PART 4 : NAMIKAZE KYUBI'S ACTION

3.3K 313 19
                                        

Pagi yang cerah beranjak siang dan hiruk pikuk di Bandara Internasional Naritaak terlihat berkurang. Seorang pemuda bersurai langit sore tengah berjalan bak model papan atas. Kilau auranya membuat berpuluh-puluh pasang mata menatapnya tanpa berkedip. Banyak perempuan ataupun para laki-laki yang memandangnya penuh hastrat kelaparan. Pemuda yang diidentifikasi bernama Namikaze Kyuubi itu terlihat melenggak cuek. Tanpa ia sadari bahwa ada sepasang mata yang menatapnya tajam. Ada senyum-seringaian- muncul di wajah yang jarang menampilkan senyum itu.

"Sudah waktunya pergi Uchiha-sama."

Sosok yang dipanggil hanya diam dan melangkahkan kakinya. Memasang kembali kaca mata hitam yang tadi sempat ia lepas.

"I got you little foxy! Kita pergi Kisame!"

-O0O-

Mentari tepat di atas kepala ketika sosok bersurai jingga itu melangkakhkan kaki ke mansion megah kediaman keluarga Namikaze. Puluhan maid yang sudah lama bekerja dikeluarga itu hanya mampu menatap horor. Sosok itu melangkah angkuh tak memperdulikan para maid yang membungkuk sopan. Sosok tersebut langsung duduk di ruang tamu dan menaruh kakinya di atas meja.

"Panggilkan Naru-chan!," pinta – perintah – sosok tersebut.

"Hai, Kyuubi-sama."

Sosok yang yang ternyata putra sulung keluarga Namikaze itu memandangi ruang keluarga. Ruang yang telah tiga tahun ia tinggalkan. Ia menghela nafas masgyul. Memori-memori bahagia dan luka yang mendalam memenuhi pikiran dan hatinya yang hampir membeku. Lamunan itu terhenti ketika sepasang lengan tan mengalungi lehernya dari belakang. Disusul dengan lengan-lengan lainnya hingga membuat Kyuubi mulai merasa sesak.

"Se... sak..."

"He he he.... Gomene Nii-chan," seru ketiga pemilik tangan tersebut. Kyuubi tersenyum miris ketika mata ruby-nya bersitatap dengan mata shapire salah satu adiknya yang meredup. Mata yang dulu dipenuhi keceriaan dan kepolosan kini telah tertutup awan. Mendung dan penuh rasa sakit.

"Nii-chan selama ini kemana aja?" tanya Deidara. Ia langsung duduk dan merangkul maja lengan kakak sulungnya. Sedangkan Nagato telah bertengger manis disalah satu paha Kyuubi. Sedangkan Naruto sendiri memilih duduk dishofa yang bersebrangan dengan sang kakak.

"Iya, Nii-tan kemana aja? Nato kan kangyeeennnn........"

"Hahahaha..... yang penting Nii sudah pulang kan? Masa Dei dan Nato kangen sama Nii?"

"Kangeeeeennnn."

Kyuubi hanya tertawa melihat respon kedua adiknya. Ah, sungguh ia merindukan suasana seperti ini. Jika saja kejadian lima tahun lalu tak pernah terjadi, ia tak perlu pergi jauh dari adik-adiknya. Hal yang tak mungkin untuk diperbaiki.

"Naru, Dei, ama Nato mau nggak ikut Nii?"

"Ikut kemana Nii-chan?," tanya Dei.

"Nii sudah membeli rumah. Nggak terlalu besar sich tapi cukup nyaman untuk kita tinggali. Kalian mau kan ikut nii?,"tanya-bujuk-paksa-Kyuubi.

"Kyuu-nii....," teriak Naruto tiba-tiba. Ia tak ingin kepulangan sang kakak akan menyulut perang dengan ayah mereka. Kyuubi diam tak mengacuhkan panggilan Naruto.

"Bagaimana? Kalian ikut Nii?"

Deidara tampak berpikir keras sedangkan si kecil Nagato malah asyik dengan dunianya bersama para kue yang telah disiapkan oleh maid mereka.

"Kyuu-nii yakin? Apa tak akan menjadi masalah kedepanya? Bagaimana dengan Tou-chan?"

"Cih, masih saja kau memikirkan lelaki tua tak tahu diri itu."

"Kalau Nato sich mau iku Nii-tan aja."

Jawaban Nagato yang tiba-tiba membuat tiga bersaudara itu terdiam memandangnya. Mereka cukup terkejut dengan jawaban si bungsu.

"Kenapa Nato memilih itu? Nato nggak mau tinggal dengan Tou-chan dan Kaa-chan lagi?," tanya Naruto lembut.

"Nato ingin. Sangat malah. Tapi Nato ndak cuka dengel Nalu-nii nangis mulu kalau malam. Nato kan maunya Nalu-nii ketawa bukan nangis."

"Dei juga dengar. Hampir setiap malam Naru-nii pasti nagiskan?"

Naruto yang mendengar bahwa selama ini adik-adiknya mengetahui tangis malamnya hanya dapat tersenyum miris. Tak seharusnya luka itu terlihat oleh mata suci adik-adiknya. Ia merasa gagal melindungi sebagai seorang kakak. Kyuubi yang mendengar hal itu hanya terdiam dan menatap Naruto tajam seolah berkata- lihat akibatnya.

"Kalau begitu udah diputuskan kalau kalian ikut Nii pindah. Sekarang Dei dan Nato beres-beres aja dulu ya? Setelah kalian selesai kita langsung berangkat ke rumah baru kita!"

Perkataan Kyuubi ditanggapi oleh anggukan dan langkah kaki yang semakin menjauh. Kini hanya ada Kyuubi dan Naruto yang berada dalam kesunyian yang tak menentu.

"Sudah saatnya kita berdiri sendiri di kaki kita Naru! Minato bukan ayah yang dulu selalu menyyangi kita. Kushina juga bukan ibu yang dapat kita jadikan sandaran lagi. Lalu, apa lagi yang harus kita pertahankan dirumah ini? Setidaknya pikirkan tentang beban mental Dei dan Nato. Kyuu-nii lakukan ini semua demi kalian. Kamu mengertikan?," tanya Kyuubi memecah keheningan. Naruto terdiam sesaat kemudian ia berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar.

"Aku akan ikut kemanapun yang Kyuu-nii inginkan." Jawaban Naruto membuat sebaris senyum yang tulus.

Naruto bergegas menuju kamarnya dan membereskan pakaian yang akan ia bawa serta mengecek barang bawaan kedua adiknya.

-O0O-

Kyuubi hanya terdiam ketika sayup-sayup langkah kaki mendekat. Ia tahu langkah kaki itu. sangat tahu malah. Langkah kaki yang dulu selalu membuntuti kemanapun ia pergi dengan dasar balas budi.

"Saya tidak bisa membiarkan Naruto-sama keluar dari mansion ini Kyuubi-sama. Ini adalah perintah langsung dari Minato-sama."

Kyuubi tersenyum-menyeriangai- mendengar ucapan Oda Yu tersebut. Pria yang berusia 3 tahun diatasnya. Ia abdi yang sempurna. Robot pekerja bagi sang kepala keluarga Namikaze. Kyuubi berdiri dan mendekat kepada Yu. Ia duduk ditangan kursi untuk menopang berat badannya.

"Apa kau akan menurutinya Yu? Ingatlah dimana seharusnya kau letakkan sumpah setiamu Yu? Aku? Atau situa Minato?," tantang Kyuubi.

Kyuubi tahu bahwa seorang Oda Yu tak akan pernah bisa menolak kata-katanya. Ia-lah yang telah menolong Yu ketika ia hampir dijadikan bahan jual oleh beberapa mafia. Anak sekecil Kyuubi menolong? Sebenarnya itu tak sengaja tapi Yu yang memang hanya sebatang kara terlanjur menyerahkan jiwa raga untuk membalas jasa Kyuubi.

"Tidak baik anda menyebut ayah anda seperti itu?"

"Hmmm... Aku tak butuh nasihat itu Yu! Aku hanya menunggu jawabanmu? Dimana kau meletakkan kesetianmu itu?"

"Tanpa ku jawabpun anda sudah tahu jawabannya tuan muda."

Kyuubi tersenyum penuh kemenangan. Walau dalam hati ia sedikit khawatir. Sebenarnya ia ingin mengajak semua adiknya untuk keluar negeri tapi ia tak bisa terus melarikan diri dari masa lalu kan? Tapi, ia berharap tak bertemu dengan'nya' dalam waktu dekat. Karena jika hal tersebut terjadi, maka rahasia selama lima tahun ini akan diketahui oleh 'orang itu.....

TBC

Hai-hai-hai....

Maaf ya Akai lama updatenya....

Ada yang kangen nggak nich.......

Di chap ini Akai membahas si sulung Namikaze. Dan jika ada yang bertanya tentang SasuNaru, tunggu chap depan ya??????????????

Oh ya, maaf ya kalau chara di cerita ini OOC stadium lanjut. Gomene............................................

Sampai jumpa minna-saaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnn......

jangan lupa vote n komennya ya ?

see you next time....

i love you all.....................

^_*

THE LAST POWERStories to obsess over. Discover now