Hari-hari ku menjadi tak berarti. Aku berlarut-larut dalam kesedihan ini. Hidupku hancur karenanya. Apa yang bisa ku lakukan?
Aku menjadi orang yang hancur. Aku bermabuk-mabukan. Untuk apa? Untuk menenangkan pikiranku. Aku mulai tak peduli dengan siapapun dan apa yang ada disekitarku.
"Kamu mabuk lagi?" Tanya Yoshu dengan nada yang tinggi
"Yaa" jawab ku
'Plak'
"Bodoh! Hentikan perbuatanmu Bella!" Bentak Yoshu yang disertai tamparan di pipiku
"Suka-suka gue ini hidup gue bukan hidup lo!" Ucap gue sambil mendorong dadanya
"Aku kekasihmu jadi wajar aku mengingatkanmu mengatur-aturmu!"
"Resek banget sih udah ah gue mau tidur" ucap gue sembari menuju kamar
.
.
.
Yoshu POV
Bella benar-benar terpukul atas kehilangan orang tuanya. Ia berubah 360 derajat dari sifat aslinya. Aku takut dia kenapa-kenapa. Aku takut kondisinya menjadi buruk. Apa yang bisa ku lakukan untuk mengubahnya kembali?
Aku tahu pasti rasanya benar-benar sakit tapi tidak seharusnya dia begini. Dia terjatuh ke jalan yang buruk.
Oh tuhan bantulah aku! Kembalikan diri Bella yang dulu. Sadarkan ia bahwa yang dialaminya itu sudah menjadi takdir.
.
.
.
Bella POV
Ah! Pikiran ku tak karuan!
Aku benci hidupku!
Mengapa semua ini harus terjadi padaku? Mengapa?!
Aku telah menerima berbagai rasa sakit dan sekarang aku harus menerima pukulan di hati dan jiwaku.
'Tok tok tok'
"Bella ku sayang" ucap Yoshu membangunkanku dari luar kamar
"Hmmm"
"Ayo bangun kita harus ke kampus"
"Yaaaa" ucapku malas-malasan
Aku mandi dan berpakaian kemudian segera menemui Yoshu di ruang tamu.
"Udah sarapan?" Tanya Yoshu
"Belom"
"Sarapan dulu"
"Ga.. Ayo berangkat sekarang" ucap ku
"Yaudah deh ayok" ucapnya
.
.
.
.
.
Malamnya aku pergi ke diskotik sendirian.
Aku kembali bermabuk-mabukan seperti yang biasa kulakukan.
Pikiranku melayang aku hanya memiliki setengah kesadaranku.
"Hai cantik" sapa seorang pria muda kurasa dia seumuran ku
"Hai"
"Kamu manis deh" ucapnya sambil mengelus wajahku
Kemudian dia mengajakku duduk.
Dia mendekatkan wajahnya pada wajahku. Hembusan nafasnya terasa di wajahku.
"Mata kamu indah banget"
"Hmm iya" ucapku yang sudah mabuk
Dia mencium bibirku dan aku membalasnya. Semakin lama ciumannya semakin hangat. Ia melumat bibirku dan mengelus rambutku. Ia menciumi ku dengan ganas.
Dia memelukku dan masih menciumku. Sekarang ia menyiumi leherku. Menyiumi kuping ku dan mengelusnya.
"Kamu manis sekali sayang" bisiknya di kupingku
Ia kembali mencium bibir ku. Kali ini dia lebih kasar. Dia mengelus pinggulku dan memegang kepalaku. Ciumannya benar-benar hangat.
"Bellaaaaa!" Teriak seorang pria
Teriakan itu mengentikan ciuman kami. Aku langsung menoleh ke arah teriakan itu berasal. Sepertinya aku kenal dengannya.
Dia menarikku dan menamparku.
"Apa yang kamu lakukan disini bodoh?!" Bentaknya
"Awhh sakit!"
Ia menyiramiku dengan air putih. Dan ternyata itu Yoshu! Oh tidak! Apa yang telah kulakukan barusan?!
"Sekarang pulang!" Perintahnya
Ia menarik ku masuk ke mobilnya.
Di sepanjang jalan ia tak berkata apa-apa. Dia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Aku hanya terdiam pucat.
Sesampainya di rumahnya ia memaki dan menampari ku.
"Apa yang kamu lakukan ha?!"
'Plak'
"Kamu menyakiti dirimu sendiri bodoh!"
'Plakk'
"Ampun Yoshu ampun sakit" mohon ku
"Kelakuanmu sudah tidak bisa diampuni!"
'Plak' 'bukkk'
"Mengapa kamu lakukan ini bodoh?!"
"Kamu itu gak tahu apa yang aku rasain! Aku terpukul! Benar-benar terpukul! Aku hanya menengangkan diriku dengan semua ini!" Ucapku
"Ini sudah menjadi takdir Bella! Sudah ajalnya!" Ucapnya
"Bukan begitu caranya menenangkan diri bodoh!" Bentaknya
"Kelakuanmu ini malah membuat orang tuamu sedih! Kelakuanmu juga dapat membahayakanmu!" Sambungnya lagi
'Plak'
Aku menerima banyak tamparan darinya. Belum pernah kulihat ia semarah ini. Bahkan ku kukira ia tidak bisa marah.
Akhirnya aku pun tertidur dengan keadaan menangis kesakitan.
.
.
.
Yoshu POV
Maaf Bella aku harus kasar padamu. Kamu berciuman dengan entah siapa dia. Apakah kamu tak tahu bahwa itu menyakitkan? Apakah kamu tak tahu bahwa semua itu membuatmu semakin terpuruk?
Aku sayang padamu aku tak ingin hidupmu berantakan. Kamu wanita yang baik kamu tidak boleh seperti ini Bella.
Kembalilah seperti semula Bella.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night with My Senior
Romans(18+) CONTAINS AND WORDS "Oh tuhan dia tampan sekali tatapan dan senyumnya melumpuhkan hatiku bibir mungilnya yang menantangku membuatku tak pernah berhenti untuk mengejarnya" ucap Bella di dalam hatinya "Kau memikat hatiku Bella setiap malam aku me...
