****
Semilir angin sore hari. Matahari beranjak pergi dari peraduan. Burung-burung pulang ke sarang. Sebentar lagi malam menjelang. Sepasang manusia duduk di bangku panjang, saling diam tak bertegur sapa, sama sepertiku yang diam tanpa kata.
Sepasang mata menatapku. Hatiku luluh lantak. Tak tahu harus berbuat apa. Ku harap ia enyah dari hadapanku. Tapi tak bisa. Ia menggeser posisi duduknya hampir menempel di tubuhku. Tiba-tiba ia bersimpuh.
“Flea aku cinta kamu”, kata pertama yang ia ucapkan semenjak tadi.
“Tidaak tak akan pernah,” Flea menolak keras pernyataan cintanya.
“Ini ke seratus kalinya kau nyatakan cintamu padaku manusia.”
“Terlalu dalam cintaku padamu, tapi aku peminum darah! “
“Aku tahu itu, aku rela jadi budakmu.”
“Aku cinta padamu meskipun kau peminum darah,” sangkalnya.
“Pergi, sekarang!”
“Sebentar lagi malam, aku tak sanggup lagi menahan diri untuk meminum darahmu.”
“Tidak mau...aku akan tetap disini”
Malam datang. Instingku sebagai peminum darah muncul. Aku tak mampu lagi membendungnya. Instingku menang. Bau darah manusia. Lezzzat. Pikiranku kacau. Taringku pelan-pelan muncul.
“Aku mencintaimu manusia”
“Kuterima cintamu padaku”
“Benarkah Flea, seperti mimpi rasanya,” manusia ini takjub tak percaya tanpa sadar ia memeluk tubuhku
“Peluk erat sayang, jangan lepaskan!” kutancapkan erat-erat taringku. Darahnya memang benar-benar lezat.
****
Tolong berikan krisan dan nilai pada tiga story yg baru aku publis yah kawan...
Makasi....
Aylinda98 ellenarasy let_me_be_famous moodbooster_ nelzhaputri Peter11111 Puti_Andam freakfiction97 Vilmakostan Nurul_Shinichi05 CocoBeFriends DarkPeople7608 Iamnotperfect_ PuspitasariAniesa
YOU ARE READING
Flash Fiction Event
De TodoKali ini kami membawakan tantangan baru untuk anak-anak AB, yaitu Flash Fiction, yang bertemakan dark romance....
