Bab 4 :Terpana

42 3 0
                                        

Langit begitu cerah.Sejuk pagi mengantarkan Eric untuk bersemangat bagun pagi.Di ambilnya handuklalu menuju kamar mandi.

20 menit berlalu dan Eric pun sudah selesai mandi... (jangan heran kenapa cepat sekali maklum saja cwok gak terlalu suka berlama lama kecuali punya maksud tertentu hemhem :).

Eric mengenakan baju yang sudah mantap dia pilih. Dengan mengenakan blus bercorak kotak kotak kecil dan berkerah berlengan pendek dan dibalut jaket halus tak lupa setelah rapi-rapi di semprotkannya farfum santai agar menyegarkan tubuhnya dan dia pun selesai.

Dituruninya anak tangga satu persatu menuju ruang makan ,tanpa ia sadari sudah pada ngumpul papa dan mama beserta adik kecilnya.

Tak butuh waktu lama Eric langsung memburu sarapan pagi. Setelah selesai makan ia pamit kepada orang tuanya untuk pergi ngampus.

Dalam perjalanan.....sssttt!! Matanya membelalak rem mendadak .

Mana mungkin bisa nenek sihir yang selalu membuatnya sial mendadak cantik hari ini (pikir hati erik), sejenak dari kejauhan dia memperhatikanya terkesima tanpa menyadari bus besar bernama MEBIDANG (kalo di jakarta namanya Transjakarta tapi kalau di medan itunamanya heheh sekedar promosi :p ) pengangkut penumpang di belakangnya.

Sentakan tlekson menyadarkan eric lalu dia tertawa kecil karena kebodohanya yang terpana melihat nenek sihir yang tak lain adalah Adinda.

Eric pun meneruskan perjalanan menuju kampus yang biasanya dia hanya butuh 20 menit menuju kampus dan hari ini lebih dari yang biasanya.

-skip-

"Kenapa aku hari ini bersemangat sekali ya" gumam Adinda. Yang tak lain juga dirasakan Eric tanpa keduanya tau.

Di dalam ruangan Adinda mendengarkan dan mencatat semua yg dosen jelaskan.
30 menit mengikuti mata kuliah writing dan berganti terus menerus hingga selesai dan Adinda pun keluar menuju taman di area kampus untuk menemui temanya.

Setengah perjalanan ia tercengang dengan sosok kutu buku yang berubah jadi cool dari yang biasanya. Yah benar siapa lagi kalau bukan Eric.

Niat Adinda tak mau melihatnya saat berjalan berhadap-hadapan namun kok hatinya gak bisa menolak melihat Eric yang menjadi sosok ganteng mendadak dari yang biasanya.

Apakah ini???? Ah tidak tidak!!!!!!!.....

Datang bagai musuh mana mungkin bisa mendatangkan perasaan? "Kata hatinya untuk segera sadar".

Sosok wanita tinggi kaya manohara menyapanya dari kejauhan ya siapa lagi kalau bukan laura teman akrabnya dan Adinda tersadar dari allusinasi yang membuat dia melayang entah kemana.

Adinda menyambut lambaiannya dan menghampirk laura. Sedangkan eric sudah menuju ruanganya.

.
.
.
.







Sampai sini dulu ya gaeessss jangan lupa vote + comenya.
Author senang kalau kalian membaca terang2ngan jangan jadi pembaca gelap ya oke. Mari saling mensuport :)

KEEP MY HEARTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang