Ajakan ke kantin bersama, ajakan pulang bersama, ajakan belajar bersama, dan ajakan jalan-jalan pun selalu menghampiriku.
Sebelumnya aku tak pernah mendapatkannya. Aku berpikir mungkin tidak ada salahnya jika diriku sudah berubah jauh.
Sementara Irina dan genknya? Rasa benci mereka bertambah kepadaku. Selalu saja mereka mencoba menjatuhkanku. Aku hanya berharap agar mereka sadar akan perbuatannya dan mulai berubah, semoga saja haha.
Sore ini aku mendapatan tawaran belajar bersama dirumah Kelly. Tentu saja aku tidak menolaknya. Menurutku, semakin banyak teman belajar semakin luas pengetahuanku. Aku bisa saling bertukar pikiran dengan mereka.
Aku tidak pernah merasa dimanfaati oleh mereka. Aku senang-senang saja ketika mereka meminta bantuanku untuk menyelesaikan tugas mereka.
Lepas dari itu semua. Tujuanku masih tetaplah sama. Aku masih berharap. Entahlah sampai kapan. Sesekali kakak itu terlihat di perpustakaan. Ia tersenyum kepadaku.
Jangankan disenyuminya ditatapnya saja sudah membuatku melayang jauh.
Hanya saja aku masih belum berani mendekatinya. Ia sudah jarang mengikutiku dan sebaliknya aku juga sudah jarang mengikutinya.
Sekarang, aku hanya mengalir bagaikan air. Mengikuti kemana jalannya takdirku tapi, tetap dengan harapanku.
.
.
.
Suatu saat aku berada di satu angkot dengannya. Entah mau kemana dia. Biasanya ia menggunakan motor.
Rasa canggungnya bukan main. Aku jadi salah tingkah sendiri. Ditambah lagi tak henti-hentinya ia tersenyum padaku. Aku sampai terlewat dari rumahku. Terpaksa aku harus sedikit berjalan.
Begitu sampai dirumah aku tersenyum sendiri di depan cermin.
Aku bertanya-tanya kapankah aku bisa memilikinya? Apakah dia sudah dimiliki orang lain? Kuharap belum.
Aku mulai mencari cara agar bisa mendekatinya. Akhirnya aku browsing di internet "cara pdkt dengan cowok pendiam" banyak sekali hasil yang keluar. Kubaca satu persatu.
Siang itu kuhabiskan waktu hanya untuk browsing. Aku harus lebih pede dari sebelumnya.
Satu-persatu cara kulakukan. Ada sedikit perubahan. Aku tidak mau menyerah aku terus melakukan berbagau cara. Setidaknya aku jadi lebih sering mengobrol dan chatting dengannya.
Ku koleksi semua foto dirinya. Betapa indahnya ciptaan tuhan yang satu ini. Bagaikan malaikat cinta yang turun dari langit. Ia telah memanah hatiku.
Aku yakin sainganku pasti banyak. Tetap saja hal itu tidak menggoyah semangatku.
Hingga suatu ketika kulihat kak Yoshu sedang berjalan dengan perempuan yang sebaya denganku.
Awalnya aku tidak berburuk sangka tapi, ketika kulihat ia menggandeng tangan perempuan itu seketika aku berlutut. Betapa hancurnya hatiku. Air mataku mengalir. Lala yang berjalan bersamaku terkejut dan menanyakan apa yang terjadi padaku.
Aku menangis tanpa suara dengan lamunanku. Kuputuskan untuk pulang.
Aku rasa aku ini terlalu bodoh. Ya aku ini bodoh! Sudah jelas-jelas kak Yoshi terkenal dan banyak yang mengejarnya, sedangkan aku bukanlah apa-apa.
Aku menjatuhkan wajahku kebantalku. Air mata tak henti-hentinya mengalir hingga akhirnya aku tertidur.
Ketika aku bangun jam telah menunjukan pukul 17:45. Aku segera berdiri dan mandi.
Sejak kejadian itu aku menjadi sedikit nakal. Siswa lelaki banyak yang mendekatiku. Aku mulai menggunakan perona pipi dan lip gloss.
Berjalan melenggak-lenggok didepan siswa lainnya.
Bagaimana dengan kakak itu? Aku mulai jarang berkomunikasi dengannya. Kalian tahu betapa sakitnya aku bukan.
Aku menjadi berani melawan Irina dan mempermalukannya di depan orang-orang.
Style ku juga sedikit 'nakal'. Aku lebih dikenal siswa dan banyak yang mendekat kepadaku tapi, tidak dengan Lala. Ia bilang bahwa aku berubah. Ia tak suka diriku yang ini.
Aku tak peduli dengannya. Teman lama? Tinggalkan saja hahaha.
.
.
.
Suatu sore aku ditembak Sean. Lelaki berwajah turki dengan kulit yang putih. Tentu saja aku menerimanya. Aku mulai melupakan kak Yoshu. Bahkan ketika ia senyum padaku aku membuang wajahku.
Sean benar-benar tampan tubuhnya seksi. Banyak yang iri padaku.
Pergaulan Sean luas. Banyak sekali teman-temannya. Pergaulanku juga menjadi luas. Kini, aku bukanlah Issabella yang dulu lagi yang lemah yang bodoh.
Aku adalah Issabella yang baru sang primadona sekolah. Lelaki disekolahku banyak yang mengejar-ngejarku. Bahkan teman-teman Sean banyak yang mencoba menikung Sean.
Haha tentu saja aku tipe yang setia. Siapa yang mau menyiayiakan lelaki tampan, kaya, pintar, dan atletis seperti dia? Itu benar-benar hal yang bodoh.
Sean juga sangat mencintaiku. Ia selalu memberikanku kenyamanan. Setiap hari ia menjemput dan mengantarku ke sekolah. Kemana-mana kami selalu bersama.
Aku sering keluar pada malam minggu. Tentunya untuk kencan. Orang tuaku tak pernah menanyakanku. Aku hanya diberinya uang lalu aku pergi bersama Sean.
Sean orangnya humoris. Ketika aku merajuk dengannya selalu saja ia membujukku dengan kelakuan jenakanya. Aku benar-benar sayang dengannya.
Tak terasa sudah 4 bulan aku berpacaran dengannya. Hubungan kami sangat erat. Aku jadi sedikit manja dengannya. Aku harap aku bisa bersamanya selalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night with My Senior
Romance(18+) CONTAINS AND WORDS "Oh tuhan dia tampan sekali tatapan dan senyumnya melumpuhkan hatiku bibir mungilnya yang menantangku membuatku tak pernah berhenti untuk mengejarnya" ucap Bella di dalam hatinya "Kau memikat hatiku Bella setiap malam aku me...
