AUTHOR POV.
Ketiga Namja kini berjajar di depan wastafel kamar mandi milik Taehyung, seraya membersihkan make up yang tersisa diwajah mereka, mereka berbincang.
"Geundae, apa kau tak kasihan pada Jimin yang melakukan itu semua sendiri ? ingat kau mempunyai 43 pemilik saham, semalam dia berkunjung ke rumahku jam 10 malam." Jelas Jin seraya menggosokan sabun cuci muka.
"Aku sudah menawarkan diri, tetapi dia memintaku untuk menemani Jihyun." Balas Taehyung.
"Geundae, mengapa kau memutus kontrak Hyung ? ayahku sempat berfikir kau terlalu banyak uang sehingga memutus kontrak begitu saja " Ucap Jungkook sejenak menatap Taehyung dengan wajah penuh foam.
"Bersihkan dulu wajahmu, kau terlihat konyol" Keluh Jin sedikit tertawa.
Sejenak Taehyung menghela nafasnya panjang sebelum membasuh wajahnya.
"Wae ? mempercayakan semua pada Sunghee ?..."
"...Kau tahu betapa bodohnya dirimu ?" Tambah Jungkook setelah membasuh wajahnya.
"Dan aku menyesal." Jawab Taehyung.
"Ckckck, penyesalah memang berada di akhir, jika diawal itu pendaftaran."Jelas Jin.
"Lagi pula, apa yang membuatmu tergila-gila padanya ? Hyung dengar..."
Sejenak Jungkook mendekat kearah Taehyung.
"...Hana, dia sama sekali tidak cantik, Dul, jauh dari kriteriamu, Set, dia sama sekali tidak menarik geurigu Net, dia hanya memanfaatkanmu saja."
"Geumanhae, naega arra, sebelum kalian mengeluh tentangnya naega arra..." Jelas Taehyung seketika menundukan kepalanya.
"...Hyung Gomawo." Tambahnya.
"Huh ? mwoya ?" Balas Jin.
"Gomawo karena kau telah banyak membantunya."
"Eottokhae arra ? eottokhae arra Noona meminta bantuan Jin Hyung untuk memas.."
Seketika Jin menutup mulut Jungkook.
"Gwenchanha, aku tak keberatan lagi pula itu untuk kebaikanmu juga." Balasnya sebelum melepaskan tangannya dimulut Jungkook.
"Jadi sekarang kau menutup sayembara perjodohan untuk Noona ?" Tanya Jungkook polos.
"Molla."
"Hey!! JInjja, Tae, jika kulihat-lihat kau itu telah berubah, kau jelas meny..."
"Gaja.." ajak Taehyung sebelum berlalu.
Jin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihan tindakan Taehyung, seketika saat Taehyung membuka pintu kamar mandi, Jungkook melaluinya seraya menggerutu.
"Ya, bergulat saja dengan monster sialan itu, dan bersiaplah untuk kehilangan orang yang kau cintai, ckckck"
Wajah Taehyung menyendu seketika saat mendengar perkataan Jungkook seakan menusuk kedalam hatinya.
"Aigoo mengapa kalian sangat lama sekali ? kalian melakukan Threesom disana ? geez" Gerutu Jihyun yang kini duduk di sofa.
"Noona, apa kau mencintaiku ?" Tanya Jungkook sebelum duduk di sampingnya.
"Anniyeo." Jawab Jihyun.
"Lalu siapa yang kau cintai ?"
"Anakku..."
Seakan diingatkan Jihyun kembali melanjutkan perkataannya.
"..Ah Jungkookie, mengenai ana..."
Seketika Taehyung melompat dan duduk di samping kirinya meraya menutup mulutnya.
"Lupakan, lupakan saja, dia tak ingin berkata apa-apa." Sangkalnya.
"Waeyo ? isanghae jinjja, mwoya ? mwoya ? mwoya ?" Tanya Jungkook penasaran.
Tiba-tiba Jihyun mengigit tangannya sukses membuatnya lepaskan dekapannya.
"Aku hanya ingin bertanya, apa kau ingat saat-saat malam di pulau jeju ?" Tanyanya.
"Hmm, sedikit, waeyo ?" Jawabnya.
"Apa kau ingat setelahnya kau membawaku kemana ?"
"Bukankah...."
Pandangan Jungkook beralih melirik Taehyung yang kini memberi aba-aba padanya untuk tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Mwoya ?"
Saat Jihyun hendak melirik kebelakang, seketika Jungkook menangkup kedua pipinya kembali menghadapnya.
"Aku tidak ingat." Jawab Jungkook seraya mengedip-ngedipkan matanya.
"Geureyo ? hhh~ mungkin benar, itu jalan satu-satunya." Gumam Jihyun.
"Ja...Jihyun'ssi, apa kau mau membantuku menentukan makan siang kita ?" Jin membongkar keheningan.
---
Terlihat keseriusan Jihyun saat memasak dipandu oleh Jin yang kini berada disampingnya, kedua mata Taehyung terus menatapnya penuh arti, Jungkook yang memperhatikan tingkah lakunya hanya menatap Jihyun dan Taehyung secara berkala hingga ia mengeluarkan pendapatnya.
"Hyung, akui saja kau mencintainya ?"
"Busunsuria."
"Jelas kulihat ada cinta dimatamu saat menatapnya."Bisik Jungkook.
Seakan diingatkan Taehyung lekas membenarkan posisi duduknya menghadap layar Tv.
