Aku tak sanggup dengan rasa sedingin ini.
Ketika aku berjalan melewati jalanan yang sepi aku terjatuh. Kakiku tak sanggup berdiri. Hari semakin gelap dan aku jauh dari rumahku. Hujan ini tak kunjung reda rasa dingin semakin menusuk tulangku. Aku tergeletak dipinggir jalan.
Hal terakhir yang kulihat adalah sebuah mobil yang berhenti setelah itu, aku tak sadarkan diri.
.
.
.
Yoshu POV
Kasihan sekali dia pasti benar-benar kedinginan. Wajah cantiknya berubah menjadi pucat. Seluruh tubuhnya basah.
Aku memasangkan jaketku pada tubuhnya.
Aku bingung aku harus membawanya kemana jadi, kubawa saja kerumahku.
Tubuhnya cukup berat tapi tak apalah.
Aku membaringkan dia di sofa ku dan meminta tolong pembantuku untuk membuatkan teh hangat untuknya.
Aku mengelap wajah nya dan tangannya yang basah dengan handuk.
.
.
.
Bella POV
Ketika aku sadar aku telah berada di ruang tamu entah rumah siapa ini.
Setelah itu datang seorang wanita yang membawakan teh hangat untukku. Aku rasa dia yang membawaku kemari.
Tiba-tiba muncul seorang lelaki dari belakang sofa yang kududuki itu..itu..itu adalah kak Yoshu! Apa yang ia lakukan disini?
Aku tak bisa berkata-kata.
Oh tuhan ia makin tampan dari sebelumnya. Namun, aku teringat kembali kejadian lampau yang menyakitkan. Segera ku membuang pandanganku darinya.
Ternyata dia yang membawaku kemari karena aku pingsan pinggir jalan.
Ia bertanya kepadaku mengapa aku menjauhinya. Aku menjelaskan semuanya dengan nada yang tinggi. Ia hanya tersenyum-senyum.
Ia pun memberitahukan padaku bahwa yang ia gandeng saat itu adalah adiknya.
Ia pun memanggil adiknya dan benar saja itu adalah wanita di waktu itu.
Aku benar-benar malu.
Ia mengatakan bahwa hatinya hancur ketika tahu aku berpacaran dengan Sean. Ternyata selama ini dia juga menyukaiku.
Oh tuhan aku benar-benar bodoh. Aku cemburu buta sehingga aku harus mengalami semua ini.
Kak Yoshu memberikan pakaiannya agar aku bisa mengganti pakaianku.
Ia menyuapiku makan awh! Aku tak henti-hentinya memandanginya. Sesekali ia mengelus wajahku.
Tiba-tiba orang tuaku menelpon. Mereka bertanya apakah aku menginap di rumah temanku karena hingga jam segini aku belum pulang.
Ku lirik jam sekarang sudah pukul 21:45 hujan sangat deras. Akhirnya aku mengatakan bahwa aku menginap dirumah temanku untungnya besok adalah minggu.
Aku mengatakan kepada kak Yoshu bahwa aku ingin tidur disini malam ini saja hingga besok pagi. Dengan senang hati dia membolehkannya.
22:50
Aku mulai ngantuk.
Ketika aku setengah tertidur kak Yoshu menyelimuti tubuhku dan mengelus rambutku.
.
.
.
00:15
Aku terbangun dari tidurku.
Kak Yoshi sedang asik dengan gamenya. Kemudian ia melihatku. Aku tersenyum kepadanya. Ia pun menghentikan gamenya.
Tiba-tiba ia memeluk tubuhku dan mencium keningku. Aku sangat terkejut! Jantungku seakan berhenti berdetak.
Aku memeluknya kembali dengan erat. Ia mengelus tubuhku dan bibirku. Ia mentapku sedalam-dalamnya dan mencium bibirku.
Mataku terbelalak wajahku memerah. Kemudian ia membisikan sesuatu padaku
"I love you Isabella"
Aku tak bisa berkata apapun. Hanya bisa terdiam dan terus menatapnya.
Ia memelukku lagi dan akhirnya aku tidur dipelukannya.
Ketika aku bangun dipaginya ia tak ada disebelahku yang kulihat hanyalah pembantunya yang sedang menyapu.
Aku bertanya dimana kak Yoshu dan pembantunya mengatakan bahwa kak Yoshu sedang sarapan di ruang makan.
Aku pergi ke ruang makan dan mendapatinya sedang meminum susu.
Aku segera cuci muka dan ikut sarapan.
Selesai sarapan aku mengobrol dengannya. Sesekali aku tertawa dengan leluconnya.
Ketika waktu menunjukan pukul 08:20 ia mengantarku pulang kerumah. Aku mengucapkan terima kasih dan memeluknya.
I really love you Yoshu
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night with My Senior
Romance(18+) CONTAINS AND WORDS "Oh tuhan dia tampan sekali tatapan dan senyumnya melumpuhkan hatiku bibir mungilnya yang menantangku membuatku tak pernah berhenti untuk mengejarnya" ucap Bella di dalam hatinya "Kau memikat hatiku Bella setiap malam aku me...
