucia?!!!!"
Aku terperanjat.
Mimpi apa semalam hingga aku di datangi oleh seorang model majalah fashion Chero?!

"Hai."
Dia juga menyapaku dengan ramah!

"Eh, ha-hai.."

"Jangan gugup begitu.. Aku kan tidak mengigit." Senyumnya kemudian.
Ah, dia benar-benar cantik..

"Bisa bicara sebentar di cafe?"

"Eh?"

"Bisa?" tanyanya ulang.

Ada apa dengan hari ini?
Pertama, maag-ku kambuh.
Kedua, Ryosuke memintaku menjauhinya untuk sementara waktu.
Ketiga, Yuuta mengungkit hal yang aku tidak tahu jawabannya.
Dan sekarang.. seorang Ito Lucia menghampiriku hingga ingin bicara denganku di cafe.
Tetapi kenapa sampai harus pergi ke cafe?

"Te-tentu." jawabku akhirnya.

Ito lalu memberhentikan satu taksi yang melintas di hadapan kami.

"Ke cafe Raymond." ucapnya pada supir taksi begitu aku masuk ke dalam taksi setelah dirinya.

Taksi yang kami naiki bersama pun melaju dengan cepat ke cafe Raymond. Cafe yang terkesan elegan.

Di dalam taksi, kami berdua hanya diam. Suasana yang benar-benar tidak menyenangkan.
Ia sibuk memainkan ponselnya selama perjalanan.

Apa yang ingin di bicarakannya padaku yang hanya seorang siswi SMA yang biasa-biasa ini?
* * *

Tidak butuh waktu lama untuk sampai di cafe Raymond.
Aku berjalan masuk ke dalam cafe mengikuti Ito dari belakang. Setelah menemukan tempat duduk kosong di tepi jendela, aku pun duduk di hadapan Ito yang telah duduk lebih dulu. Beberapa pasang mata - ku yakini - melihat ke arah kami. Tetapi karena ini adalah cafe mewah yang elegan, tidak banyak yang datang kesini, apalagi untuk siswi SMA sepertiku.

"Okay, langsung saja.." ucapnya sambil menatapku tajam.

"..apa ada yang ingin di pesan?" Namun seorang maid menghentikan hal yang ingin dikatakan Ito.

"Kami sedang menunggu seseorang. Nanti saja!" Itulah jawaban Ito pada maid di cafe itu.

"Ngg.. menunggu siapa?" tanyaku memberanikan diri begitu maid itu melangkah pergi.

"Hanya alasan, okay? Memangnya kamu berharap aku mentraktirmu?? Kamu tentu tidak mampu bayar minuman maupun makanan disini."

"A, apa?" Suaraku bagai tertahan di tenggorokan.

Aku memang sedang tidak bawa banyak uang. Tetapi bukan itu maksud dari pertanyaanku.

Tch, ternyata semua model itu memang sombong..

"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan?"

"Bagus, aku suka pertanyaanmu.. Aku ingin memintamu untuk menjauhi Ryosuke."

"A-apa? Ryosuke? Maksudmu Yamada Ryosuke?"

"Iya, benar. Ryo kekasihku.. Kami sudah menjalin hubungan selama 2 tahun. Namun belakangan ini, komunikasi di antara kami menghilang."

Deg!

Dua tahun?
Hilang komunikasi?!

Jadi selama ini, Ryosuke sudah memiliki pacar??!!!

[SUDAH TERBIT] FriendsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang