***
"kenapa dia membuat bencana bertubi-tubi kepadaku , oh tuhan apa yang dia rencanakan saat ini dasar lelaki angkuh dan tak tau sopan santun , sungguh aku membencinya seumur hidupku"gerutunya
"Brakkkk..
Dia membanting pintu apartemenya kuat dan menuju kedapurnya sambil memijit keningnya yang terasa pusing , 'aku tak habis fikir denganya kenapa dia bersikap seperti itu haahh... ini baru hari pertama bagaimana seterusnya nanti , kuatkan aku mom dad'batinya melihat figura ayah dan ibunya yang ada di dapurnya dia tersenyum rindu melihat foto mereka
"aku merindukan kalian , aku bisa menangani ini kalian tak usah cemas"ucap risa memeluk fotonya
"baiklah ayo mandi dan rilekskan tubuhmu clara kau sedikit bau dan kusut"ucapnya terkekeh dan masuk kekamarnya untuk membersihkan dirinya
***
'shit' kenapa dia harus berteriak seperti tadi oh aku tak pernah dipermalukan sebelumnya dengan seorang wanita manapun , aku akan memberinya sedikit pelajaran besok dasar gadis keras kepala dan ketus 'batinya melajukan mobil sportnya menuju rumahnya , disinilah ia berada rumah yang bak sangat mirip seperti istana , dia keluar dari mobilnya dan memberikan kuncinya pada pelayanya lalu berjalan masuk kedalam rumahnya dan dia disambut oleh pelayanya yang menunduk
"apa yang anda inginkan tuan?"ucap salah satu pelayanya
"bawakan aku secangkir kopi ke ruang kerjaku"ucap ray dingin melewati pelayanya yang menunduk
"baik tuan"ucapnya lagi dan mereka pun bubar mengerjakan pekerjaan masing -masing sementara ray berjalan menuju tangga untuk pergi kekamarnya
"ray..?"panggil daddynya , ray yang merasa dipanggil pun menoleh melihat daddynya yang sedang duduk sambil membaca koranya lalu berjalan menuju dadnya
"dad kapan pulang ?"ucap ray yang duduk di kursi sebrang dan kini mereka sedang berhadapan
"setengah jam yang lalu, oh ya bagaimana dengan clarissa? Apa dia sudah mulai bekerja?"ucap dadnya sambil menutup koranya
"ya aku sudah mengaturnya dad, kalau bukan dia orang yang menolong dad aku takkan menerimanya"ucap ray kesal
"hey dia tak terlalu buruk , dia anak yang pintar dan juga mandiri, dia menghidupi dirinya sendiri tanpa orangtuanya daddy menyukainya dari dulu daddy ingin punya anak perempuan sepertinya"ucap dadynya memuji sedangkan ray mendengus kesal 'apa istimewanya gadis itu huh' batinya 'ya dia istimewa ray sampai kau selalu memikirkanya dan berfantasi liar denganya akui saja itu'pikirnya 'oh shit itu memang benar apa aku mulai menyukainya? Eh sejak kapan love at firs sight , pftt no..no..no takkan terjadi ' batinya lalu ia menggelengkan kepalanya
"ada apa ray kenapa kau menggelengkan kepalamu"tanya daddynya
"tak ada dad, nanti malam aku akan pergi bersama wiliam, aku ingin kekamarku dulu"ucapnya dan dadnya mengangguk, ia berdiri lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya tapi wajah risa tetap ada difikiranya 'oh aku bisa gila seperti ini' batinya kesal
***
Risa sedang berada dikamarnya ia sedang menonton film yang dia beli kemarin setelah berbelanja beberapa baju untuk ia pakai untuk bekerja di perusahaan itu , sesekali ia menutup matanya saat melihat film hantu itu dan juga berteriak, menurutnya dia lebih menyukai film action dan horor daipada menonton film romantis yang akan membuatnya merinding geli
"but I'm only human "
"and I bleed when I fall down "
"I'm only human"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love My Boss? Bad Dream!
RomanceAku mahasiswa di universtitas london jurusan Bisnis yang sedang mencari pekerjaan untuk kebutuhan pribadiku dan membayar apartemenku, aku beruntung mendapatkan beasiswa karna bisa mengurangi pengeluaranku Aku hidup sebatang kara dari bangku sma...
