PART 9 : PLEASE STAY AWAY FROM ME, TOU-CHAN !!!!

3K 294 60
                                        


Naruto pergi diam-diam dari mansion Uchiha tanpa di dampingi siapapun. Ia ingin membeli ramen di kedai langganannya Paman Teuchi. Sasuke dan keluarga uchiha yang lain melarangnya tapi ia sangat sangat dan sangat ingin makan ramen buatan Paman Teuchi. Ramen miso super pedas dengan ekstra tomat. Ah, membayangkannya saja Naruto sampai meneteskan air liurnya.

"Naru-chan..."

Naruto terdiam dengan tubuh kaku. Ia mengenal suara itu. Suara yang juga telah menyakitinya begitu dalam. Tubuhnya bergetar. Ia ingin mengeluarkan suara tapi lidahnya kelu. Kenapa? Kenapa harus disini? Kenapa di saat ia sendirian?

"............"

Sekarang disinilah Naruto terdampar dengan dua sosok yang sebenarnya tak ingin ia temui lagi seumur hidupnya. Luka yang telah tertutup kini perlahan mulai muncul dipermukaan. Usaha untuk menutup rasa benci kini tersulut bagai api. Ia marah. Sangat. Tapi, ia tak ingin melukai hatinya lebih dalam lagi karena itu Naruto memilih untuk menerima tawaran mereka berbicara. Sepuluh menit telah berlalu dengan keheningan di kafe yang mereka pilih untuk berbicara. Naruto menghela nafas malas.

"Jika hanya berdiam lebih baik aku pergi," ucap Naruto seraya mulai bangkit dari tempat duduknya.

"Tunggu Naru!," ucap dua sosok itu bersamaan. Naruto memilih duduk kembali dan memandang dengan tatapan tajam. Hell, mereka menggagunya sampai ia harus menunda keinginanya untuk berkencan dengan ramen ektra tomatnya tapi kini mereka hanya diam seperti patung.

"Naru..."

"Sebenarnya apa yang ingin kalian bicarakan Hyuuga-san? Sabaku-san?," tanya Naruto akhirnya. Ah, ternyata yang menemui Naruto adalah mantan kekasih dan mantan sahabatnya.

"Naru... ka-kami..."

"Kalian ingin minta maaf? Minta maaf karena telah menghianatiku?," tanya Naruto sarkastik.

"Naru, aku dan Garra hanya ingin meminta maaf. Kami ingin kita berteman lagi. Aku benar-benar minta maaf karena menyeret persahabatan kalian seperti ini."

"Aku bisa melupakan semua tapi dengan syarat..."

"Apa Naru? Kami akan melakukan apa saja untuk menebus kesalahan ini. Iya kan Neji-kun?"

Neji atau lebih tepatnya Hyuuga Neji menganggu membenarkan ucapan kekasih hatinya. Sabaku Garra. Naruto tersenyum. Senyum yang apabila diperhatikan terlihat sendu dan terpaksa.

"Pergilah! Pergi dari hidupku dan jangan pernah kembali! Jika kalian kembali aku tak tahu apakah aku bisa meredam benci ini lebih lama."

Setelah mengungkapkan apa yang ia ingin katakan Naruto memilih untuk beranjak dan membiarkan dua orang yang dulu mengisi harinya termenung di penuhi rasa bersalah. Naruto melangkah perlahan. Mencoba menata hati yang masih berdegug kencang. Bagaimanapun ia mengubur masa lalu tapi hati dan pikiran tentang kisah itu masih melekat erat pada dirinya.

"Hah... daripada mikirin hal nggak penting seperti ini lebih baik aku ke kedai Paman Teuchi. Ramen i'm coming baby...."

Naruto tak menyadari bahwa kepergiannya secara diam-diam menimbulkan kehebohan dikeluarga Uchiha. Mereka kelimpungan untuk mencari keberadaan Naruto.

"APA KEJA KALIAN HAH? KENAPA TIDAK ADA YANG TAHU KEBERADAAN NARUTO."

Kemarahan Sasuke mencengkam di dalam mansion uchiha. Semua maid dan butler terdutunduk diam. Sedangkan Mikoto berusaha menenangkan putra bungsunya. Begitu pula Itachi yang menahan Kyuubi agar tak meledak.

"Cari Naruto sampai ketemu!"

Perintah kepala keluarga Uchiha itu membuat semua pengawal berhambur keluar untuk mencari kekasih tuan muda mereka. Sasuke juga bergegas untuk mencari Naruto tanpa menghiraukan larangan Mikoto yang khawatir jika Sasuke menyetir dalam keadaan emosi yang tak setabil.

THE LAST POWERStories to obsess over. Discover now