"Some beautiful paths can't be discovered without getting lost."
― Erol Ozan
Tugas-tugas yang menumpuk menjadi satu kesatuan yang tidak bisa diganggu gugat di SMA TUNAS BANGSA. Peraturan super ketat kerap di terapkan disini.
Hal ini tidak menjadi beban untuk Dean. Telat masuk kelas, mengerjakan pekerjaan rumah disekolah, bermain handphone saat guru menerangkan, sampai meninggalkan kelas dan tidur di UKS dengan alasan sakit.
Dean Adiwinata, siswa dengan tinggi 178 cm itu memang senang membuat peraturan nya sendiri. Tidak jarang Dean dipanggil guru BK karena kelakuannya. Kepala sekolah sering kali mengancamnya keluar dari sekolah. Bukannya takut, Dean justru bersikap acuh. Karena Dean memegang banyak piala dan mendali olahraga, Dean bahkan berani mengancam balik kepala sekolah.
*****
"Akhirnya sampe juga." Dean membuka gerbang dan menuntun motornya masuk ke dalam garasi.
"Widih! Baru balik Den? Kemana aja lo?" sapa seorang teman kost Dean yang berada di depan teras.
"Biasa, abis nongkrong ama temen. Lo sendiri baru balik?" balas Dean.
"Iyee, abis dari mall nganterin cewe gue." jawab Razi dengan nada malas.
"Makanya kaya gue dong, single. Ngapain pacaran coba? Buang-buang duit. Matre tuh cewe lo! Liat nih dompet gue" jawab Dean sombong sambil memamerkan isi dompetnya yang cukup tebal.
"Yeee, dasar jones!" kata Razi setelah Dean meninggalkannya sendirian di teras.
*****
Dean masuk kamar sambil menutup pintu perlahan-lahan. Melemparkan tasnya dan duduk di meja belajar. Dean tidak belajar, melainkan main game kesukaannya.
"Kemaren ada yang minta coin. Mayan lah buat nambah-nambah duit gua!" serunya kegirangan setelah mendapat pesanan coin dari client.
Dean memang anak yang bertingkah nakal di sekolah, tapi dia memegang teguh sopan santun di tempat tinggalnya. Ayahnya memang seorang 'calon' gubernur, namun keinginannya tidak tercapai.
Saat itu ayah Dean mengeluarkan banyak uang untuk berkampanye. Kegagalan ini membuat sang ayah depresi, sehingga sering berbuat yang tidak diinginkan. Terkadang Dean juga menjadi korbannya. Dean sering mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh perbuatan ayahnya. Tidak ada yang bisa melindungi Dean, termasuk sang ibu.
Meninggal sejak 2 tahun silam, kecelakaan beruntun dialami ibu Dean. Kehilangan banyak darah, merupakan faktor utamanya. Dean yang saat itu baru duduk dikelas 8 SMP, hanya bisa duduk didekat jasad sang ibu. Meneteskan air matanya, dan untuk terakhir kali memeluk tubuh ibunya yang dingin pucat.
Dean sempat tidak mau keluar dari kamarnya selama beberapa hari, tidak mau makan dan sekolah. Hanya mendekapkan kakinya diatas tempat tidur sambil menangis. Bagaimana tidak? Dean sangat menyayangi ibunya. Ibu yang dikirimkan Tuhan untuknya.
Mungkin inilah yang menyebabkan Dean berperilaku nakal. Kehidupan Dean sangat rumit, banyak hal yang harus dia lewati, 'seorang diri'.
KAMU SEDANG MEMBACA
ILUSI (TBC)
Teen Fiction[DIREVISI SETELAH TAMAT] Ada yang belum kenal Dean? Salah satu siswa ter-famous disekolah dengan berbagai macam prestasi olimpiade. Tidak pernah percaya yang namanya cinta, menurutnya hanya membuang waktu aja. Tapi tiba-tiba merasakan sesuatu yang s...
