Dendam sarah

1.5K 49 2
                                    

Syana sudah pulang dari rumah sakit
Dia sangat merasa senang karena terbebas dari infus yang melekat di tanagnnya

"Sya kamu makan dulu ya biar keaadanaanmu makin membaik" terang Vigo
"Apa pedulimu padaku" ketus Syana
"Sya aku benar-benar menyesalkan dengan apa yang kulakukan, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" jelas Vigo sambil meraih tangan Syana
Diamm, Syana hanya diam

******
Semakin hari keadaan Syana semakin membaik dan hari ini Syana memutuskan agar bisa bekerja lagi.
Dia sengaja berangkat lebih awal dari Vigo agar dia tidak melihat wajah Vigo entah kenapa hatinya begitu sakit mengingat kejadian dulu
"Kemana dia??" geming vigo dia terus mencari ke setiap sudut ruangan tapi nihil gk ada syana wajahnya yang cantik itu tak terlihat
"Sya!!!" Teriak Vigo karena dia tak juga menemukan Syana
Aku tak memusingkan itu lagi karena aku sudah muak dengan tingkah Syana seperti anak kecil "apa peduli ku mau kau pergi atau tidak itu bukan urusan ku lagi" Vigo mengerutkan keningnya dan dia tak akan lagi memperdulikan syana

----------------

"Huhhhh udah jam 7 " geming vigo sambil merebahkan badanya dikursi tempatnya bekerja.Syana segera merapikan semua berkas berkas yang ada dimejanya yang sedikit berantakan
Lalu dia bergegas untuk pulang, sebenarnya dia sangat berat hati pulang kerumah karena dia tak ingin melihat Vigo
Dijalan dia berjalan pelan
Syana sengaja tidak naik mobil kekantor karena dia ingin naik angkutan umum tadi pagi untuk menghindari kemacetan
"Aku gk akan bisa memaafkan dia begitu saja, biar dia sadar
Dia pikir hari gw terbuat dari apaan yang bisa luluh gitu aja , huhhh" geming syana karena malam ini terasa sepi dia sengaja mengalihkan pikiran ke hal hal itu agar rasa takutnya hilang

Syana tak menemukan 1 pun angkutan atau taxi lewat dia terus berjalan untuk mencari taxi atau angkutan umum lainnya
"Aduhhh udab jam 8 lagi , satu jam gw jalan gk ada taxi yang lewat huhhhh" keluh Syana. Tiba- tiba ada mobil besar yang terhenti di depannya Syana sangat kaget karena 2 pria berbadan kekar menghampirinya
"Haiii Nona sedang apa kau malam-malam gini"
"Siapa kau, jangan menggangu ku!!!"teriak Syana . Dia pun langsung berlari untuk menghindari 2 pria itu tapi nihil dia dibopong oleh 2 pria itu dan di didekap oleh orang berbadan kekar itu Syana dibawa kedalam mobil Syana tak bisa melepasakn dekapan dari pria itu dia langsung tak sadarkan diri

*********
"Ini sudah jam 9 tapi kenapa dia belum pulang juga" suara Vigo yang begitu kesal dengan kelakuan Syana
"Bikk!!!" Teriak Vigo
"Iya tuan"
"Bik ibuk kok belum pulang"
"Tadi pagi saya lihat ibu pergi pagi-pagi dan ibu juga gk sarapan tapi ibuk gk ada pesen apa pun pada saya tuan" jelas bik ina ke Vigo.
Vigo langsung mengubungi kanto Syana pada jam segini mana mungkin ada staf dikantor tapi Vigo berpikir lagi dan dia menemukan jln keluarnya dia mencoba menelpon satpam kantor
"Hallo pak"
---------------
"Apa ibuk Syana sudah pulang pak"

-----------------
" apa sudah dari tadi!!"hati Vigo merasa gelisa 
-------
"Baik baik teeima kasih pak"
Dia langsung menutup telponnya
"Duhhh kemana dia, kenapa dia sangat suka membuatku gelisahh" denguh hati Vigo
Tak lama kemudian ada telpon masuk pada telponnya
"Ohh Syana" aku sengaja tidak menghubunginya karena aku sangat malas dengan kelakuannya seprti anak kecil
"Sya kamu tau kan ini jam berapa " tanpa basa basih Vigo melontarkan kata kata itu
"Maaf pak, saya tadi menemukan telpon ini tergeletak dijalan
Tadi saya tidak sengaja melihat perempuan yang punya telpon ini dibopong oleh 2 pria yang berbadan kekar pak" jelas bapak ini kepada Vigo
"Deggg!" Semua tubuh Vigo bergetar dia tak sanggup lagi berdiri
"Trus kemana lokasinya ini pak" tanya Vigo
"Baik saya akan sms kan alamatnya pak"
"Baik pak "
Aku pun langsung melajukan mobil ku kesana
"Pak dimana istri saya pak" tanya Vigo tergesa gesa
"Maaf pak saya tidak bisa melakukan hal yang banyak "karena mengetahui pria itu tubuhnya sangatkakar
"Ini pak hanya telpon ini yang saya temukan dan saya langsung menemui nomor bapak di telponnya
"Apa dia diculik" desis Vigo
"Apa istri bapak punya musuh?" Tanya bapak itu
"Tidak pak istri saya tidak mungkin memiliki musuh karena dia tak pernah memilih teman" jelas Vigo

Vote yang banyak
*Cerita akan dilanjutkan kalo votenya banyak lebih dari 500 aja deh dulu :)*

Merried with cool guyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang