Planing

4.5K 431 6
                                        

*26.September.2016*

"Kulihat kau tak begitu senang setelah menikah ?"

"Geundae, mengapa kau tidak berbulan madu ? apa jangan-jangan..."

"Geumanhae ! minggu depan rencananya aku dengannya akan mengadakan party sekaligus berbulan madu, kalian pasti akan aku undang"

Jelas Jihyun seraya memejamkan matanya, mengingat ia kini tengah melakukan perawatan wajahnya.

"Kya~~"

"Eoddisseo ?"

Tiba-tiba ia membuka matanya seketika.

--

"Ya !! ayolah !...."

Jihyun mengikuti kemana kaki Taehyung melangkah.

"...teman-temanku menanyakan hal itu..."

TAP..TAP..TAP.

"...apa kau tidak heran ? sepasang suami istri yang baru menikah, mereka tidak liburan sama sekali ? dan sang suami disibukan dengan pekerjaannya..."

TAP.
Jihyun membawa Jurnal yang sebelumnya Taehyung baca, ia mengerucutkan bibirnya seakan memberikan Aegyo padanya.

"..Jebalyeo."

Ia mengedip-ngedipkan matanya di akhir kata.

Sejenak Taehyung menghela nafasnya panjang.

"Kapan ? dan dimana ?"

"Assa !..."Seru Jihyun seraya duduk menghadapnya.

"...Minggu depan di jeju, fasilitas segalanya kau yang menanggung."Tambahnya.

"Mwo ?" Mata Taehyung membulat kearahnya.

Ia hanya membalas dengan mengedip-ngedipkan matanya seraya menebar senyum.

"Atau mungkin berlibur ke paris ? anniyeo, dubai ? atau bali ? anniye..."

"Baiklah, daegu ! "

"Assa !!"

"Aish !"


---

"Oh...arrasseo, ne khatgae."

TUT!.

Suara telephone terputus.

"Wae geure ?" Tanya seorang Yeoja.

"Jihyunie, dia mengadakan party di pulau jeju minggu depan..."

Namja bernama Jimin itu menyandarkan punggungnya sejenak.

"..ah~ aku senang jika dia seceria itu."

"Makanya, segeralah menikah, agar kau tahu rasanya seperti apa."Balas Jiyeon Noonanya.

"Tch! Geure, geure, aku tahu, kalian berdua memang jahat, menikah sebelum aku yang menikah."Keluh Jimin.

"Geundae, aku tak bisa membayangkan, bagaimana tanggapan suaminya terhadap Jihyun ?"Seorang Namja lain membuka suara.

"Yoongi Hyung, kau tak boleh meremehkannya, dia cukup cerdas mengambil hati namja..."

Sejenak Jimin melirik kearah langit-langit rumahnya.

"...Paling tidak, dia bahagia."Gumamnya.

"sudahlah, kau terlalu memanjakan dirinya, jika dia tidak menikah, dia tidak akan berfikir dan akan terus seperti itu."Sangkal Jiyeon.

Dan lagi Jimin hanya menatap langit-langit rumahnya, ia semakin merasa bahwa dia merindukan adik kesayangannya itu, seakan belum merelakan bahwa dirinya kini sudah mempunyai seorang suami, yang mana tak ada kaitannya lagi dengan Jimin.

Dari segi nama Marga pun kini ia telah berubah, anak Keluarga Park satu-satunya hanya Jimin, Jiyeon telah menikah dengan anak Keluarga Min dan Jihyun menikah dengan anak keluarga Kim.

Menjadi alasan bahwa dia satu-satunya anak Keluarga Park.

Yang merindukan Magnae kesayangannya.

---

BRUK!!
JIhyun membantingkan badannya ke ranjang barunya, di kamar barunya yang terletak di dekat halaman belakang rumahnya.

"Ah~~ nyamannya, sangat nyaman memang memiliki kamar sendiri." Gumam JIhyun.

"Tch! Ya ! kau ingat, bajumu akan tetap berada di kamarku, ancang-ancang kedua orang tua kita berkunjung kesini, dan konyol bukan jika pernikahan palsu ini terkuak ?"

"Kharajusaeyo."Lirih Jihyun seraya memejamkan matanya.

Merasa tak dianggap ia lekas menarik tangannya hingga Jihyun tepat berdiri dihadapannya.

"Wae ? aku ingin tidur !"Rajuknya.

"Dengarkan aku saat aku sedang berbicara."

"Geuresso ? sudahkan ? jika seperti itu cepatlah pergi."

"Ya ! tidak kah kau berkata terimakasih padaku ?"

"Untuk apa ?"

