Hai semuanyaa! Kaget gak untuk pertama kalinya gue buat bab tersendiri di luar update kumpulan prosa/puisi ini hehehe :3 ((biasa aja gataunya hiks)). Btw, setelah dipikir-pikir, kayaknya emang lebih nyaman berkomunikasi pakai lo-gue gini. Jadi untuk kedepannya gue bakalan pakai cara ini yaa~
Sebenernya di chapter intermeso ini gue mau tanya, apa sih yang bikin kalian baca karya ini pada awalnya bahkan sampai di chapter ini? Terus, apakah kalian tertarik juga buat baca cerita-cerita gue yang lain selain jenis kayak 1001 Kata Untuknya ini?
Udah sih itu aja hehe, mohon kesediaannya buat menjawab :)
Makasih buat kalian semua yang udah mau baca sampai sejauh ini! Semangat terus ya dalam kehidupan sehari-hari!
- love, Dia

KAMU SEDANG MEMBACA
1001 Kata Untuknya
PoésieSebuah kesedihan dan rasa sakit yang dipersembahkan bukan untuk seseorang, melainkan sebagai penanda untuk diri sendiri bahwa rasa sakit itu ternyata bisa diubah menjadi sebuah karya. Jangan berharap banyak. Ini hanyalah ungkapan sederhana yang dipe...