Ketika rasa kantuk menyergap dan musik mulai mengalun bersama telungkup menahan perih, cakrawala berubah biru.
Kemudian kau bertanya, "Mengapa biru?"
Aku tak tahu.
Kau tertawa. Menatapku seolah diri ini gila.
Tapi aku bergeming. Balas menatap nyalang dikau yang terlena dengan tawa dan serumu.
Jelas biru ... Karena bila kau tak berada disini, cakrawala tidak membiru.
CA 07/08/16

KAMU SEDANG MEMBACA
1001 Kata Untuknya
PoésieSebuah kesedihan dan rasa sakit yang dipersembahkan bukan untuk seseorang, melainkan sebagai penanda untuk diri sendiri bahwa rasa sakit itu ternyata bisa diubah menjadi sebuah karya. Jangan berharap banyak. Ini hanyalah ungkapan sederhana yang dipe...