Ujian Nasional telah tiba. Ujian ini akan menentukan kehidupanku selanjutnya. Aku harus belajar dengan keras lebih keras dari biasanya.
.
.
Examination Day
Banyak siswa yang takut menghadapi ujian ini. Aku? Aku tidak akan menganggap ujian ini sebagai hal yang sulit yang menakutkan.
.
.
.
Kukira ujian itu sesulit yang mereka katakan. Kenyataanya berkat usaha belajarku aku bisa menghadapi ujian ini dengan mudah.
Hari pengumuman kelulusan
Siswa-siswa berebutan untuk melihat hasil ujian dan kelulusan mereka.
Ada yang bahagia hingga meloncat-loncat dan ada yang menangis hingga pingsan.
Aku belum bisa melihat hasilku mereka terlalu ramai.
Ketika aku melihat hasilku aku tak percaya.
Oh tuhan belajar giat ku selama ini tidak sia-sia.
Aku meraih nilai tertinggi kedua. Artinya, aku bisa masuk ke universitas yang aku inginkan.
.
.
.
Kami sepakat untuk mengadakan pesta kelulusan dan Aurel bersedia untuk menjadikan rumahnya sebagai tempat perayaan kelulusan.
PESTA KELULUSAN
19:00
Banyak siswa yang telah datang disini.
Kulihat Aurel dan Kella keluar dari kamar Aurel.
"Selamat malam dan selamat datang para gadis cantik dan pria tampan" ucap Aurel menyambut kami
Semuanya tertawa mendengar ucapan Aurel.
Aku tersenyum melihatnya.
Kurasa ada yang kurang hmmm oh ya! Lala dimana?
"Lu liat Lala ga?" Tanyaku pada Roy
"Tadi gue liat dia duduk disono" ucap Roy sambil menunjuk ke arah taman kecil Aurel
"Oh oke thanks"
"Lalaa" Panggilku
Tak ada respon
"Laalaa!" Kuulangi lagi
"Bella?" Ucap Lala
"Iya ini aku, kamu kemana aja dari tadi aku cariin" ucapku
"Aku duduk disini dari tadi" ucapnya
"Kenapa ga di dalem aja?"
"Ga ah"
"Bel" panggil Lala
"Ya?"
"Aku sedih" ucapnya
"Sedih karena apa?" Tanyaku
"Kita bakalan berpisah" ucap Lala sambil meneteskan air mata
"Ssth ga kok kita masih bisa bersama" ucapku sambil mengusap air matanya
"Tapi aku akan bersekolah di luar negeri jarak diantara kita akan sangat jauh" ucapnya
"Kan kita bisa berkomunikasi lewat handphone lewat medsos dan video call jadi kita masih bisa ngobrol ya kan?" Ucap ku menenangkannya
"Apa kamu ga akan ngelupain aku?"
"Oh tentu aja enggaklah , kita udah cukup lama berteman ga mungkin aku ngelupain kamu" ucapku sambil menggengam tangannya
"Bel masuk sini acaranya udah mau mulai" panggil Anastasya
"Oh ya ya tunggu sebentar ntar aku nyusul"
"Oke jangan lama-lama ya"
"Yok masuk?" Ajakku pada Lala
"Yaudeh deh ayok"
20:30
Kamella tampak sudah siap dengan perlengkapan DJ nya. Kamella adalah DJ yang terkenal di sekolahku. Dia ikut ambil alih dalam mengisi acara kelulusan ini.
Ketika Kamella mulai memainkan musiknya ada yang menggoyangkan badannya, ada yang meloncat-loncat.
Aku hanya duduk bersama Lala sambil melihat aksi Kamella.
Kemudian terlihat Sean melewati ku. Kupikir tadi ia bersama Irina. Lantas siapa yang bersama Irina tadi? Ah sudahlah itu tidak penting.
Sean terlihat duduk sendirian.
Ternyata Irina sedang mengobrol bersama Daniel.
22:00
Acara selesai.
Semua yang hadir mulai beranjak pulang. Lala dijemput kakaknya sedangkan aku telah ditunggu oleh kak Yoshu di depan halaman rumah Aurel.
Tiba-tiba ada seseorang yang menarik tanganku.
"Bella tunggu"
Ternyata itu Sean
"Ya, ada apa?" Ucapku sambil menghadap ke Sean
"Aku mau minta maaf" ucapnya
"Minta maaf?"
"Iya Bell"
"Untuk apa?"
"Untuk rasa sakit yang telah kuberikan padamu" ucapnya
"Aku telah salah karena lebih memilih Irina dari pada kamu, Irina sangat menyebalkan dan menyakitiku dia sering menggoda pria lain dan sering memperbudaku dia juga hanya memanfaatkan kekayaanku" sambungnya lagi
"Oh begitu, ya baguslah kalau kamu sudah menyadari yang kamu perbuat aku memaafkanmu"
"Terima kasih Bella"
"Ya"
"Oh iya Bel"
"Apa lagi?"
"Siapa dia?" Tanya Sean sambil menunjuk kak Yoshu
"Dia? Dia pacarku" ucapku
"Pacarmu ya?"
"Iya pacarku dia sangat baik dia selalu membuatku nyaman dan yang terpenting dia benar-benar mencintaiku" ucapku sembari meninggalkan Sean
Aku menghampiri kak Yoshu dan mencium pipinya di hadapan Sean kemudian aku masuk ke dalam mobil.
Kak Yoshu mengantarku pulang.
"Makasih sayang maaf ngerepotin" ucapku
"Ga masalah sayang kamu kan pacar aku"
"Iya deh, selamat malam, bye" ucapku sembari menutup pintu mobil.
Sean POV
"Iya pacarku dia sangat baik dia selalu membuatku nyaman dan yang terpenting dia benar-benar mencintaiku"
Kata-kata itu menamparku aku terdiam. Dia mencium pria itu didepan mataku. Pria itu benar-benar beruntung.
.
.
.
Aku pulang ke rumahku.
Aku tak bisa tidur kata-kata Bella masih terbayang-bayang dibenakku.
Bella POV
Hari ini aku akan ikut mengantar Lala ke bandara.
Ada perasaan sedih dan senang. Sedih karena akan berpisah dengan Lala dan senang karena Lala bisa bersekolah di universitas yang bagus.
Waktu keberangkatan Lala sudah tiba.
"Jangan lupakan aku Lala!" Ucapku sambil memeluk Lala erat-erat
"Iya Bella kamu juga"
"Jangan lupa pulang kesini kalo liburan" ucapku
"Tentu saja" ucapnya
Ketika pesawat Lala berangkat aku meneteskan air mataku. Aku berharap suatu saat nanti aku bisa bertemu kembali dengan Lala.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night with My Senior
Romantika(18+) CONTAINS AND WORDS "Oh tuhan dia tampan sekali tatapan dan senyumnya melumpuhkan hatiku bibir mungilnya yang menantangku membuatku tak pernah berhenti untuk mengejarnya" ucap Bella di dalam hatinya "Kau memikat hatiku Bella setiap malam aku me...
