Part 7^

690 67 12
                                        


.
.
.

Bruk
Karena asyik memandang kebelakang ryeowook tak melihat didepannya ada sesorang, ia menubruk seorang pria.

RYeowook mendongak dan matanya membola saat melihat siapa yang ditabraknya
"Hai!" sapa pria itu dengan seringaiannya.

Pria itu menoleh kebelakang tubuh ryeowook memeriksa sesuatu, lalu dengan sekali tarikan ia menarik Ryeowook untuk berlari mengikutinya.

Mereka lalu masuk kedalam sebuah gang kecil tubuh kekar pria itu menghimpit tubuh ryeowook ia membekap mulut ryeowook agar tak mengeluarkan suara, saat pria-pria yang mengejarnya tadi mulai mendekat.

"Dimana dia? Sial!"
Mereka terdengar menggerutu dan terus berlari melewati gang dimana Ryeowook berada.

Ryeowook terengah, terus menatap pria didepannya dengan intens. Dalam kegelapan pria itu terlihat sangat tampan dengan rambut sedikit acak-acakan, ia mengecek sebentar lalu kembali keposisinya.

"Gwaenchaha?" Ryeowook tertegun. Detik berikutnya ia mengangguk pelan.

Pria itu melepaskan tangannya dari mulut Ryeowook dan sedikit menjauhkan tubuh mereka.

"Apa yang kau lakukan disini, Chanyeol-ssi?" Pria itu tersenyum mendengar pertanyaan Ryewook.

"Kupikir kau terlalu sibuk untuk tau namaku" Ryeowook semakin mengernyit mendengar jawaban Chanyeol. Tentu saja ia tau namanya, pria didepannya ini adalah orang yang merawat appanya selama ini. Yah! Walaupun jarang sekali ia bertemu langsung dengannya.

"Apa kau selalu pulang selarut ini?"
Ryeowook terdiam, Ia masih memandang Chanyeol dengan tatapan bingung.

"Kau terlalu sering berada dirumah hingga kau tak tau siapa tetanggamu sendiri"

"Tetangga?" Chanyeol mengangguk.

"Rumahku berjarak, emm sekitar 100 meter dari rumahmu"

"Bagaimana kau tau jika itu rumahku?" Chanyeol terdiam. Ia terlihat gelagapan sebelum akhirnya ia menjawab

"Aku pernah melihatmu masuk kerumah" Ryeowook mengangguk

"Oh! Gamsahamnida untuk yang tadi" Chanyeol mengangguk, lalu tersenyum.

"Aku tak pernah bisa mengobrol denganmu, ah! Maksudku tentang keadaan ayahmu Ryeowook-ssi" Chanyeol sedikit salah tingkah saat Ryeowook terus menatapnya intens.

"Aku tak menyangka dengan kejadian ini akhirnya aku bisa berbicara padamu, mungkin besok kita bisa mengobrol lagi? Tentang kondisi appamu misalnya?" Ryeowook tersenyum ramah, dan itu sukses membuat dokter muda dihadapannya salah tingkah dan wajahnya sedikit memerah.

"Geurae! Aku akan mengantarmu pulang, ini sudah sangat larut dan juga cuaca semakin dingin" Chanyeol berjalan pelan disamping gadis manis itu, matanya sesekali melirik kearah Ryeowook.

'Tidak mungkin bukan, jika tadi aku menjawab aku tau rumahnya karena aku selalu mengikutinya setelah ia menjenguk appa kim.  Dan tentang pria yang aku lihat beberapa kali itu aku tak tau pasti siapa dia, dan sepertinya aku harus lebih mendekat jika ingin pria itu pergi'
.
.
"Kau sudah banyak mengambil tawaran kyu, apa kau yakin akan menerima yang ini juga"

"Hanya tawaran iklan saja tak apa"

"Apa kau ada masalah? Tak biasanya kau seperti ini" Kyuhyun terdiam, ia memikirkan pertemuan terakhirnya dengan Ryeowook dan gadia itu memintanya untuk tak menemuinya lagi, sebenarnya ada apa? Berpikir 100 kalipun kyuhyun tetap tak bisa menemukan jawabannya. Dan sekarang berakhirlah dia dengan merindukan Ryeowook namun ia tak bisa menemui orang yang ia rindukan. Dan seperti biasa ia akan menyibukkan dirinya dengan jadwal agar rasa rindu itu sedikit teralihakan seperti yang ia lakukan beberpa tahun belakangan.

HistoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang