Naruto terus menggerutu tidak jelas sambil mengeringkan rambutnya yang basah kuyup dengan handuk. Tubuhnya terbalut piyama berwarna hitam milik Itachi yang diambil diam - diam oleh Sasuke.
"Ini teh untukmu'' Sasuke menyodorkan cangkir berisi teh ke hadapan Naruto yang kini duduk di tepi ranjang besar yang ada di kamar itu. "Aku tidak menduga kau benar - benar datang'' Sasuke menghempaskan pantatnya di kursi dekat ranjang sambil menatap si pirang yang kini menyesap sedikit teh dalam cangkirnya. Lumayan untuk mengusir dingin karena tersiram air malam - malam begini.
"Kau meragukanku?'' Naruto meletakan handuk yang dipakainya tadi di atas ranjang.
Sasuke mengangkat bahu, berusaha tak acuh dengan pertanyaan Naruto yang menurutnya hanya retoris ''mungkin''.
"Aku kesal mendengarnya, apalagi kau harus menyiramku seperti ini'' nada Naruto berubah ketus.
Tawa ringan mengalun di kamar luas milik Sasuke. Sasuke menutup mulutnya dengan punggung tangan dan berdiri melangkah ke balkon, masih geli saat mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.
Beberapa saat sebelumnya.
Sasuke asyik memainkan ponselnya. Sekedar membalas chat dan komentar dari teman - temannya di sosial media. Sesekali tawa keluar dari mulutnya saat membaca status ataupun melihat postingan gambar yang diunggah, saat telinganya mendengar suara dari arah luar. Suara langkah kaki yang menginjak dedaunan kering. Sebuah senyum terukir saat otaknya mengingat sesuatu. Ponselnya diletakan sembarangan di atas ranjang dan segera beranjak ke arah balkon. Mata hitamnya menyelidik kesekitar halaman. Mencari asal suara yang dia dengar.
"Dia datang'' gumamnya saat matanya melihat ada seseorang yang terlihat mengendap di antara pepohonan.
Sasuke bersandar di pagar pembatas balkon sambil menumpukan kedua tangannya di pagar, mengawasi setiap pergerakan orang yang ada di halaman.
Sesekali tawa pelan keluar saat orang yang sedang diawasinya harus menunduk karena beberapa pengawal yang kebetulan sedang berjaga melintas di dekatnya.
Dari arah yang tidak terlalu jauh dari orang yang ditunggunya, Sasuke melihat dua orang pengawal yang mendekat. Sepertinya mereka curiga dengan suara gemerisik yang ditimbulkan Naruto. Pemuda raven itu sedikit panik. Matanya bergantian mengawasi antara pengawal dan Naruto yang sedang mengendap - endap.
"Siapa disana?'' Suara berat dua orang pengawal menyadarkan Sasuke bahwa dia harus segera melakukan sesuatu atau Naruto akan tertangkap. Secepat kilat dia masuk kembali ke kamar, mengambil air dari kamar mandi dengan guci hiasan yang ada di kamarnya, seorang Sasuke tidak mungkin menyimpan ember di kamar mandinya karena itu tidak elegan.
Setelahnya bergegas keluar dan menyiramkan air itu tepat ke tempat dimana Naruto bersembunyi.
"Byuurrr''
Suara guyuran air mengalihkan perhatian dua pengawal. Keduanya menoleh ke arah balkon. Keduanya terkesiap dan langsung menunduk begitu melihat Sasuke berdiri di sana.
"Ada apa?'' Tanya Sasuke dengan nada tajam pada dua pengawal yang berdiri menunduk di bawah balkon kamarnya.
"Maaf Tuan Muda, kami tidak bermaksud mengganggu Anda. Kami hanya curiga ada penyusup, kami mendengar suara aneh'' salah seorang dari dua pengawal itu mencoba menjelaskan.
"Itu aku. Iguana milikku lepas dan ada di pohon itu'' Sasuke menatap pohon maple yang tadi disiramnya ''aku menyiramnya agar turun'' ucap Sasuke tenang.
Kedua pengawal itu saling pandang. Mereka sebenarnya kurang percaya dengan cerita majikannya itu, tapi tidak mungkin mereka mempertanyakannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are Mine
FanficBukan cerita Romeo dan Juliet, meski sedikit mirip. Lagipula Sasuke sama sekali tidak mirip Juliet. Dirinya tentu saja lebih fenomenal dibanding tokoh khayalan yang kata banyak orang melambangkan cinta sejati. Sasuke tidak percaya. Tidak akan pernah...
