"Revan, lo Revan kan?" kataku tak menyangka. "Iya gue Revan". "Lo waduh lo sekarang udah berubah ya"kataku sambil tersenyum. "Iya dong gimana penampilan gue sekarang?" kata Revan. "Serius lo ganteng banget lo dulu kan culun dan gak kekinian, tapi sekarang lo berubah 100 % Van" kataku histeris. Sejujurnya Revan itu dulunya culun. Dia juga kalo ke sekolah pekenya Pespa buntut. Sedangkan ia itu ketinggalan jaman kayak pake pakaian khas Jawa gitu. Dan dulu dia pernah nembak aku tapi aku tolak karena gayanya.
Trus kita ngobrol in banyak tentang apapun mulai dari gayanya sampai karirnya. Di Bali Resto. Sampai pada akhirnya perbincanganku di ganggu oleh kehadirannya Emil. Dan ia menyuruhku untuk pergi meninggalkan Revan dan kembali ke hotel. Sebenarnya aku tak enak tapi Emil memaksaku. Dan aku menurut.
Pagi harinya...
Pagi ini hari yang cerah kutemui Matahari yang langsung tapi aku tak melihat keberadaan Selly. Lalu pintu kamarku digedor dan terdengar suara Emil. "Sha cepetan buka pintunya" jat Emil berteriak. Lalu aku bangun. "Apa sih Mill..." kataku kesal. "Kita harus pergi jalan jalan dan beli oleh oleh" kata Emil. "Di mana kak Rey dan Selly?" Kataku. "Mereka sudah pulang duluan papa Selly sakit' kata Emil. "Whattt???" kataku syok. "Udah celetan mandi" kata Emil sambil membalik dan mendorong tubuhku masuk ke kamar. Lalu ia menutup pintu dan pergi. Aku langsunh mandi.
Setelah itu kami pergi menggunakan motor yanb di sewa Emil. Dan kami ke pusat oleh oleh. Sampai di sana Emil hanya membeli 2 buah paket oleh eh Bali. Sedangkan aku beli 3 paket. Lalu kami pergi jalan jalan ke liling kota Bali. Sungguh pemandangannya bagus banget. Lalu kami pulang ke hotel karena sudah capek.
"Sha besok siang kita akan pulang kamu siapkan semua barangmu" kata Emil. "Besok?" tanyaku. "Iya Shasaa besok... Berapa kali aku harus berkata?" kata Emil kesal. "Iya iyaa..." lalu aku pergi ke kamar dan ber istirahat. Malamnya aku berjalan jalan lalu bertemu dengan Revan. Aku akhirnya makan malam bersamanya. Tapi lagi lagi Emil menggangguku dan menghancurkan makan malamku bersama Revan. Jujur aku sangat marah namun aku tidak bisa mengeluarkannya. Lalu aku pergi meninggalkan mereka menuju ke hotel dan masuk ke kamar.

KAMU SEDANG MEMBACA
Me and My Heart
Fiksi RemajaHanya aku dan hatiku yang mengetahui semua tentang rasa dalam hatiku yang tak bisa dirasakan oleh orang lain. Dari rasa jatuh cinta yang amat sangat hingga sakitnya hati ini karena cintaku tak diterimanya. Namun aku hanya bisa menunggu hingga pada...