Picture : Zico
*****
Konon terdapat istana di belakang sekolah. Sebuah istana terbengkalai dimana empat pangeran kerap kali singgah. Tempat keramat yang juga menjadi tempat dimana tiada seorangpun di sekitar sekolah yang berani menginjakkan kaki disana.
Katakan saja bahwa istana itu tidak semegah istana Cinderella. Empat pangeran tersebut tidak butuh bangunan megah. Cukup dengan kehadiran mereka saja, barang bekas dapat menjadi sebuah istana.
Siapa sangka kalau barang rongsokan di belakang sekolah bisa digunakan kembali. Meja dan kursi kayu yang terbengkalai dapat menjadi rumah bagi mereka, siapa lagi kalau bukan Zico dan teman-temannya.
Sudah sedari tadi Zico berguling di atas meja sambil menutup mata. Rasa kantuk akibat pelajaran sosiologi beberapa saat yang lalu masih belum hilang jua.
Junior membungkuk memperhatikan perban kecil yang ada di ujung telinga Zico.
"Zic, kalau gue pegang, sakit ga?"
Zico : Loe pegang, gue tampar loe. Coba aja!
Jackson : Iya, jun! Gue tampar loe!
"Apa urusannya sama loe? Yang dipegang Zico, kok loe ikut mao nampar?" gertak Junior kepada Jackson.
Jackson : Yang penting bisa tabok muka loe. Kenapa ngga?
"Tahai kucing loe!" Junior mengumpat.
Zico tersenyum kala menyaksikan kedua temannya itu berseteru, kemudian berlalu dengan adegan mesra Jackson yang memeluk manja Junior.
"Jangan pegang-pegang!" Junior berusaha melepaskan tangan Jackson.
"Ummm- tak mau~" Geleng Jackson.
Junior : Woy tilil! Homo! Sadar!!
Jackson : Tidakkkk akan pernah ku meninggalkanmu~
Junior : Najis loe!
Jackson : Aku tak mauu sendiriiii~
Junior : Aku akannn pergiii tuk sementaraa~
"Syuh-syuhh!" Mark menyemprotkan parfum di sekitarnya, berharap aura ke-homo-an akan segera menghilang.
Kini giliran Junior dan Jackson yang mengumpat karena kegiatan mesra mereka terganggu.
"Zic, jawab pertanyaan gue. Kemarin telinga loe kena panah," Mark menatap dengan seulas senyum menyeringai, "Di kamar Chaerin?"
Junior : Oh shit!
Jackson : Oh shit!
Zico hanya mengangguk dalam diam.
Mark : Dan gue tebak sekali lagi. Loe kemaren di kamar Chaerin telanjang dada?
Junior : OH SHIT!
Jackson : OH SHIT!
Zico membalas dengan senyum penuh arti.
Jackson : AGRESIF MAN!
Junior : INFIRES MAN!
Jackson : Langsung sikat ma-man!
Mark : Shit! Kok loe bisa? Demi apa? Kasi tips buat gue!
Junior : WOOO! Mark 'Dewa Peng-gait Hati Wanita' sekarang minta tips dari Zico 'Jomblo Krinis Stadium Empat'
"Shit! Bener banget!" Jackson duduk di sebelah Zico. Ia segera merangkul temannya tersebut, "Padahal loe belom pernah pacaran, Zic. Pake jurus apa loe?"
Zico berdiri. Ia menatap ketiga temannya yang segera duduk berkeliling bak anjing yang sedang menunggu untuk diberi makan oleh majikannya.
"T-tapi wait!" Junior menatap Mark, "Loe tau darimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Anti Mainstream
Fiksi RemajaSosoknya, wajahnya, Chaerin sudah lupa. Hanya pin bergambar sendal yang ia punya. Pin yang menghubungkannya dengan sang pujaan hati. Berhasilkah Chaerin menemukannya hanya dengan sebuah pin? Bagaimana jika ada pihak yang berusaha menghalanginya? Da...
