Cerita tentang 2 orang yang keras kepala namun saling mencintai.
Singkat cerita 2 orang yang keras kepala ini bernama adinda gadis yang super duper ketus,cerewet,tapi mudah bergaul.
Dan yang satunya lagi bertolak belakang dari adinda dia super kutu...
Entah kenapa koridor kampus terlihat sepi,padahal belum final test... Tentu saja belum ada libur bukan??tapi kenapa sepi gedung fkip ini??
akupun sudah berada di depan kelas,masih sepi juga ah sudalah...fikirku.
Ku ambil aerphone ku nyalakan music santai sambil bersandar kepala di ujung kursi sambil memejamkan mata.
Tiba tiba aku mendengar triakan suara perempuan kesenangan menyebut nama si culun ralat eric maksudku.. Suara itu berasal dari lapangan yang terletak di gedung teknik.
Aku Merasa kepo ?ya tentu saja jawabanya kepo haaahaa,perlahan aku menyusuri sumber suara...
Disana terlihat eric sedang main basket gagah,bercucuran keringat, ah siapapun yang meliatnya pasti juga ngences?!
Seperti bukan eric, itu lah pandanganku etsss.. tunggu tunggu kenapa si culun tumben main basket. batinku
Disana suda ada abdu dkknya. Apa abdu menantang eric buat tanding? Tapi untuk apa?Ah pikiranku sudah melayang kemana mana bertanya tanya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
T
ak lama kulihat bola megarah ke arah ku Brakkkkk!!! Menimpa hidungku,hingga mengalirkan darah kulihat ada seseorang menghampiriku. Tapi seketika saat itu juga pandangan ku gelap.
---------------------
Matahari menyinari mataku dari celah cela jendela ,terlukis jelas kehangatan ku rasa. Ku usap usap mataku untuk melihat lebih jelas namun ku lihat kanan kiri seperti asing. "Ini bukan kamarku"pekikku "Hey..kamu sudah bangun?"kata seseorang yangberdiri ke arahku membelakangiku Kulirik pakaianku aman ettttsss lagi lagi kesadaran tolol membuatku membeku .yaiyala ini buka bajuku yang ku kenakan bagai mana bisa? Dikamar dengan laki laki pula .pikirku
"Lu siapa? "
Kamar eric
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.