Gue dan Dallas pun langsung mengetuk pintu rumah Zayn.
"Zayn, ni gue!" sorak Dallas dengan suara udah kayak rentenir mau nagih hutang. Nih orang emang lupa cara sopan santun ke rumah orang.
"Bentar!" sahut Zayn dari dalam dengan suara cool-cool adem gimana gitu.
Seketika setelah mendengar suara Zayn gue langsung merapikan penampilan gue dan mulai melatih senyum gue semanis mungkin.
"Dah buruan masuk," kata Zayn saat membuka pintu rumahnya.
"Siang kak Zayn," sapa gue dengan senyum ramah nan bersahabat.
"Cih, pake manggil kak segala. Gue aja dari lo lahir manggil nama aja lo sama gue, giliran sama cogan baru baik-baik lo, padahal gue juga cogan," gerutu Dallas.
Gue hanya melirik sekilas ke Dallas dengan tatapan tidak peduli. "Ngapain gue manggil kak ke lo. Lo tau kenapa? Pertama! Gue malas, kedua! Gue gak suka manggil lo kakak, ketiga! Ini yang paling penting, di mata gue lo bukan cogan yang patut gue kagumi! Iya kan kak Zayn?"
Zayn mengaruk tengkuknya. "Gak usah manggil kak, Zayn aja, kalo pakai kak serasa udah tua gue."
Si Dallas menahan tawanya karena berpikir Zayn ada dipihaknya. Gue malu banget gak tau mau diletakin dimana nih pantat, eh salah nih muka.
'Awas ya lo kutu kucing!!'
"Silahkan duduk, mau minum apa nih kalian?" tanya Zayn dengan senyum yang bisa bikin kutub utara ikut meleleh. *alay gue kumat.
"Aku ...."
"Gak usah sok-sak an pake aku segala. Biasa juga ngomong lo gue," potong Dallas.
Gue natap tajam ke Dallas mengisyaratkan 'Lo habis ntar ya di rumah'. Si Dallas hanya berlagak cuek.
"Gue sirup, rasa jeruk, tambah es batu, kalo bisa es batunya yang kubus, terus gelasnya yang ukuran 10 cm aja, airnya cukup 300 ml aja, Oh ya, aduknya lima kali aja," jelas Dallas yang sukses buat gue dan Zayn melongo.
"Eh manusia setengah tak dianggap, lo kira ni tempat mesan apaan sebanyak itu banget pesananan lo, lagian di sini tuh si Zayn itu tuan rumah bukan pelayan!" protes gue berusaha membela posisi Zayn.
Zayn hanya tersenyum. "Gak papa, lo mau minum apa, Ra?" tanya Zayn ke gue. Tunggu dulu, Zayn nanya ke gue? Manggil Ra? OMG!
"Air putih aja, Zayn."
"Oke, kalo gitu gue ambilin dulu ya."
Sementara Zayn pergi, gue melihat-melihat sekeliling rumah Zayn. Banyak sekali foto Zayn sewaktu kecil, ternyata Zayn emang udah ganteng sejak dari lahir.
Tiba-tiba mata gue tertuju pada foto bayi perempuan yang sedang digendong Zayn.
'Perasaan Zayn gak punya adik bayi deh, trus ini siapa?' batin gue mulai penasaran.
Gue kemudian nyamperin Dallas yang sedang makan camilan, nih orang udah berasa kayak di rumah sendiri.
"Oi Dallas, itu foto bayi yang di sana tuh siapa sih?" tanya gue.
"Anaknya Zayn," jawab Dallas santai, tapi sukses buat gue melongo.
"Apa? Apa kata lo? Anak Zayn?" tanya gue bener gak percaya.
"Lah. Iya anaknya, menurut lo siapa lagi?"
Gue berusaha mencerna apa yang di katakan Dallas. Namun berapa kali pun gue coba rasanya tetap saja tidak masuk akal.
"Jadi maksud lo si Zayn udah nikah? Dan punya anak? Gitu?" tebak gue.
Namun belum sempat Dallas menjawab, Zayn datang dengan dua gelas minuman.
Gue masih saja terdiam tidak percaya.
"Ini silahkan diminum," kata Zayn.
Zayn benar-benar ngasih gue air putih dan buat si Dallas sirup rasa jeruk. Nih orang kok tega banget ya sama gue? Hati gue terluka ditambah minum cuman air putih. Double sad deh gue. Untung ganteng, kalo gak udah gue hajar nih orang.
'Jadi Zayn nikah muda? Ya ampun Zayn masa depan lo masih panjang. Masa depan lo kan sama gue?' batin gue.
Gak berapa lama seorang anak kecil keluar dari kamar. Anak kecil itu, anak yang sama di foto yang tadi baru gue lihat.
"Eh, Alisa udah bangun? Sini sama papa," kata Zayn sambil mendekati anak tersebut dan memanggil dirinya dengan sebutan papa.
'Apa? Papa? Jadi beneran?'
Seketika itu juga gue serasa gak berdaya menerima semua kenyataan di depan gue ini.
'Gak! Gak mungkin Zayn punya anak, gue harus mastiin langsung!'
"Zayn, ini anak kamu?" tanya gue memberanikan diri.
"Hahaha ... Kenalin Ra, ini Alisa keponakan gue."
'Apa keponakan? Jadi ini keponakan lo? Wah sumpah demi apa gue seneng banget!' girang gue dalam hati.
"Halo Alisa!" sapa gue sambil mecubit pelan pipinya.
Gue langsung natap tajam ke si Dallas. Gara-gara dia gue hampir mikir yang gak-gak ke ayang Zayn gue.
'Beneran binasa lo nanti, Dallas!'
"Santai aja di sini, Ra. Anggap aja rumah sendiri," kata Zayn ke gue.
'Emang rumah sendiri kali Zayn. Wkwkw.'
"I ...."
Belum sempat gue menjawab. Dallas lebih dulu bangun. "Minta kertas sama pinjam spidol lo, Zayn!"
"Buat apaan?"
"Udah buruaan cepet,"
Apa lagi ni yang mau dilakuiin abang bangsat gue ini? Pasti ada yang gak beres nih.
👣👣👣
Hay!😊😊 Gimna nih next dari "Ma Idiot Brother" ? Jangan lupa untuk tinggalkan vote dan comment kalian ya:)🙌🙌
With love,
blue_lips01
KAMU SEDANG MEMBACA
Ma idiot brother
HumorPunya keluarga absurd? Siapa yang pernah ngebayangin? Apalagi harus tinggal se rumah dengan saudara yang 'idiot' dan tetangga 'gila'. Tapi untung ada tetangga depan rumah gue satu-satunya orang normal. Kepo? Simak aja kisahnya disini! Highrank #25 d...