"Tch! Sudah ketahuan masih saja mengelak, jika kau tak mencintainya itu bagus, aku akan mencuri start atau mungkin Jin Hyung ? atau Hoseok Hyung ? kudengar mereka sering bertemu beberapa hari ini."
"Jinjjaro ?" Kejutnya.
"Oh, Hoseok Hyung yang memberitahuku, mungkin dalam segi point memang lebih banyak Jin Hyung akan tetapi dalam segi pendekatan lebih nyata, lebih banyak Hoseok Hyung, hmm berarti aku ada di pertengahan antara mereka..."
"...Lalu kau diposisi berapa Hyung ?" Gumam Jungkook.
Taehyung tak menggubrisnya ia kembali menatap Jihyun yang kini tengah memotong wortel seraya memancarkan senyum, membuat Taehyung tersenyum sendiri, hingga Jungkook mengubah posisinya menghalangi pandangannya pada Jihyun.
"Tch, mincheosseo...." Gerutunya sebelum kembali menatap layar TV.
"..Geundae, Hoseok Hyung, eoddiga ?" Tanyanya.
"Molla, dia bilang ada beberapa urusan..."
"....Hyung, pindahkan channelnya, kau sudah tua kau tak pantas menonton Animax." Keluh Jungkook.
"Ya ! kau pikir hanya yang muda saja yang boleh menonton Animax ?" Teriak Jin.
"Aish aku lupa ada dua saesang anime disini..."
"...Noona acara apa yang kau sukai ?" Teriak Jungkook.
"Drakor, dia bisa-bisa tak menggubrisku jika sedang menonton itu, aigoo" Keluh Taehyung.
TTAK!
"Aw." Keluhnya saat menerima lemparan wortel tepat pada kepalanya.
Seakan tanpa dosa Jihyun kembali memotong wortel tersebut tanpa menggubris Taehyung yang kini memberikan death glare padanya.
Jungkook yang memperhatikan tingkah laku nya hanya menampilkan smirknya
JUNGKOOK POV.
Aku lebih tahu dirimu Hyung, kau orang yang paling keras kepala dan tak menerima segala bentuk perintah.
Sampai saat ini kau masih menyangkal bahwa kau tidak mencintainya ?
BODOH.
AUTHOR POV.
----
Suasana hening dikediaman Taehyung, hanya dia yang tersisa kini, Jihyun terlihat kelelahan ia terlelap dalam tidurnya, kedua temannya kembali pulang beberapa menit yang lalu, tersisakan Taehyung yang masih terjaga ia terdiam seakan memikirkan sesuatu.
Di halaman belakang yang sebelumnya ia kunjungi bersama Jihyun dan ke dua temannya, ia memandang pohon yang rindang serta matahari yang hendak berganti menjadi bulan, ia tetap terdiam sendiri ditengah lamunannya.
*FLASHBACK*
'Rekaman sunghee'
*PLAY*
"..sejujurnya kedua orang tuaku tidak meninggal, mereka kini diam di rumah yang Taehyung berikan untukku."
"Awe cukup licik."
"Hmm, dan hingga saat ini aku masih sering diberi upah darinya, molla aku tak meminta dia yang memberiku, jika kau ingin melakukan hal kotor sepertiku, cukup kau memberinya sebuah tanggung jawab besar hingga membuatnya memikirkan hal itu selama berhari-hari dan see dia terperangkap di umpanku, ide briliant bukan ?"
"Mengapa kau melakukan hal itu padanya ?"
"Untuk membalas dendam akan apa yang dia lakukan dulu, kau pikir suamimu itu sebaik yang kau kira ? Tch! Dia melebihi raja iblis"
PLAK!
"Jika kau mengatakannya raja iblis, lalu apa nama yang tepat untuk Lucifer sepertimu ? bahkan aku merasa kau lebih buas dari seorang monster, jika kau mengatakannya sebagai raja iblis, mengapa kau tidak berkaca pada dirimu saat mengatakannya..."
"..Bahkan kau tak lebih dari Piece of shit, dan kau monster sesungguhnya, iblis sesungguhnya, aku pikir seorang rakyat jelata yang menggerogoti orang kaya hanya ada didalam film saja, dan ternyata aku dapat melihatnya didepan mataku sekarang..."
"..Jika kau berani menyentuhnya, kau berurusan denganku."
Kedua mata Taehyung membulat seakan tak menyangka akan apa yang ia dengar, ia lekas mengembalikan hp Jihyun di tempat semula.
Ia mengerutkan keningnya menahan amarah seraya menelephone seseorang.
"Kau senang sekarang ?"
"Huh ? mwoya ? mengap.."
"Kau menipuku ? kau memanfaatkanku ?"
"Hahaha, kau tahu semuanya sekarang Kim Sajangnim ? geure..."
TAP..TAP..TAP.
Saat mendengar langkah kaki Taehyung lekas kembali duduk seraya mematikan hpnya, ia tersenyum saat Jihyun membuka pintu kamarnya.
"Hyung ? Apa kau itu...."
TAEHYUNG POV.
KAMU SEDANG MEMBACA
LETS NOT FALLING IN LOVE [COMPLETE]
Romance"Perjuangan untuk hasil yang bagus, pasti akan melewati sebuah pengorbanan" -박 지민- "Sering kali dia yang tak pernah terdugalah yang selalu berada disisimu" -김 석진- "Kau tahu betapa bodohnya dirimu ?" -전 정국- "Ini balasan atas semua yang telah kau perb...
![LETS NOT FALLING IN LOVE [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/82030760-64-k620902.jpg)