Sejenak Taehyung menghela nafasnya panjang.

"Sudahlah! Lupakan!" Ucapnya sebelum berlalu.

Namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat ia hendak membuka pintunya.

"Gomawo." Teriak Jihyun seraya memejamkan kedua matanya.

Taehyung menampilkan smirknya sebelum melanjutkan langkah kakinya.

BRUK!!

"Ah! Apa yang akan aku lakukan disini ?" Gumamnya.

Sejenak ia melirik kearah jam tangannya.

"Ash jinjja, baru jam 8, waktu terbuang sia-sia jika aku tidur jam segini."

Tanpa banyak bergumam, ia lekas melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya.

Berjalan menyusuri koridor rumahnya, entah apa yang sedang ia lakukan, menjelajahi setiap koridor yang ada, hingga ia menghentikan langkahnya seraya menggerutu.

"Aish ! sangat membosankan ! apa yang harus aku lakukan dirumah ini ? mengapa aku begitu bosan ?"

Sejenak ia berfikir keras.

"Assa ! DOUBLE YOU." Gumamnya seraya berlari kearah Leaving Room dirumahnya.

Ia lekas duduk disofa seraya menyalakan TV nya hendak menonton drama yang ia gemari.

Dengan bantal yang berada di pangkuannya seraya kedua mata terlihat focus kedepan TV, ia sama sekali tidak bergerak sedikitpun, hanya kedipan mata dan helaan nafas yang ia lakukan.

Hingga tak menyadari kehadiran Taehyung yang hendak membawa segelas air dikulkas, matanya seakan melihat Jihyun sejenak sebelum ia melirik kearah drama yang Jihyun tonton.

Hanya desisan yang ia lakukan sebelum berlalu kembali ke Ruangan Kerjanya.

Seraya membawa segelas air ia membuka pintu ruangan tersebut dan kembali duduk menghadap layar monitor laptopnya.

"Aigoo~, sangat sulit memang tanpa sekertaris, aku melakukannya sendiri, apa aku harus mencari sekertaris baru ?..." Gumamnya sejenak berfikir keras.

"...Assa, baiklah, mari kita lihat New employer." Tambahnya seraya menggerakan kursor di laptopnya.

Ia sangat focus, dapat dilihat dari kedua alisnya yang mengerut serta kedua bola matanya yang bergerak kesana-kemari, membaca detil riwayat hidup dan CV yang masuk dalam emailnya, seakan tak mau ada sepatah katapun yang terlewatkan.

Beberapa CV telah ia rejeck, sebagai bentuk penolakan atas ketidak puasannya mengetahui latar belakang dan riwayat hidup para pelamar kerja.

Entah seperti apa kriteria sekertaris yang dia inginkan, beberapa diantaranya banyak lulusan sarjana, namun tak satupun dari mereka yang ia terima, paling tidak dipikir-pikir terlebih dahulu, melainkan ia langsung merejeknya.

26 CV telah ia baca, hingga kedua mata yang memerah dan perlahan menyipit pertanda ia mengantuk.

Sedikit demi sedikit, wajahnya berlabuh diatas meja kerjanya. Dengan beralaskan kedua lengannya, ia terlelap dalam tidur.

Kedipan mata dan helaan nafas ia lakukan secara berkala, pandangannya lurus kearah TV yang kini menampilkan Credit dalam film yang sebelumnya ia tonton, pertanda telah bersambung.

TRAKK~

Suara remote TV tak menggubris tatapan lurusnya, hingga tiba-tiba ia mengerutkan wajahnya seraya kedua kakinya menendang lantai.

"Wae !! mengapa bersambung ? apa kau tak tahu aku benar-benar bosan ? wae!!!" Gerutunya.

Ia lekas membuka hpnya dan melirik jam yang tertera disana, tiba-tiba ia mendongakan kepalanya seraya memejamkan kedua matanya.

"Jam 10..apa yang harus aku lakukan 2 jam lagi ?...."

Kedua matanya kini terbuka seketika, seraya senyum yang terpancar ia bangkit.

"...Byuntae...im coming." Gerutunya sebelum berlalu.

Dengan senyum yang terpancar seraya melangkahkan kakinya menuju Ruang Kerja Taehyung, ia hendak mengganggu Taehyung agar waktu cepat berlalu, yeah, Jihyun selalu tidur jam 12 malam, karena menurutnya Putri Sakura selalu tertidur pada jam 12 hingga terbangun jam 08.00 Am.

Ia mempercayai bahwa apa yang dilakukan Putri Sakura itu dapat mengeluarkan InnerBeauty dalam dirinya, entah itu prinsip dari mana, yang jelas hanya Jihyun yang mengetahuinya.

KRIEET!

Perlahan ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan kerja milik Taehyung, jelas ia melihat Taehyung yang kini tertidur pulas, senyum evil yang terpancar dalam wajahnya menandakan ia hendak mengerjai sang suami palsunya itu.

Kini ia tepat berada dibelakang Taehyung hendak mengagetkannya, namun saat kedua tangan tengah mengambung diudara, dengan mulut yang hendak terbuka lebar, ia menghentikan rencananya itu saat melihat kearah layar Laptop.

"Huh ? dia sedang mencari sekertaris ?"Gumamnya.

Ia lekas berjalan kearah sisi kanan Taehyung sejenak menggeserkan Laptop kearahnya seraya menurunkan badannya sejajar meja, ia membaca setiap CV yang ada disana, kedua matanya bergerak seakan menyerupai apa yang Taehyung lakukan sebelumnya.

"Huh ? Daebak! IQ nya dahsyat ! mengapa dia merejeknya ? tch!...."

Kedua jarinya kini bermain menekan keyboard seraya bergumam.

"...Berhentilah bermain peran Boss and Secretary dan mulailah bekerja dengan benar Byuntae !"

CKLIK *ENTER*

Dia membalas CV seseorang Namja yang memiliki IQ yang membuatnya amaze, ia lekas menggerakan kursor dan membuka situs Game Online.

Hingga tak menyadari sang pemilik Laptop terbangun dari tidurnya, sontak Taehyung membulatkan kedua matanya terkejut akan kehadiran Jihyun, ia lekas bangun.

"Ya ! Mwoaneungeoya !" Ketusnya seraya mengerutkan keningnya.

Seakan tertangkap basah Jihyun menghentikan tindakannya seraya menundukan kepalanya, matanya tepat melirik kesisi kanan dirinya pertanda ia mempunyai space banyak untuk kabur dari singa yang baru terbangun dari tidurnya itu.

Namun saat ia hendak berlari Taehyung menarik belakang bajunya hingga ia terduduk di space kecil kursi yang Taehyung duduki, Jihyun tepat duduk membelakangi Taehyung.

"Kau mau kemana ? apa yang kau lakukan disini, huh ?"

"Aku ingin bermain game, besok-besok belikan aku Laptop."

Tanpa banyak berkata Jihyun lekas menggeserkan Laptopnya ke tempat semula, membuat keduanya kini menatap layar Laptop.

"Mwoaneungeoya ?"Ketus Taehyung.

TTUK!!
Jihyun memukul kepala Taehyung seketika.

"Baboya? Aku sudah bilang tadi !"

Mata Jihyun tepat terpaku dalam Game Online Point Blank tersebut, perlahan membuat Taehyung tertarik dan enggan menggubris perilaku JIhyun itu.

Keduanya tak menyadari akan posisi mereka seperti apa, Jihyun yang tepat berada di hadapan Taehyung yang mana kini wajahnya tepat berada di samping kiri bahu Jihyun dengan kedua tangan yang terletak di paha mulus Jihyun, mereka tetap tak menyadari itu.

"KYA~~~ aku menang lagi!" Seru Jihyun.

Sejenak Taehyung mengedip-ngedipkan matanya tak menyangka bahwa Jihyun dapat memenangkan perang dalam beberapa menit saja, hingga Taehyung merasa tersaingi, mengingat ia pun pandai bermain Point Blank.

Tiba-tiba Taehyung merebut kendali, kedua tangannya tepat membentang diatas meja seakan mengunci Jihyun yang kini menyangga kepalanya oleh tangan kirinya.

Wajah Taehyung tepat berada di samping kanannya, dengan dada bidang yang menempel di punggung indah Jihyun.

Keduanya kini tetap terpaku dalam game tsb.

"Aish ! baboya ! mengapa kau bodoh ! sudah 10 menit kau masih berperang." Gerutu Jihyun.

"Diam saja, aku pasti menang." Jawabnya.

"Ah, terserahlah." Lirih Jihyun seraya membaringkan kepalanya di atas meja meniduri tangan kirinya.

Pandangan Taehyung tetap kearah layar laptopnya, tanpa menyadari sang istri telah terlelap dalam tidurnya, hingga ia merasakan hal yang sama, ia mulai lelah, sudah beberapa kali ia kalah dalam bermain game tersebut, namun sejenak ia menggeleng-gelengkan kepalanya agar kedua matanya tetap terjaga.

"Andwe..aku tak boleh kalah, aku harus menang." Gumamnya.

Kedua tangannya tetap terus bermain game tersebut walaupun dengan satu mata terpejam, ia sudah tak kuasa menahan rasa kantuknya itu hingga perlahan, sedikit demi sedikit kepalanya mengangguk pelan hingga saat kedua mata terpejam....

'YOU WIN'

BRUK!!

Ia tertidur diatas punggung Jihyun.

Selang beberapa menit saja, sesuatu terjadi pada posisi mereka sekarang.

Keempat roda yang berada di kaki kursi yang kini mereka duduki itu perlahan berjalan mundur, mengingat posisi Taehyung yang sedikit membungkuk, hingga.....

SRETT!!

SRETT!!

BRUKK!!!

"AW...!"

"Arghh! Aish Jinjja."

Malangnya nasib mereka, punggung Jihyun tepat tertindih oleh badan Taehyung...ckckckck.

"Eomma! Haaaaa.....appasseo !! ya ! mengapa kau mengganggu mimpi indahku huh ?"

Perlahan Taehyung bangkit seraya memegang dagunya.

"Kau pikir hanya kau yang kesakitan ?....aish jinjja appasseo."

"Huaaaa.....tanganku sakit, bahuku sakit, kakiku sakit...huaaa"Rengek Jihyun dibawah sana.

Sejenak Taehyung melihatnya yang kini tersungkur dan tetap dengan posisi yang sebelumnya, ia sedikit khawatir padanya, seraya berkacak pinggang ia berkata.

"Jinjja appasseo ?"Tanyanya dingin.

"Bantu aku bangun atau aku lekas menelphone po..."

Tanpa banyak berkata Taehyung menggendongnya ala bridal style, Jihyun membulatkan matanya seketika saat melihat wajah Taehyung yang mengerut kesal, ia lekas menundukan kepalanya tanpa melihat wajah Taehyung.

Mereka lekas berlalu meninggalkan ruang kerja dan berjalan di koridor rumahnya menuju kamar Jihyun, dalam perjalanan tatapan Taehyung tetap lurus kedepan, sementara JIhyun yang sesekali mencuri pandang Taehyung.

"Awkward."Gumamnya.

"Setelah ini, jangan jatuh cinta padaku."Ucap Taehyung.

"Waeyo ? "Tanyanya polos.

Sejenak Taehyung menurunkan Jihyun, mengingat kini mereka tepat berada di depan kamar dirinya.

"Karena aku tidak mencintaimu."Jawabnya.

"Jika kau mencintaiku kelak, apa yang akan terjadi ?"

"Mungkin aku sudah gila bisa mencintai Yeoja sepertimu!"Jawabnya sebelum berlalu.

"Tch! Berusahalah untuk tidak mencintaiku ! Byuntae !"

BRUK!!

"Bisa-bisanya dia berkata seperti itu, memang dia siapa yang tak bisa jatuh cinta padaku..."

Ia lekas membantingkan dirinya diatas ranjang seraya menatap langit-langit kamarnya, seakan berfikir keras, hingga senyum terpancar di wajah cantiknya itu.

"...Geurom, akan ku buat kau jatuh cinta padaku, permainan yang menantang.."

---

*27.September.2016*

"Membuat dia jatuh cinta padaku." Ucap Jihyun seraya mengacungkan jarinya.

Namja yang berada di hadapannya itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Jihyun, melihat hal tersebut Jihyun menepuk bahu Namja itu seraya berkata.

"Ya! Oppa! Kau tak mempercayaiku ? kau tak percaya aku bisa membuatnya jatuh cinta padaku ?"

"Geuromnyeo ! sekarang kau pikir bisa membuatnya jatuh cinta padamu ? eottokae ? eottokae ? apa kau tahu caranya ? kau itu anak seperti anak bayi ! mana bisa kau membuatnya jatuh cinta, kau sendiri tak pernah jatuh cinta."Jelas Jimin Oppanya.

"Ah, majjayeo...."

Sejenak Jihyun menghela nafasnya panjang dengan memasang wajah yang sendu seraya berfikir keras.

BRUK!!
Jihyun bangkit.

"Ide briliant,...kita ambil hati Byuntae keparat itu."

Jimin hanya menampilkan senyumnya saat melihat tingkah sang adik kesayangannya itu.

---

*28.September.2016*

"Annyeonghaseyo" sapa para stuf seraya menunduk hormat pada Jihyun.

Senyuman yang ia pancarkan kepada masing-masing mata yang memandangnya kini, mewakilkan jawabannya.

Hingga ia telah menepi di depan ruang kerja Taehyung, tanpa mengetuk ia lekas membuka pintu tersebut.

BRUK!!

"Lunch Ti..."

"...Oh My God."


*GYESOG*

LETS NOT FALLING IN LOVE [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang