Haii... Jumpa lagi 😊
dibawah 18+ mundur aje yee..😊
rena
oooaacchmmb... Aku terus menguap karna tidurku kurang nyenyak tadi malam. gara" mimpi itu.. Aku langsung terjaga. Huhft
"bagaimana ini? pasti wajahku akan terlihat pucat.. Padahal aku ada temu janji pagi ini. Kata mami sih orangnya sangat tampan.. dan aku tidak boleh mengabaikannya. Karna dia sudah bayar mahal untuk semuanya."
Rena terus mondar mandir di dalam kamarnya.. Berpikir baju mana yang pantas dia pakai. entahlah, dia merasa gelisah. Mungkin karena kurang tidur.. Atau mungkin karna hal lainnya. langkah rena terhenti saat ponselnya berdering..
Tring...Triing...
Oh mami Rosa.. Ada apa dia menelponku?
"ya mami? ada apa?"
"rena,, sukurlah kau sudah bangun.. Cepat mandi dan bersiap. ingat pakai baju yang menawan."
"lah mami.. Baru juga jam 08.30,, nanti saja lah.. Masih lama juga kn ketemunya?"
"gak bisa Rena,, kamu gak boleh telaT untuk hari ini. Ini pelanggan baru kita.. Dan kamu tau, dia berani bayar puluhan juta untuk hari ini. Cepat bersiap, mami gak mau kamu mengacaukan semuanya.!"
"ahh.. Iya..Iya.. Rena akan mandi. " kataku sambil sedikit merajuk.
"naah.. Gitu dong, itu baru cantiknya mami. Oiya,, jangan lupa jam 09.30 supir taksi udah nunggu di depan apartemen kamU. jadi jangan sia-siakan waktu ya honey..:*"
"iyaaa.. MamI.. Yaudah aku mandi dulu. Bye mii.. :*"
Klik.
Telpon pun di putus. Rena bergegas siap-siap karna dia tidak mau mengecewakan mami dan juga pelanggannya.
Setelah seperkian jam dia bersiap akhirnya selesai juga.
"hah.. Sudah siap, tampil alami saja. elegan tapi seksi. Itu lebih baik agar aku terlihat lebih cantik."
aku pergi untuk mengambil tas, ponsel, dompet dan tak lupa alat makeup ku . Krna itu sangat penting bagiku.
****
wow.. Taksi itu pasti yang dikirim untuk pertemuanku. Tapi, Tadi mami tidak bilang siapa nama pria itu. Bgaimana aku bisa tau ini taksinya. Huhft mamiii..Mami...
Tiba-tiba supir taksi menghampiriku..
"Nona Rena Agustina?"
"ehm iya, itu saya"
"silahkan Nona, tuan menyuruhku menjemput Nona."
Aku hanya mengangguk dan masuk kedalam taksi tersebut. entah kemana arahnya. Cuma setahuku ini lama sekali, sudah setengah jam aku duduk di dalam taksi ini tapi tidak juga sampai.
"ehm.. Maaf pak apa masih Jauh?"
"sebentar lagi Nona, kalau nona capek tidurlah. Nanti saya akan bangunkan Nona."
"oh okey."
Aku terus melihat keluar kaca jendela. ini sangat jauh dari kota, karna jalanannya sudah sepi dan banyak pohon rindang sepanjang jalan. "sebenarnya siapa yang akan aku temui? kenapa jauh sekali? huh, lebih baik aku tidur daripada aku kecapean berpikir." ucapku dalam hati.
*****
"Nona.. Nona.. Bangun sudah sampai."
Aku langsung terbangun dan kaget, wow bagaimana tidak? aku berada di tengah hutan yang sangat sepi.
"eh.. Dimana ini pak? kenapa sepi sekali?
"silahkan turun Nona.. Tuan sudah menunggu di dalam." ucap supir taksi sambil menunjuk sebuah rumah yang sangat megah.
Aku turun dan berjalan menuju pagar rumah itu. Saat aku akan memencet bel tiba-tiba pagar terbuka dengan lebar. "wow keren sekali.. Tapi takut juga karna sepi. Supir itu juga sudah pergi. Bgaimana ini? apa benar ini rumahnya?"
aku ragu tapi masih tetap berjalan menuju pintu hingga pintu dibuka oleh seorang yang wow sangat tampan. Seksi. Dan hot. "errrr hanya melihatnya saja sudah panas dingin"
Tatapannya, tubuhnya, ototnya, sangat perfact. Tidak sia-sia perjalananku kemari.
"hai.. Rendy.."
Omg..suaranya sangat seksI. Ohhh rasanya ingin sekali aku menciumnya dan bercinta dengannya. Buru-buru aku sadar dan menjabat tangannya..
"hai.. Rena Agustina"
"aku tau, ayo masuk. Anggap saja rumah sendiri"
aku masuk dan mengikutinya.
"mau minum?"
"oh.. Boleh tanpa alkohol ya"
"baikalah duduk dan istirahatlah, aku akan kembali sebentar lagi."
Kemudian kulihat dia pergi mungkin menuju dapurnya.
Waahh rumah yang nyaman. Tapi ini lebih pantas di sebut villa, karna tidak ada lagi rumah lainnya dan tempatnya di tengah hutan.
"ini,, minumlah.."
"oh.. Makasih" aku mengambil dan meminumnya.
"bagaimana perjalananmu? apa sangat melelahkan?" ucapnya sambil terus menatapku.
apa-apaan ini, hanya ditatap saja tubuhku sudah meminta lebih.
"eh..Ehm.. " aku berusaha menormalkan suaraku yang sudah mulai serak karna gairah. "lumayan melelahkan,, kurasa sangat jauh. Entahlah aku sampai krtiduran."
aku meneguk minumanku lagi Untuk menghilangkan kegugupanku.
Tapi kenapa dia terdiam dan tetus menatapku? apa ada yang salah dengan penampilanku?
"dia cantik,, sangat cantik. Bahkan aku ingin bercinta dengannya saat ini juga. Juniorku sudah sangat kencang dan minta di tuntaskan. Ohh.. Sabar REndy,, jangan gila. Dia pasti lelah baru sampai." ucap rendy dalam hati.
"emm.. Rendy kenapa kau menatapku seperti itu? apa ada yang salah denganku?"
"ah.. tidak. Kau..Kau sangat cantik"
ucap rendy tanpa sadar dan maju mendekati rena yg duduk di depannya. Dia langsung mengelus pipi Rena dan perlahan mulai menciumnya. Ciuman yang lembut dan penuh Penekanan. seolah dia menyalurkan rasa gelisahnya minta penuntasan. perlahan dia mengapu bibir indah yang telah menggodanya. Dia menjilat dan menggigit kecil bibir bawah rena,, agar bisa bermain dengan lidahnya. dan ciuman itu semakin intim. SEmakin dalam. tangannya masuk di antara rambut REna yang terurai. Terus menyesap. Menikmati setiap inci dalam bibir Itu. bunyi decapan dimana mana. Tanda bahwa mereka sangat menikmati ciumannya.
"eemmhh.. Emmhh.." rena tak sanggup menahan erangannya. Dia sangat menginginkan lebih. Tapi REndy justru mengakhiri ciuman mereka dengan nafas yang terengah..
"eh.. Maaf REna, aku tidak bisa menahan diriku. Mandilah dan beristirahat dikamar itu. kita makan malam jam 08.00" ucap Rendy sambil menunjuk kamar dan mengecup bibir itu lagi. ingat hanya mengecup. 😊
REna menuruti apa kata Rendy dengan perasaan campur aduk.
Bersambung ...😊
Mau tau kelanjutan ceritanya?? jangan lupa vote dan komen yach..😚
KAMU SEDANG MEMBACA
This is my Life
RomanceRena Agustina hidupku sudah hancur setelah kejadian itu.. aku benci pada laki-laki.. tapi bukan berarti aku lesby.. aku normal. hanya saja aku tidak mudah percaya dengan semua ucapan laki-laki. hingga dia datang dan merubah segalanya. Rendy Sebastia...
