2

14.5K 109 9
                                        

Haiii.. jumpa lagii dengan aku..😊
di bawah 18+ jangan di baca yach..
Happy reading.. 😙



Rena Agustina

Aku sangat bahagia bisa bertemu dengan Rendy. Dia bagaikan malaikat yang tiba-tiba datang memberikan warna baru dalam hidupku yang hitam.
Bersamanya aku selalu tersenyum. Aku merasakan hal lain saat dia menatapku.
Ini bukan sekedar tatapan nafsu yang biasa mereka (pelanggan) berikan padaku.
aku menyukainya.. yaa hatiku menginginkannya untuk terus menjagaku. Mendampingiku. Tapi itu tidak mungkin terjadi. Hidupnya terlalu sempurna untuk berdampingan denganku.

"Honey.. apa yang sedang kau fikirkan? Hmm..." ucap Rendy sambil mengelus pipiku dan menatapku dengan tulus.

"Och.. tidak sayang.. aku..aku ingin Kita makan. aku sudah sangat lelah untuk berbelanja." Aku sengaja berbohong pada Rendy. Aku tidak mau dia tau kalau aku sedang memikirkannya.

"Emm.. maaf honey.. aku membuatmu kelelahan karna mencoba banyak gaun."

"Tidak apa sayang.. lagian aku sangat menyukainya." Dia terlihat sangat bersalah. Oh tuhan.. dia lelaki yang sangat aku inginkan. Dia sangat baik. Sekali lagi aku melihat bahwa dia sangat berbeda dengan mereka.

"Hei.. wake up sayang.. ayo kita makan. Aku sudah sangat lapar.." aku berdiri sambil menarik tangan Rendy.

"Baiklah honey.. kita makan di Resto mall ini saja ya.. aku jamin makanan disini sangat lezat."

Kami terus berjalan menuju lift dimana kata Rendy tempat makannya ada di lantai 3 mall ini. Ya setelah bangun dari tidurku tadi malam Rendi mengajakku berbelanja disalah satu mall miliknya. Tempatnya lumayan jauh dari villa yang kami tempati. Disini sangat ramai. Mall ini terdiri dari tujuh lantai. Entahlah apa saja yang ada di mall ini hingga sanggat tinggi. Kurasa ada satu Ruangan kerja Rendy disini. Karna dia bilang tadi sekalian mau mengechek laporan bulanan disini.

"Rendy.. apa mereka semua akan selalu tunduk seperti ini saat melihatmu?? Dan lihat.. mereka selalu menatapku.." aku merasa risih ditatap seperti itu oleh pegawai wanita disini.

"Tentu honey.. mereka akan selalu hormat jika melihatku. Kan aku atasannya.." ucap Rendy dengan senyum. "Dan satu lagi.. abaikan mereka yg menatapmu tidak suka. Karna mereka iri melihatmu sayang.." Rendy memeluk pinggangku sambil mencium puncak kepalaku.

Oh good.. mereka semakin tajam dalam menatapku. Rendy.. kau lah penyebabnya. Huhft..
"Baiklah sayang.. aku akan membiasakan ditatap seperti itu jika bersamamu."

Kami terus berjalan sambil bicara ini dan itu. Rendy terus saja menggodaku hingga membuatku merona dan melayangkan cubitan manja untuknya. Sampai di dalam lift pun. Dia selalu menempel padaku. Lift ini sangat sepi karna ini khusus lift untuk atasan. Jadi hanya ada kami berdua di dalamnya. Rendy memelukku dari belakang dan mencium leherku. Ini membuat gairahku muncul.

"Rendy.. please jangan lakukan itu sayang.. kau membuatku menginginkanmu.."
Ucapku menahannya agar tidak melanjutkan aktifitasnya. Tapi Rendy masih saja melakukannya. Bahkan bukan hanya mencium tapi menjilat dan aku rasa dia memberi tanda disana.

"Oh good.. apa yang kamu lakukan Rendy..?? Aku tau ini meninggalkan tanda. Bagaimana kalau merek... emmm"
Belum selesai aku bicara Rendy menciumku dengan keras. Penuh dengan penekanan.

Perlahan namun pasti ciuman itu semakin menuntut. Rendy memeluk pinggangku hingga tubuh bawahku menempel padanya. Tangan satunya menahan tengkuk leherku agar aku tidak melepaskan ciuman ini. Tapi ini semakin membuat aku gila. Aku tidak bisa bernafas. Setiap decapan dalam ciuman kami membuatku semakin bergairah untuk meminta lebih.
Perlahan tanganku yang semula berada di dadanya naik untuk membelai rambutnya dan sesekali menjambaknya karna dia menggigit bibirku. Semakin lama semakin terhanyut dalam ciuman penuh nafsu.

"Huh.. huh.."
Rendy dan aku sama-sama mengambil nafas karna terlalu lama berciuman.
"Kau gila..kau hampir saja membunuhku karna ciuman hot mu itu Rendy...!!"
Makiku padanya.

"Hahaha kau sangat cantik saat sedang marah sayang.. tapi.. kau juga menikmatinya kan?? " ucap rendy dengan kerlingan matanya untuk menggodaku.

Oh shit.. andai saja aku tidak sayang pada burungmu itu. Pasti sudah ku tendang karna kau selalu menggodaku Rendy..ucapku dalam hati.

Pintu lift terbuka dan aku berjalan mendahuliunya. Aku sengaja ingin mengerjainya dengan pura-pura marah padanya. Biarkan saja. Memangnya dia saja yang bisa mengerjaiku?
Aku terus berjalan tanpa menghiraukan dia yang memanggilku.

"Honey.. hey.. tunggu aku. "

Aku menoleh kebelakang untuk melihat ekspresinya. Lihat, sekali dia.. tatapan itu merasa bersalah. Tapi aku mengabaikannya, aku berlari untuk mengerjainya lagi. Hingga...

Bruuk...

"Auucchh.. "
Sakit sekali pantatku.. sial siapa sih yang tidak punya mata hingga menabrakku sampai terjatuh. Belum sempat aku mendongak untuk melihat orang itu. Aku melihat Rendy jongkok disampingku.

"Honey.. apa kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka? Maafkan aku sayang.. aku tidak bisa menjagamu." Rendy terus melihatku memastikan bahwa aku baik-baik saja dan mengajakku berdiri.

"Ehm.. maafkan aku tuan aku tidak sengaja menabraknya.."

Deg..
Suara itu..tidak mungkin..dia tidak mungkin disini.

Aku yang penasaran langsung mengalihkan pandanganku yang semula menunduk melihat kakiku yang sedikit memerah hingga menatapnya. Bagai di sambar petir. Seluruh kejadian masa lalu kembali berputar di otakku. Cintanya.. kasih sayangnya.. semuanya palsu. Penghianatan yang dia lakukan. Kejadian busuk itu..semuanya kembali berputar dengan sendirinya.

"Oh tidak apa-apa, lagian kekasihku juga salah karna berlari hingga menabrak anda. Iya kan honey.. ayo minta maaflah.."

Aku menundukkan kepalaku untuk menutupi wajahku agar dia tidak mengetahui keberadaanku.

Maaf?? Aku harus mengucapkan maaf padanya? Tidak Rendy.. kau salah. Dia yang harusnya minta maaf padaku. Karna dia telah merusakku. Bahkan kata maaf tidak pantas untuk orang sepertinya. Ucapku dalam hati.

Tanpa menghiraukan Rendy aku berbalik dan berlari menuju lift. Rendy yang sadar langsung memanggilku dan menyusulku.

"Honey.. jangan lari.. tunggu aku."

Penasaran??
Jangan dihapus dulu dari readynglist kalian yach..😙


Bersambung..
Jangan lupa voment yach..😙

BTW thanks yang udah baca cerita abal-abalan ini. Thanks yang udah nge vote dan coment. 😙😙

This is my LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang