*03.November.2016*
AUTHOR POV.
Suasana diaula perusahaan Bang tampak padat dipenuhi oleh puluhan orang yang notabene berjenis kelamin Laki-laki.
Jimin yang kini tengah menunggu seseorang di pintu depan aula tersebut, beberapa kali ia melihat arloji di tangan kirinya, seakan ia telah menunggu terlalu lama.
"Eoddae ? apa kau menemukannya ?" Tanya Taehyung yang kini tengah mengobrol bersama Namjoon.
"Eobsseosseo Sajangnim, aku rasa dia telah pergi jauh, terakhir kulihat dia berada di gwangju keesokan harinya dia tak terlacak, geurondae, aku akan tetap mencarinya hingga dapat." Jelas Namjoon.
"Arrasseo, terus hubungi aku soal perkembangannya, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padanya."Balas Taehyung.
*Dering Telephone*
"Ne Park Sajangnim ? ne, ne algesebnida, ne." Ucap Namjoon pada penelphone.
"Sajangnim, Park sajangnimm sudah menunggu di depan aula, dia berpesan agar kita cepat kesana." Tambah Namjoon.
"Geure, arrasseo, gaja." Ajaknya seraya membuka pintu toilet dimana mereka berbincang.
Mereka lekas menghampiri Jimin yang telah lama menunggunya.
Saat melihat Taehyung yang kini berjalan kearahnya, dengan inisatif Namjoon sang sekretaris ia lekas membuka pintu Aula tersebut.
Dengan menghela nafasnya sejenak Taehyung berjalan didampingi oleh Jimin.
Sontak ia membulatkan kedua matanya saat melihat para hadirin yang berada di Aula bertepuk tangan menyambut Taehyung yang kini terkejut akan tindakan mereka.
Jimin hanya tersenyum melihat respon Taehyung.
"Gaja...kau harus berjabat tangan dengan pendiri saham bukan ?" Ajaknya.
Seketika ia berjalan kearah Bang Sihyuk sebagai pemilik saham terbesar yang mana ia dalang dari pesta penyambutan keberlangsungan kepenerusan kontrak para pemilik saham di perusahaannya.
TAEHYUNG POV.
"Ohohoho, ini dia yang kami tunggu-tunggu telah datang." Seru Bang Shiyuk.
Igae mwoya ?!
"Ah,n-ne chusung..."
"Gwenchanha, gwenchanha yang lalu biarlah berlalu, aku sangat bangga pada istrimu yang malam-malam mampir kerumahku untuk menjelaskan soal kesimpang siuran yang terjadi sebelumnya." Ucap Bang Shiyuk pendiri saham terbesar
MWO?!
"Geurom, aku sangat bangga kau memiliki Istri yang secerdas dirinya...bang..bang..bang, menembak pas pada intinya dan sangat konkrit aku sangat tertarik pada seseorang yang seperti itu " Sangkal Park Jin Hyung pendiri saham ketiga.
"Majjayeo, aku rasa aku memiliki saingan berat kini, aku sangat cocok dengannya, ngomong-ngomong kemana dia ?" Tanya Kim HyunA pendiri saham keempat.
DAFUQ !
Aku bingung.
"Ah, Jihyunie, dia sedang sibuk menemui ibuku yang sedang sakit, jadi dia tak dapat hadir disini." Jelas Jimin.
Tiba-tiba seseorang menyenggolku dari belakang aku lekas melirik kearahnya.
LEE TAEMIN ?! pemilik saham ? yang sulit ditaklukan ?
"Bilang saja kau tak mau memamerkan kecantikannya pada para pemilik saham yang lain..."
WHAT ?!
"Oh, majjayeo, dia memiliki stylle yang sama denganku bukan ?, jika di bandingkan kami seperti kakak beradik bukan ?" Sangkal HyunA.
"Anniyeo, menurutku dia no satu." Sangkal Lee Taemin pemilik saham no 5.
"Baiklah, ja...kita bersulang untuk keberlangsungan kerja sama kita.." Seru Bang Sihyuk.
Aku hanya diam membisu dan mengikuti panduannya.
J-jadi...d-dia...membantuku ?
Selama tiga hari ? dia bertemu dengan para pemilik saham ?
Eottokhae ?
Eottokhae ?
---
"Dari awal aku sudah mengetahui potensinya, dia dapat diandalkan jika dia mau dan bersikeras." Ucap Jiyeon Noona dari Jihyun.
"Hmm, majjayeo, aku sempat tak yakin saat mendengar cerita dari HyunA soal Jihyun, geudnae sekarang aku benar-benar yakin" Min Yoongi suami Jiyeon membenarkan.
"Geuromnyeo, bayiku kini sudah dewasa dan bertambah besar, ini semua berkat dirimu Tae" Puji Jimin.
"..."
"Jihyunie Appa cheorom, Jinjja jinjja Appa cheorom, didepan dia memang sedikit cuek akan tetapi dibalik itu dia bergerak, kau mengerti maksudku ?" Tanya Jiyeon.
Majjayeo, dia seperti air, hening tampak sama namun tetap mengalir dalam airtian dia membuktikannya tanpa berkata melainkan langsung pada tindakannya.
Aku menggangguk sebagai jawaban.
"Geundae, apa dia masih sering menyangkut pautkan soal Reinkarnasi putri sakura ?" Tanya Yoongi.
"Oh, kemarin malam dia menceritakannya." Jawabku.
"Jinjjaro ? daebak." Balas JIyeon.
"Apa yang dia ceritakan padamu ?" Tanya Jimin.
"Hmm, berawal saat dia berlibur kejepang ? dan bertemu dengan wanita paruh baya ?"
Seketika mereka tertawa.
Mwoya ?
"Hahaha, Tae apa kau tahu wanita paruh baya itu siapa ?" Tanya Yoongi.
"Anniyeo." Jawabku singkat.
"Dia itu orang gila yang kita temui di jepang saat itu, aku tertawa tanpa henti saat melihat tingkahnya itu." Jelas Jiyeon.
MWO ?
Pfff.
"Jinjjaro ? dia berbicara dengan orang gila ?" Tanyaku.
"Oh, majjayeo, dia memang seperti itu, dia akan ramah pada siapapun juga termasuk wanita tua itu yang mana saat JIhyun berada diluar toko roti kulihat dia menarik tangan Jihyun meminta roti yang ia makan, waktu itu aku dan Jimin masih didalam toko roti, lalu Jihyun memebrikan roti tersebut dan berbincang dengannya, saat aku menanyakan siapa wanita tua itu pada seorang kasier, dia menjelaskan bahwa wanita itu adalah orang gila, aku tertawa seketika saat itu juga, hahahah" Jelas Jiyeon.
Aku hanya tersenyum mendengar ceritanya padaku.
"Geundae, apa kau setuju soal dirinya adalah reinkarnasi putri sakura ?" Tanya Jimin.
"Ah, majjayeo" Ucap Yoongi.
"Awalnya aku mempercayainya, hingga aku menyadari bahkan aku belum pernah bertemu dengan siapa itu putri sakura, hanya demi menjaga perasaanya aku membenarkan segala ceritanya." Jelasku.
"Ah, majjayeo, memang harus seperti itu..na cheorom." Ucap Yoongi seraya merangkulku dan mengangguk-anggukan kepalanya pelan.
"Ya ! geumanhae, jangan menceritakan masalah rumah tangga, antara kita ada seseorang yang belum mempunyai pasangan." Sindir Jiyeon.
"Ah geure, Park Jimin'ssi, aku hampir tak melihatmu." Ucap Yoongi seraya merangkulnya.
"Geumanhae Hyung." Rajuk Jimin.
Aku hanya tersenyum melihat kehangatan yang aku rasakan kini, berkumpul bersama anggota keluarga istriku.
Ngomong-ngomong kemana dia ?
Aku merindukannya.
"Jamsimannyeo ?"Ucap Jimin sebelum berlalu.
AUTHOR POV.
Dengan senyum Jimin berlalu dari keramaian diaula tersebut, ia hendak menuju toilet yang berada disana, namun saat ia hendak membuka pintu toilet, perkataan seseorang yang kini berada didalam toilet tersebut seakan mengurungkan niatnya.
"Aku akan menanganinya, jadi jangan khawatir, jangan menampakan dirimu dulu, kita biarkan saja, tunggu hingga aku memberikan kejutan lain pada mereka, yang pasti, sesuai keinginanmu, kita akan menyabotase peru...."
BRUK!!
Dengan tatapan yang tajam Jimin berikan pada seseorang yang kini membulatkan kedua matanya terkejut oleh kehadiran Jimin yang mendobrak pintu Toilet cukup keras.
"Mwoaneungeoya Kim Namjoon'ssi ?"
"A-ah, Jusunghabnida Park Sajangnim." Balasnya sebelum berlalu.
"Kau bekerja sama dengan pelacur itu ? majjwo ?"
Kata-kata Jimin sontak membuat ia menghentikan langkah kakinya.
Dengan santai Jimin berjalan kearah wastafel, merapihkan jasnya seraya bercermin.
"Jika kau diam seperti itu, aku akan meyakini, bahwa kata-kataku benar adanya."Tambahnya.
Smirk terpancar dibalik badannya yang kini menghadap kearah pintu Toilet, sejenak Namjoon mengunci pintu tersebut sebelum menghampiri Jimin.
"Geure, naya, aku yang bekerja sama dengannya."
#FLASHBACK
"Masuk." Ucap Jimin sedikit teriak.
"Chusunghabnida Sajangnim, ada tamu untuk anda." Ucap Namjoon.
Dengan begitu seorang Yeoja kini masuk kedalam ruangan Jimin.
"Ah, duduklah." Pandunya.
Seketika Yeoja tersebut duduk.
"Jusunghabnida Park Sajangnim, aku telah mengganggu waktumu."
"...."
"Na, Shin Sunghee ibnida."
"Shin Sunghee ? kurasa aku pernah mendengar namamu sebelumnya." Balas Jimin.
Dengan senyum Sunghee melangkahkan kakinya menghampiri Jimin, ia belai pipinya dengan lembut seakan berniatan untuk merayu Jimin yang kini menampilkan wajah yang datar padanya.
Tanpa ia ketahui dibalik itu, seorang Namja tengah asyik bermain dengan Komputer yang kini berada dihadapannya, dengan wajah yang serius kedua jarinya bermain dengan keyboard yang berada disana.
Sedari awal keterledoran Jihyun ia lakukan, ia memilih Namjoon yang mana Sang kekasih Sunghee ini adalah seorang hacker yang dikenal oleh dunia bernama Hackmonster, IQ nya ia gunakan untuk menyabotase semua jaringan yang ada di kantor tersebut.
Yang kini berpusat di menyabotase Laptop yang Jimin gunakan, ia download beberapa Pemilik saham serta melakukan tindak kriminal lainnya, membuat dana yang sebelumnya masuk ke pemilik saham terlihat masuk kedalam rekening seseorang dengan nama keluarga Jung.
Ia tersenyum saat tugasnya hampir selesai, layar di komputer menunjukan 50% lagi dana yang sebelumnya masuk ke deposit Para Pemilik saham ia pusatkan kedalam depotit milik keluarga Jung.
"Park sajangnim, aku tak menyangka bahwa kau sangat seksi dan menawan, maukah kau bermain denganku ?" Tanya Sunghee.
"Apa tujuanmu kesini ?" Balas Jimin dingin.
"Na ? Hmm, sasireul aku ingin bekerjasama denganmu, karena apa ? karena aku tahu kau akan menyetujuinya...."
Sejenak Sunghee berjalan kearah sofa sebelum melanjutkan penjelasannya.
"...kau ingin memiliki perusahaan ini seutuhnyakan ?"
"Tch, kau pikir kau sedang berhadapan dengan siapa ? Shin Sunghee'ssi ?"
"Ne ?...jinjja gwiyeowo jika kau memanggil namaku seperti itu."
Sunghee bangkit dan kembali berjalan kearah Jimin.
"Park Jimin'ssi, gaja kita bekerja sama, aku bisa memiliki Taehyung dan kau bisa memiliki perusahaan ini seutuhnya, ah, annimyeon, kau bisa dapatkan istrinya jika kau mau." Jelasnya.
Seketika Jimin bangkit.
"Khara !" Bentak Jimin.
"Huh ?"
Sejenak ia menekan button di telephone.
---
"Namjoon'ssi bawa yeoja ini keluar dari ruanganku."
"Aish siphal saekki !!..." Gerutu Namnjoon.
"..Tunggu sebentar, 3...2...1."
*CLAP*
Dengan senyum ia lekas menekan tombol telephone diatas meja.
"Ah, ne sajangnim"
"Tch, sajangnim kkaepbul !"Gerutunya sebelum melangkahkan kakinya kearah ruangan Jimin berada.
---
"Waeyo ? kau menolaku ? kau yakin kau tak akan menyesal ?"
"Kau itu tak lebih dari sekedar pemulung, kau ingin memanfaatkanku ? kau salah sasaran Sunghee'ssi, Jihyun adalah adikku."
Seketika kedua mata Sunghee membulat terkejut.
"Wae ? kau baru menyadarinya ?...."
Sejenak Jimin berjalan menghampirinya.
"...carilah spy yang sedikit cekatan Sunghee'ssi." Bisiknya.
Sukses membuat Sunghee bangkit dan melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan tersebut saat Namjoon membukanya.
Dengan sengaja Sunghee menyenggol dirinya yang kini mengerutkan keningnya bingung.
"Busunisseoyo Sajangnim ?"Tanya Namjoon.
"Anniyeo, dia salah alamat." Jawab Jimin seraya senyum.
"Ah, ne." Balas Namjoon seraya menutup pintu ruangannya.
Sejenak ia tersenyum dan melayangkan High Fivenya dengan Sunghee.
"Hahahaha, jadi kau kekasihnya ? hahahaha." Jimin tertawa saat Namjoon telah selesai menceritakan apa yang terjadi.
"Jimin, you got not jams." Balasnya.
"Namjoon'ssi, apa kau pernah berpikir sebelumnya ? disini bukan aku yang dimanfaatkan..."
Sejenak Jimin melangkahkan kakinya kearah Namjoon, ia menghela nafasnya panjang seraya menampilkan wajah yang khawatir pada Namjoon yang kini mengerutkan keningnya bingung.
"...Kau, kau yang dimanfaatkan, kau tahu apa yang dia pinta padaku ? jelas dia meminta Taehyung dan aku dapat memiliki perusahaan ini sepenuhnya, lalu, apa kabar denganmu ? apa yang kau dapatkan ? ...Eob..sseo." Jelas Jimin sebelum kembali bercermin.
Terlihat wajah Namjoon yang semakin mengerut seakan dia tengah berfikir keras, melihat hal tersebut Jimin hanya menampilkan smirknya saat melihat pantulan wajah Namjoon di cermin.
Seraya merapihkan rambutnya Jimin berkata.
"Aku tidak akan memecatmu, tenang saja, kita mainkan permainan ini diam-diam, dan lihatlah siapa yang akan menang.."
Sebelum ia berlalu meninggalkan Namjoon, Jimin memberikan kata terakhir padanya.
"..Ingat, kau sungguh cerdas, jangan sampai kau terjebak dalam permainanmu sendiri."
BRUK!!
Kesal didalam diri ia luapkan dengan kedua tangan yang mengepal saat ia ditinggalkan Jimin.
Tangan kanannya tepat membawa Hp miliknya didalam saku, yang mana sedari tadi ia belum memutuskan komunikasinya dengan seseorang.
"Namjoon'ah, namjoon'ah, jangan pernah dengarkan apa yang dia katakan, sudah, kau jangan pernah..."
"Jadi itu benar ? Shin Sunghee'ssi ?"
*계속*
KAMU SEDANG MEMBACA
LETS NOT FALLING IN LOVE [COMPLETE]
Romance"Perjuangan untuk hasil yang bagus, pasti akan melewati sebuah pengorbanan" -박 지민- "Sering kali dia yang tak pernah terdugalah yang selalu berada disisimu" -김 석진- "Kau tahu betapa bodohnya dirimu ?" -전 정국- "Ini balasan atas semua yang telah kau perb...
![LETS NOT FALLING IN LOVE [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/82030760-64-k620902.jpg)