WARNING............
WARNING............
WARNING............
WARNING............
WARNING............
Akan ada adegan xxx dibawah ini jadi kalau nggak suka silahkan close aja ceritanya ya....
Setelah apa yang mereka lihat di kamar Itachi siang itu, hubungan sasuke dan Naruto terasa canggung. Apalagi mereka tidur di ranjang yang sama. Tapi, bagaimana mereka bisa kembali seperti semula jika siang itu mereka melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana asyiknya si galak Kyuubi menaik turunkan tubuhnya melahap kenjantanan Itachi. Sehingga akhir sore itu mereka lewati dengan canggung. Hitam telah menyelimuti angkasa tatkala Naruto duduk termenung diberanda kamar miliknya. Ia nikmati semilir angin yang menerpa keheningan dalam hatinya. Ia merindukan ayahnya. Bagaimanapun yang telah dilakukan lelaki itu, ia tetaplah seorang ayah yang ia sayangi. Karena ayahnya-lah ia kini bertemu dengan Sasuke.
Ah, mengingat lelaki emo itu membuat jantung Naruto berlomba untuk keluar. Ia tak ingin mengakui ia mencinta karena ia tahu ia hanyalah sosok yang telah ternoda. Mengingat itu tak terasa setetes air bening menetes membasahi pipi. Hingga sebuah tangan melingkar erat di perutnya. Harum mint yang menenangkan terhirup. Ia bergegas menghapus setetes air mata yang lolos.
"Ada apa Dobe? Kenapa menangis lagi?"
"Ani Teme."
Sasuke yang mendengar jawaban dobe kesayangannya langsung memutar tubuh Naruto agar menghadapnya. Ia menelisik ke dalam shapire yang menawannya dalam pesona. Mata sayu dengan bibir semerah cerry yang setengah terbuka. Sungguh pemandangan yang menggoda untuk seorang Uchiha Sasuke.
Deg...
Cup...
Pesona malamnya sang rembulan membuat dua insan berbeda karakter itu mendekat. Saling melumat seolah tak ada hari esok yang akan tiba. Sentuhan manis dari sasuke membangkitkan gelora yang ada dalam diri Naruto. Naruto mengalungkan kakinya di pinggang sasuke dengan erat. Membiarkan sang uchiha membawanya dan membaringkan tubuh mungilnya di atas kasur king sizenya. Sasuke semakin menggila. Ia masukkan lidahnya dan mengeksplorasi segala rasa yang ada di dalam mulut Naruto. Tak lupa Sasuke mengabsen deretan gigi Naruto. Sasuke juga asyik dengan tangannya yang menyelinap di dalam kaos yang digunakan Naruto. Perlahan tangan sasuke menemukan tonjolan kecil di dada Naruto. Ia menyentuh, memelintir, dan mencubit tonjolan itu hingga suara desahan Naruto semakin menggila.
"Akh... Suke...."
Saksuke semakin bernapsu. Dengan tergesa ia menanggalkan pakaian Naruto hingga sosok dibawahnya tak terbalut sehelai benag pun. Kini ia dapat melihat semuanya. Puting pink yang menonjol serta kesejatian Naruto yang telah mengeras mungil. Tanpa aba-aba Sasuke langsung melahap tonjolan di dada Naruto seperti seorang bayi yang kehausan. Naruto dibuat blingsatan (?) dengan ulah Sasuke apalagi tangan kiri Sasuke mulai nakal dengan menelusuri paha bagian dalam Naruto tampa mau menyentuh titik sensitif ukenya itu.
Sasuke terlihat meneikmati semua perlakuannya terhadap Naruto. Mulut di dada Naruto, tangan kiri di penis Naruto, sedangkan tangan kanan tengah asyik menjelajahi rongga dalam mulut Naruto.
"Mmmphh... akhhh... sukh... khee...."
Naruto yang merasa sentuhan Sasuke terlalu lama membalikkan badannya membuatnya duduk di atas kesejatian Sasuke yang masih tertutup celana.
"Kau terlalu lama Teme."
Setelah berkata seperti itu Naruto langsung menggesek-gesekkan 'adik'nya pada Sasuke. Sasuke sendiri semakin tertutup gairah dengan apa yang dilakukan oleh ukenya yang ternyata agresif itu. Naruto sendiri semakin asyik menjilati litle suke dari balik celana hingga membuat sang same mendesah tertahan.
YOU ARE READING
THE LAST POWER
FanfictionProlog Hari masih terlalu gelap ketika matahari terlihat malu-malu untuk memunculkan dirinya. Udara terlalu basah akaibat hujan semalam. Walau seperti itu, terlihat seorang pemuda berambut jabrik bewarna kuning cerah berjalan dalam pagi yang belum...
