Part 2

37 7 3
                                    


Bunyi kenalpot mobil sport Rizal menderu meninggalkan kepulan asap di perumahan elite tempat Vero dan keluarganya tinggal. Jalanan hari ini cukup ramai jam segini jamnya orang buru-buru pergi bekerja dan ke sekolah. Jika menebeng Rizal, Vero bisa sampai di sekolahnya hanya dengan waktu 15 menit. Padahal jarak rumah Vero ke sekolah lumayan jauh. Yah, Rizal emang ahlinya dalam menyetir, dia seorang pembalap nasional sejak umur 14 tahun, semua itu berawal dari hoby nya bermain gokart.*entah tulisannya gimana*

Vero sendiri kenapa tidak membawa kendaraan sendiri ke sekolah? Hehe, motor Ninja kesayangannya lagi demam jadi harus dirawat dibengkel.

Alsavero Randika Wijaya putra Dokter Bedah ternama di Bandung. Ayahnya Richard Wijaya, bekerja di salah satu Rumah Sakit swasta yang cukup terkenal di Bandung. Ibunya Ria Sukma Wijaya merupakan designer yang cukup ternama pula. Namun hal-hal tersebut tidak membuat cowok berwajah tampan ini untuk tinggi hati. Bahkan di sekolah ia juga biasa-biasa saja, Vero merupakan sosok yang sangat rendah hati kepada siapapun.

Tinggi semampai, berkulit putih, berkacamata, mata berwarna coklat teduh, berotak encer, mempunyai segudang prestasi, dan yang pasti Vero jadi inceran cewek-cewek di sekolahnya. Vero memakai kacamata karena dari kecil ia hoby main game. Di sekolah Vero terkenal dengan prestasinya di berbagai bidang, ia sering menjuarai lomba tentang ilmu astronomi hingga tingkat internasional, ia juga sering menjuarai lomba berkuda dan sampai ketingkat internasional pula. *wowowow* ia juga terkenal karena ketampanannya *hehehe*. Selain hoby bermain game, dari kecil Vero suka mempelajari ilmu astronomi malah ia sempat bercita-cita ingin menjadi astronot. Semua ke tenar an itu tak membuat Vero sombong sedikitpun. Tapi sayang satu, seumur-umur Vero belum pernah punya pacar *hahaha*

*back to incident*

"Woy nyet, buru-buru sih buru-buru jangan samain jalan disini sama sirkuit. Bego! Ati-ati dong." Omel Vero kepada Rizal karena membawa mobilnya seperti di sirkuit. "Iya tenang aja deh bawel! Kan gue udah ahli."

Tak lama kemudian mereka sampai di SMA Taruna Jaya, SMA favorit di Bandung. Mereka duduk dikelas XI IPA-2. Mereka gak cuma berdua aja, tapi Vero sama Rizal punya geng yang rata-rata anggotanya somplak semua. Ganteng-ganteng sih, berotak encer pula, tapi saying agak kurang genep. Di geng -nya masih ada dua orangnya yang super koplak sama kayak mereka, namanya Fariz sama Rafa. Mereka beda kelas dengan Vero dan Rizal, Fariz di kelas XI IPS-2 dan Rafa di kelas XI IPA-5.

*aaaaaa....* suara jeritan cewek yang bener-bener nyaring terdengar dari luar mobil. "Astaghfirullah! Mampus gue!" celetuk Rizal. "Astaghfirullah, kan gue udah bilang ati-ati bawa mobilnya. Lo sih!" omel Vero. "Aduh gimana nih!" "Ahh masih aja bego lo ya! Udah gue aja yang urus! Puasa-puasa bikin emosi aja."

To be continue...

Hahaha kebanyakan nyeritain tokoh ya? Sengaja dibuat gini biar agak tau tentang Vero jadi kalian bisa bayangin ntar Vero visualisasi nya kayak siapa. Kayak Brandon Salim kali ya. Hehe. Oke next part coming soon :) hope u enjoy and like it guys. Jangan lupa vomment ya. Happy Reading! :)

J

FROM MY DEEPEST HEARTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang