"Sudahlah Mike, berhenti merengek seperti anak kecil. Kau seperti ingin ku tinggal mati saja." Sambil mengelus punggung pria jangkung itu.
"Jadi, Kau berharap aku menjadi duda! Jaga bicara my elle." Sambil memgerucutkan bibirnya.
"Iya, lagi pula aku hanya pergi tiga bulan Mike. Ti..ga..bu..lan..." perjelas arline. Namun mike tetap saja menangis seperti anak kecil dan hanya mendapat gelengan dari keluarga besar mike dan arline yang mengantar Putri kesayangan mereka.
"Wah liaht siapa yang menderita sekarang. Dulu saja seperti perang dunia ke tiga padaku, saat tau dijodohkan dengan malaikat cantik ini." Ucapan alonso jelas mendapat pelototan tajam dari mike.
"Cukup dad, kau membuatku muak. Mom bawa suamimu dari sini!" Ucap mike kesal.
"Sudah sayang, kau selalu saja menggodanya. Lihat dia sudah seperti kereta api dengan asap yang menggepul di telinganya." Ucap raline mommy mike.
"Mom, kau mulai menjadi penghianat sekarang. Lihat baby bear, mereka semua mentertawaiku." Kembali memeluk arline.
"Kau ini, seperti balita saja?! Sekarang lepaskan aku, pesawatnya sebentar lagi akan berangkat. Dan ingat jangan pernah menyusulku kesana atau kau tak akan pernah melihat aku kembali!" Ancaman arline seperti petir di siang bolong bagi mike.
Ya setelah perdebatan panjang nya bersama mike sehari sebelum kepergiannya, akhirnya mike mau tidak mau setuju dengan apa yang telah menjadi kesepakatan mereka. Mau tak mau mike pun menyetujuinya.
"Jaga dirimu, ingat jangan terobsesi untuk cantik, tapi berusahalah tetap sehat. I miss you baby bear every second time." Mike mulai mengecup Puncak kepala arline wanita yang begitu ia cintai selama ini begitu lama.
"i miss you too, husband every second. Take care." Dengan begitu berat hati arlime melepas pelukan mike begitu juga dengan lelaki tampat itu. Baginya 3 Bulan mereka jalani selama ini begitu singkat.
Soul, 2016
"Come arline, run...run...run..!!" Instruktur ini begitu kejam. Kalau saja dia buka tunangan sahabatku, sudah aku penggal kepalanya. Ya begini lah arline sudah lebih 2 Bulan wanita itu berkutat di ruangan yang penuh dengan alat-alat olahraga dari yang manual hingga super canggih. Sekarang arline bukan lagi gadis berberat badan 153 kg, diluar perkiraan berat badan nya sangat turun drastis, dan sebentar lagi ia akan menunjukkan pada mike bahwa dia mampu menjadi wanita yang pantas dengan seorang mike alonso.
"Lihatlah mike aku sekarang. Tunggu aku mike." Kembali berlari di lapangan lari yang telah dirancang khusus dengan semangat yang membara didadanya.
Sementara di Jakarta muke masih saya terus berkutat dengan pekerjaannya. "Oh come on mike. Kau sudah lebih dari dua Bulan ini bekerja bagaikan singa lapar." Ucappan tersebut sontak mengalihkan pandangan mike yang semula serius tertuju pada kertas-kertas putih diatas meja menuju ke arah orang yang sedang berbicara tersebut.
"Diam kau gamael."
"Apa kau akan menunjukkan tampangmu yang sudah pantas untuk menjadi zombie ini kepada elle. Aku yakin betapa cantiknya ia saat pulang nanti."
Mike semakin geram akan pujian yang diberikan oleh gamael untuk istrinya tercinta.
"Berhenti memuji is..tri..ku.. atau kupenggal kau!!" Ucap nya dengan penuh penekanan.
"Woaa...wooaa... santai bos! Oh tuhan cepatlah kau kirimkan bida ds Ari itu kari. Kalau tidak aku bisa tinggal nama berada lama-lama disi." Tak ada bosannya gamael terus saja menggodanya.
Semenjak kepergian arline ke seoul, mike seperti kehilangan pegangan. Bagaimana tidak, gadis itu melarangnya untuk menemuinya, menelfon nya, dan menghubunginya dalam bentuk apapun, dan hal itu sungguh sangat menyiksa batin pria sexy tersebut.
Mike mulai mengambil figuran yang berada tepat diatas meja nya. Foto selfie terakhir yang ia ambil, sebelum keberangkatan arline saat dibandara. Firo itulah satu-satunya yang selalu ia bawa kemanapun ia berada. Mike mencuci nya 3lembar dengan berbagai pose. Satu diletakkannya dikamar, satunya dikantor, dan satu lagi selalu ia bawa kemanapun sehingga setiap kali ia merindukan gadis itu ia dengan mudah memandanganya.
"Kau sangat berhasil membuatku tersiksa honey. Cepatlah pulang aku begitu merindukanmu, sangat sangat merindukanmu." Tak lupa kecupan hangat mendarat di figura tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
my beautiful big size
RomanceArline nathalia Kehidupan bahagia tak pernah ada dalam kehidupannya semenjak kematian tragis orang yang begitu dicintainya. tak ada kata your self is number one. kehidupannya benar-benar menyedihkan. 115 kilogram adalah bahan bulian paparazi disetia...
