Sandra's POV
"What will we doing in here zayn?" Ya, tadi zayn membawaku ke suatu ruangan, seperti mini theater yang ada di dekat living room. I think we will watch a movie.
"This!" Dengan semangatnya dia menunjukkan cd yang bertuliskan The Conjuring. Jangan katakan......
"We will watch this movieee" Dafuq. Aku tidak bisa menonton film seperti itu. Sungguh, aku selalu dihantui oleh perasaan takut selama beberapa hari jika aku menonton film horror.
"Zayn... Please don't. Lebih baik kita menonton genre drama atau comedy saja. Aku takut zayn, sungguh" Aku memohon sembari memperlihatkan puppy faceku. Berharap kali ini zayn akan membiarkanku keluar dari ruangan ini.
"Too late, young lady" Aku mengikuti pandangan zayn sampai pada layar televisi didepan kami. Dan benar saja, ia sudah memutar filmnya.
"Zayn please. I'm scared. I can't watch horror film. Please zayn" Kali ini aku bersungguh-sungguh. Benarbenar panik.
"Wohoaaaa calm down. Ada aku disini sandra. Don't be panic, okay?" Aku berpurapura duduk di sofa, ketika zayn sudah mengalihkan pandangannya ke televisi, aku bangkit berdiri berusaha keluar dari ruangan ini. Namun terlambat, zayn menahan tanganku dengan kuatnya. Aku berusaha melawannya, namun siasia. Zayn sangatlah kuat.
"Just enjoy the movie sandra. Jika kau takut, tutup matamu lalu teriak. Ada aku disini, tenanglah" Yasudahlah. Aku harus apa? Zayn sangatlah keras kepala.
"Okay" Dan zayn kembali fokus dengan film itu, begitupun aku.
Setelah beberapa menit film berjalan, aku tak merasa takut sedikitpun, namun begitu memasuki menit ke 30, disitulah saat yang menyeramkan mulai ditayangkan.
"Zayn, i'm scared. Really" Ucapku sembari memegang boneka yang ada di ruang tamu. Namun zayn tidak merespon. Ia hanya menoleh kearahku lalu kembari fokus ke telivisi. Dammit.
"HUWAAAAAAAAAA" Tanpa sadar aku memeluk zayn karena kaget melihat hantu yang tibatiba muncul. Beberapa detik setelah itu, kudengar langkah seseorang dari tangga. Aku semakin takut, aku mulai berfikiran yang tidak-tidak.
"Zayn, itu apa?" Aku bertanya kepada zayn, masih dalam posisiku yang sedang memeluk zayn karena takut.
Lalu secara tiba-tiba ada yang membuka pintu. Dan ternyata itu harry. Harry melihatku memeluk zayn. Dengan tiba-tiba aku melepas pelukan zayn lalu menjauh dari zayn.
"Oh, sorry for bothering you" Aku tahu harry marah. I know him very well. Rahangnya mulai mengeras dan tatapan matanya sangatlah tajam. Dengan cepat ia langsung membanting pintu sehingga menimbulkan dentuman keras. Tanpa berfikir panjang aku langsung berlari mengejar harry. Namun saat aku keluar, aku tak melihatnya. Aku mencari ke kamar harry, ia juga tidak ada disana. Lalu aku berjalan menuju balkon kamar harry. Dan ada siluet pria berambut curly. Itu pasti harry.
Harry's POV
Aku tadi mendengar suara sandra berteriak. Tanpa fikir panjang aku langsung berlari kebawah untuk melihat apa yang terjadi. Begitu aku membuka pintu, yang kulihat adalah sandra memeluk zayn. Setelah aku melihatnya, aku langsung menutup pintu dengan keras. Dan disinilah aku, di balkon kamarku sembari merenung atas apa yang aku rasakan tadi. Entahlah, aku tak pernah merasakan perasaan ini sebelumya. Seperti perasaan marah, kesal, kecewa, semua bercampur menjadi satu. Apa ini yang dikatakan jealous? Mungkinkah aku cemburu? Jika difikir, aku tak memiliki hak untuk cemburu dengan sandra. Aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan sandra. Hanya sebatas sahabat. Ya, sahabat. Entahlah, memikirkan sandra hanya sahabatku membuatku sedikit kecewa akan hal itu. Apakah aku jatuh cinta padanya? Secepat ini? Tidak mungkin. Mustahil.
YOU ARE READING
Fake Relationship ( Harry Styles Love Story )
FanfictionBagaimana jika management mengharuskan Harry Styles berpacaran dengan sahabat kecilnya? Sahabat yang dulu sempat meninggalkan Harry... Bagaimana jika Sandra juga tidak mengetahui bahwa management memaksa ia berpacaran (berpurapura) dengan seorang Ha...
